Mengintip Produksi Batik di Padepokan Batik Pesisir Filasuf, Peluncuran Motif Batik Petungkriyono

Berlokasi di Padepokan Batik Pesisir Filasuf, saya bersama rombongan peserta Amazing Petung National Explore 2017 berkesempatan untuk melihat proses pembuatan batik dan mengikuti acara peluncuran motif batik Petungkriyono. Nuansa Padepokan batik Pesisir Filasuf ini milik Bapak Filasuf, seorang perancang desain batik yang sudah senior dan terkenal di dunia perbatikan.

Nuansa Padepokan Batik yang asri dengan halaman yang luas dengan rerumputan hijau dan pendopo dari kayu membuat nuansa di lokasi tersebut terasa sangat berkesan. Beberapa dari peserta tidak melewatkan kesempatan ini untuk berfoto diri di beberapa titik. Bisa dilihat pada foto panorama 360 berikut ini, silahkan diputar sesuai dengan keinginan anda.

Gerbang Pranggok Pesisir

Proses pembuatan batik berlangsung di sebuah area tersendiri, Pranggok Pesisir namanya. Sebuah gerbang dari kayu mengantarkan saya ke dalam sebuah rangkaian proses pembuatan batik yang ternyata memakan proses panjang dan penuh dengan dedikasi sebagai seorang seniman batik.

1. Proses Pembuatan Pola Batik

Pada sudut ruangan, ada 2 orang yang sedang menggambar pola dasar batik. Pembuatan awal dari penggambaran garis bantu pada kertas kalkir, berlanjut ke pemindahan dan penebalan garis di kain putih. Proses ini merupakan proses yang memerlukan keahlian menggambar dengan jiwa seni yang tinggi.

Menggambar pola batik dengan menggunakan pensil.

2. Proses Pencantingan Batik

Proses ini merupakan proses yang memerlukan ketelitian dalam tiap langkahnya. Garis-garis yang telah dibuat pada proses sebelumnya ditebalkan dengan menggunakan lilin cair panas. Perlu keahlian untuk menjaga agar lilin yang keluar dari canting tidak tumpah atau keluar dari garis yang telah dibuat. Lilin cair yang digunakan ini berada di atas tungku yang selalu mengeluarkan panas, untuk menjaga lilin tetap dalam keadaan cair.

Baca Juga :  Pemerahan Susu Sapi di Agro Wisata Nusa Pelangi, Desa Gubugklakah
Proses canting, perlu kesabaran dan ketelatenan

Selain menggunakan teknik canting pada batik tulis, ada juga proses pembuatan batik cap di lokasi ini. Pembuatannya bisa dikatakan cepat dan perlu ketelitian juga agar sambungan pada tiap cap bisa halus tak terlihat. Cap yang digunakan berbahan tembaga, agar lilin yang menempel tetap panas dan bisa merekat kuat pada kain.

Proses pembuatan batik cap

3. Proses Pewarnaan

Motif batik yang telah melewati proses canting atau pengecapan, kemudian diberi warna sesuai dengan desain yang akan dibuat. Pewarnaan ini dilakukan lebih dari satu orang pada satu kain batik. Proses pewarnaan digunakan untuk mengisi lokasi-lokasi pada kain batik yang tidak ingin mengalami perubahan warna ketika dicelup nanti.

Pewarnaan batik

4. Proses Penguncian Warna

Warna-warna yang telah dituangkan ke atas batik tersebut memerlukan penguncian agar tidak luntur ketika proses pencelupan. Laminasi dilakukan dengan menutupnya menggunakan lilin pada area yang diperlukan.

5. Proses Pengecekan Kualitas

Proses ini diperlukan orang dengan ketelitian paling tinggi diantara lainnya. Melakukan pengecekan terhadap bagian-bagian yang terlihat kurang rapi atau terdapat kesalahan. Tujuannya adalah agar batik yang diproduksi nihil cacat. Ketika ada garis yang kurang rapi, maka bisa dilakukan revisi untuk membenarkannya kembali.

Pemeriksaan dari setiap jengkal batik
Proses revisi batik yang terdapat kesalahan minor

 

6. Proses Pencelupan Batik

Proses ini bertujuan untuk menghilangkan lilin pada kain batik, serta memberikan warna dasar pada kain batik. Perendaman batik dilakukan pada sebuah drum yang berisi air pewarna yang panas. Sayangnya saya belum sempat menanyakan, kemanakah air sisa dari proses ini dibuang.

Baca Juga :  Menanti Pagi di Tepian Desa Wisata Bejalen, Ambarawa

7. Penjemuran Kain Batik

Kain batik yang telah mengalammi proses pecelupan dan pewarnaan kemudian dibilas dan dijemur di tengah Pranggok Pesisir. Banyak sekali kain-kain batik yang dijemur di bawah terik matahari. Beraneka warna dan penuh dengan nilai seni dalam setiap prosesnya.

Batik-batik yang dijemur

 

Peluncuran Motif Batik Petungkriyono

Pendopo yang adem ayem untuk bersantai dan mengciptakan karya seni bernilai tinggi

Setelah kami meliput proses pembuatan batik tersebut, selanjutnya kami berpindah ke Padepokan Pesisir. Di sebuah pendopo kecil yang penuh dengan ornamen ini, hadirlah Bapak Bupati Kabupaten Pekalongan. Beliau hadir untuk menghadiri peluncuran motif batik Petungkriyono dan penetapan Pekalongan sebagai Bumi Legenda Batik Nusantara. Kegiatan peluncuran motif batik ini menggunakan 2 pasang model dari Padepokan Batik.

Melalui peluncuran motif batik Petungkriyono ini diharapkan akan semakin menambah keanekaragaman dari batik di Pekalongan. Melalui batik kita bisa melihat perpaduan antara manusia dan alam pada tiap garis yang saling terhubung hingga menjadi motif yang indah.

Bupati Pekalongan (memegang mic) menghadiri kegiatan ini.

Mari ke Pekalongan, mari belajar batik, mari mencintai hasil karya seni yang melegenda di nusantara.

 

Pekalongan, Bumi Legenda Batik Nusantara

Blogger di bawah garis amatir asal Banjarnegara yang ingin jadi macan tapi belum kesampaian. Belajar menulis semenjak belajar fotografi khususnya bidang Landscape. Menyukai aktivitas luar ruangan dan warung sederhana di pinggir jalan. Mari menghitung bintang daripada menghitung denyut nadi.
SHARE

1 COMMENT

  1. proses mewarnai itu harus sulit banget kayaknya
    tap buat batik itu sulit sih, sering coba praktik tapi gagal maning gagal maning
    kombinasi hem hitam yg ada batiknya aku suka
    jarang nemu kayak gitu

Ambil hanya informasi, tinggalkan hanya komentar. Silahkan berbijak hati untuk mengisi kolom yang hanya terbuka selama satu purnama setelah terbit. Tabik