magelang, ada sebuah kisah antara kita semua

Tiba – tiba terbesit keinginan membuka beberapa album yang berisi foto perjalanan bersama teman – teman pada masa kuliah dahulu. sebuah ingatan yang dibalut cerita hinggap dalam benak ini, mencoba membuka kembali perjalanan yang pernah saya lakukan bersama mereka.

bulan Maret pada tahun 2010, salah seorang teman kuliah mengajak saya untuk membuat sebuah rencana perjalanan ke tempat wisata diluar Kota Semarang. saya merekomendasikan daerah Magelang untuk dijadikan sebagai tujuan perjalanan kami. setelah mengumpulkan personil, akhirnya didapatkan 8 orang termasuk saya yang siap menikmati perjalanan di Magelang.

Rencana perjalanan telah siap, mulai dari waktu dan tempat kumpul, hingga destinasi yang akan kami kunjungi. persiapan pun kami lakukan mulai dari mencari kamera digital hingga pengecekan kondisi motor.

dini hari sekitar jam 3 pagi, kami berkumpul di depan BROnkgos 13, dengan perkiraan kami dapat mencapai KETEP PASS saat matahari muncul diantara sela Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Tanpa menunggu waktu lama, kami mulai bergerak dalam pekatnya malam. jalanan masih terasa terlalu lenggang saat itu, sehingga kami dapat bergerak lebih cepat merapat ke Magelang. perjalanan diselingi kabut yang membuat kami terpaksa menggigil karena pelukan udara dingin saat itu.

sesampainya di Kota Magelang, kami beristirahat sejenak di sebuah SPBU untuk sejenak melepas lelah dan menjalankan ibadah. tanpa membuang waktu, kami melanjutkan perjalanan dengan harapan mendapatkan sunrise di KETEP PASS. tanpa diduga, sepasang teman kami tersasar karena sempat kehilangan jejak kami yang berada di jauh di depan mereka.

akhirnya kami putuskan untuk menunggu mereka di pertigaan jalan raya magelang – Yogyakarta yang menuju KETEP PASS. mungkin sekitar 1jam lebih kami harus menunggu mereka, sehingga kami kehilangan momen indah saat sunrise dalam himpitan Merbabu dan Merapi. namun tak apalah, yang penting kami tidak kehilangan teman kami ini.

setelah semua berkumpul, saatnya menuju KETEP PAS dengan tanjakan yang tidak ramah terhadap 2 buah motor matic yang kami pakai. beberapa kali kami harus bergerak meliuk untuk mencoba mengembalikan akselerasi dari matic kami ini. sedikit perjuangan kami sampai di KETEP PAS yang kala itu sudah ada penjaga tiket (kok rajin sekali ya, padahal niatnya by pass,,eheheh Open-mouthed smile)

segera tak lupa foto – foto aneh dan banyolan muncul dalam setiap aktivitas kami, perut yang lapar karena belum merasakan sarapan tidak mengganggu kami saat itu.

bergerak bebas, serasa tempat tersebut adalah milik kami, bertingkah gila seolah kami (saya tidak termasuk) pasien RSJ.

setelah dirasa puas bergila-gilaan (sekali lagi, saya tidak termasuk), kami segera menuju tempat parkir kendaraan kami.

kami menyempatkan diri berfoto di sebuah bus pariwisata yang terparkir di salah satu sudut parkiran tersebut.

segera kami bergerak menuju Kota Magelang untuk mencari sarapan untuk mengisi energi kami.

setelah merasakan sarapan ketupat tahu khas magelang, pergerakan selanjutnya adalah menuju Taman Rekreasi Keluarga Kyai Langgeng yang berada di daerah pusat Kota Magelang. seusai menyerahkan kendaraan kami kepada tukang parkir. segera kami berlanjut ke penguasa loket tiket untuk membayar kewajiban kami sebagai pengunjung.

bisa dikatakan taman ini sangat terasa sejuk, terlebih saat cuaca panas seperti saat ini.

naungan pepohonan dan juga gazebo yang bersih menambah kenyamaman untuk beristirahat melepas lelah dan ngantuk.

setelah berbagai kegiatan kami lakukan di Taman Kyai Langgeng, tiba saatnya untuk beralih ke tujuan kami selanjutnya, yaitu Candi Borobudur.

Baca Juga :  Gedong Songo, Ada Cerita Dibalik Damainya Alam

namun sebelum menuju Candi Borobudur, kami sempa beristirahat terlebih dahulu di sebuah masjid.

setelah istirahat dirasakan cukup, kami segera melanjutkan perjalanan kami. perjalanan sekitar 45 menit mengantar kami ke tempat parkir objek wisata Candi Borobudur.

jarak dari lokasi pembelian tiket masuk menuju candi cukup jauh, sehingga kami mengisi perjalanan dengan berbagai canda tawa hingga saling meledek.

sore hari yang mendung tersebut membuat kami merasa nyaman untuk berkeliling dan berfoto.

terasa sekali tubuh telah benar-benar lelah, sehingga kami seringkali lebih memilih duduk dan melihat orang-orang yang berjalan bersliweran di sekitaran kami.

kami akhirnya bergerak untuk pulang, perjalanan dari kawasan candi menuju pintu keluar ternyata sangat jauh dikarenakan harus memutar dan melewati blok penjualan souvenir dan kerajinan tangan.

tibalah saat dimana para personil wanita mengeluarkan tabiat aslinya, sok menawar padahal tidak membeli (maklumi saja). sehingga para laki-laki terkadang harus menengok untuk memastikan mereka tidak hilang dalam kerumunan.

alhasil karena gerakan kami yang terkadang terhenti di perjalanan menuju pintu keluar, kami menjadi pengunjung terakhir yang melewati pintu keluar sebelum akhirnya digembok oleh petugas.

perjalanan menuju semarang pada malam hari sempat ditemani hujan, dan sempat membuat rombongan sempat terputus beberapa menit. akhirnya dengan selamat tanpa ada halangan berarti, kami semua telah merapat ke BROngkos 13. setelah berfoto bersama, saatnya kami kembali ke tempat tinggal masing –masing.

sebuah perjalanan yang melelahkan namun menyenangkan, berbagai kejadian mulai dari tertawa hingga geram terkadang mewarnai cerita kami hari ini.

namun itulah yang dinamakan warna-warni kehidupan. dimana semua takkan indah untuk dikenang apabila tanpa liku dan tanpa terlupa

2 COMMENTS

Leave a Reply