5 Kaos Andalan Ketika Saya Traveling

“T-shirt” atau lebih nyaman menyebutnya dengan istilah “Kaos” merupakan memiliki fungsi utama untuk berpakaian, namun ada fungsi lainya seperti mulai dari personalia hingga ungkapan. Saya yakin, selain saya pasti banyak orang di luar sana yang memiliki kaos andalan atau kaos yang menjadi pilihan utama ketika akan melakukan aktivitas yang spesial. Saya bisa dibilang hanya memiliki kaos yang sedikit sedari dulu,mungkin karena ukuran badan saya yang tidaklah terlalu mengalami pertumbuhan yang signifikan. Penambahan kaos saya mungkin bisa dikatakan berjalan lambat, dulu kaos baru paling hanya saat lebaran saja, untuk tahun-tahun terakhir ini sepertinya telah mencapai 1 hingga 3 kaos baru per tahun. Kaos-kaos tersebut ada yang sengaja membeli dan ada juga yang saya dapatkan secara gratisan.

Berikut ini kaos yang sering saya pakai karena tingkat kenyamanannya dan desainn yang memang saya sukai.

 

Kaos 8ball

8ball merupakan nama panggung seorang rapper lokal yang bernama Iqbal. Semenjak bangku kuliah saya sering mendengarkan karya-karyanya, hingga saya merasakan ada perubahan tema lagu yang dulu bertemakan hater, problematika hidup, dan sekarang lebih ke arah cinta. Saya suka dengan lagu-lagu dari 8ball yang bertemakan kehidupan, sering saya putarkan ketika memang saya perlu banyak renungan dengan rentetan diksi yang tak pernah diulang kecuali dalam reff.

kaos andalan traveling
Kaosnya salah pesan bahan saat itu, bahannya membuat panas dan cepat terasa lembab. Namun tetap saya pakai saat berkunjung ke Titik 0 km di Pulau Weh

Kaos ini saya buat secara berpasangan dengan sahabat saya, namun memang sudah menjadi sifat pribadi kami yang cenderung introvert, hingga kaos ini sudah saya sumbangkan, kami belum pernah memakainya bersama satu kalipun.

Baca Juga :  Perjalanan dengan Kereta, selalu ada "Cerita"

 

Kaos Sabang

Sebenarnya di Sabang, Pulau Weh anda bisa menemukan produk kaos endemik di sana. Piyoh adalah merek dagang oleh-oleh dan cinderamata di Sabang, desain dan kualitasnya memang patut diacungi jempol. Harganya saat itu belum masuk untuk wisatawan berkantung tipis seperti kami walaupun harga perkaosnya sekitar 70-100 ribu. Bahan kaos piyoh dan desainnya memang menarik sekali menurut saya, namun saya memilih pergi ke pasar di Sabang saja agar menemukan kaos dengan harga murah walaupun desainnya serasa satu sekolah.

kaos andalan traveling
Kaos ini sering saya pakai traveling, namun saya hampir tidak pernah difoto saat mengenakan kaos ini, seringnya motret.

Di sela-sela kaos bertumpuk yang meiliki desain seragam, saya menemukan kaos yang tergantung cukup tinggi dan saya rasa itu hanya satu saja, mungkin stok lama. Segera saya pilih walau bahannya bukanlah dari combed, designnya yang saya cari dan harganya yang masuk kantong :D. Sampai sekarang masih sering saya pakai ketika kondisi santai atau untuk jalan-jalan.

 

 

Kaos Landscape Indonesia

Kaos spesial ini saya dapatkan secara gratis dari admin Landscapeindonesia.com karena waktu itu mengirimkan beberapa artikel perjalanan yang dimuat pada web tersebut. Kaos dengan bahan combed 24s ini sangat nyaman sekali ketika dipakai pada kegiatan di luar ruangan.

kaos andalan traveling
Motor Plat Banjarnegara milik sepupu yang tinggal di Malang ini saya bawa menuju ke TN Bromo Semeru Tengger. Motor hitam, kaos hitam, orangnya juga hitam

Dengan warna dasar hitam, logo yang berwarna merah dan putih akan terlihat sekali dari jauh ketika saya berfoto menggunakan kaos ini. Kaos ini hampir selalu saya pakai di pendakian saya, selain bahan dan desain logonya yang bagus, warna hitam juga membuat kaos ini cepat kering dan serasi dengan warna kulit saya.

Baca Juga :  Sabang, Titik awal dimana keindahan Indonesia dimulai (part 1 of 2)

 

Kaos National Geographic Indonesia (desain baru)

Saya memiliki dua kaos National Geographic Indonesia (NGI) original secara gratis, yang satu saya dapatkan karena bertindak sebagai panitia pada kegiatan IMAJI INDONESIA pada Juni 2014 silam, sedangkan yang satunya lagi saya dapatkan dari peserta-kit yang lebih.

kaos andalan traveling
Naik ke Puncak Merbabu bersama Istri, memakai kaos gratisan saat menjadi panitia event IMAJI bersama National Geographic Indonesia

Hal yang menarik dari kaos ini adalah desainnya yang memang terbatas dan tidak diproduksi secara masal. Bahkan untuk kaos panitia, setahu saya hanya ada 12 buah di Yogyakarta yang saat itu memang menjadi panitia kegiatan.

 

Kaos Brongkos 13

Semejak terbentuk dari 2008, Brongkos 13 hanyalah sebuah kontrakan yang berisi dengan rencana-rencana omong kosong serta tak pernah mencapai tujuan akhir. Hampir sekian lama hanya menjadi sebuah bendera yang selalu hanya dibawa oleh saya untuk bertualang. Terakhir saya terpaksa menitipkan kepada teman saya ketika ke Tambora pada April 2015 kemarin.

kaos andalan traveling
Saya sampai lupa kalau belum menulis tentang mimpi kecil yang telah tercapai ini, segeralah nanti saya buat tulisannya.

Setelah pembuatan logo baru, maka saya berinisiatif untuk membuat kaos ini sendirian saja. Kenapa sendirian? Karena ketika saya tawarkan design ini ke teman-teman Brongkos 13 pastilah tidak ada yang merespon dengan serius, toh juga nama Brongkos 13 hendak saya pensiunkan akhir tahun 2015 ini di puncak yang memang belum sempat saya datangi.

_____________________________________

Jadi, apakah anda memiliki kaos andalan seperti saya? atau mungkin kombinasi antara kaos, celana, sepatu hingga topi yang jadi prioritas ketika hendak bepergian ke suatu tempat?

Baca Juga :  Berkunjung ke Titik 0 Pendakian Lesuer

 

 

12 COMMENTS

  1. Kaos ya…hmmm kayaknya setiap hari saya lebih sering pake kaos, apalagi kaos yang ukurannya fit body…rasanya bikin PD dan pas gitu..haha
    o iya untuk desain dan warnanya saya biasanya cenderung memilih desain yang simpel dan berwarna polos, abu-abu, biru, hijau, merah dan lain-lain 🙂

Leave a Reply