Indah Pagi diantarkan Kereta Pasundan

  • Post author:
  • Post category:Keliling
  • Post comments:2 Comments
  • Post last modified:January 12, 2015
  • Reading time:3 mins read
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
selamat pagi semesta dari balik jendela 😀

Serasa menjadi beruang yang telah selesai berhibernasi, sudah lama rasanya tidak menulis lagi dan saatnya kembali menuliskan ingatan sebelum terhapus oleh waktu. Kesibukan dan rasa malas kadang datang berdampingan, sehingga melupakan senam jari di atas papan ketik ini. Baiklah, saatnya kembali melepas penat dengan bernostalgia pada perjalanan tahun kemarin :D.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
cukuplah lengang untuk meluruskan kaki 🙂
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
siluet alam dan tabir fajar


 

Perjalanan ini saya lakukan dari Bandung menuju Yogyakarta, menggunakan kereta kelas ekonomi AC yang sekarang sudah nyaman sekali rasanya untuk duduk dan menikmati perjalanan. Perjalanan saya lakukan pada siang hari dengan tujuan untuk menikmati pemandangan dari jendela kereta. Nama keretanya Pasundan, yang jelas saya berangkat dari stasiun Kiaracondong pukul 5 pagi sepertinya. Rute kereta Pasundan dari Bandung menuju Yogyakarta berupa perbukitan yang menurun hingga pesisir pantai selatan, sehingga saat melintas daerah garut, saya akan disuguhi berbagai macam bukit dan gunung yang bergerak menjauh seiring mendekatnya jarak saya menuju Yogyakarta. Duduk sengaja memilih bangku di sebelah utara, dengan tujuan menanti semburat fajar yang mendamaikan hati.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
tempat gelasnya aja berpasangan *ehem
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
lestari alamku, lestari kebunnya orang 😀

kereta mulai berjalan saat masih gelap ketika melintasi daerah perkotaan Bandung, saat matahari mulai memberikan rona fajarnya ke permukaan bumi, saya mulai terhipnotis pemandangan di luar jendela kereta itu. Gunung dan bukit tertata menanti sinar fajar dari timur, langit yang mulai bergradasi dari hitam-jingga-biru berpadu menghias langit pagi itu. Terkadang kabut masih enggan melepas pelukan dinginya pada embun di dedanuan.

Baca Juga :  Warna-Warni Bunga Krisan di Desa Wisata Poncokusumo, Kabupaten Malang
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
itu gunung….tapi gak tau nama gunungnya apa 😀
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
memanjakan mata di pagi itu
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
ini kabut alami ya bro, bukan fogging buatan

cukuplah duduk mendekat pada dinding gerbong yang terasa cukup lengang pagi itu, saya keluarkan kamera sembari mengatur pengaturan pada kamera agar gambar yang didapat tidak terlalu kabur akibat laju kereta yang menuruni perbukitan dengan cepat.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
rona fajarnya mulai menghilang
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
senantiasa menemaniku, kini kamu pensiun dulu ya 😀

sesekali saya mendiamkan kamera, mencoba menatap harapan pagi dan refleksi beberapa perjalanan yang telah saya lalui. Saya termasuk orang yang jarang menggunakan kereta api karena memang rute yang saya lalui jarang bersinggungan dengan ular besi ini. Terasa nikmat rasanya saat duduk menyandarkan badan dan menikmati pagi yang sering saya lewatkan bersama raungan shutter.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
sawah yang ditanami padi mulai terlihat

Pagi tetaplah pagi, ia dinanti dan tak terelakan pergi, tertelan oleh siang, ditarik oleh gempita manusia dalam berbagai  pahala dan dosa.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
sampai jumpa lagi, wahai pagi 🙂

Hamparan dataran rendah berupa sawah dan kebun campuran menandakan saya sudah mulai memasuki kawasan pesisir selatan Pulau Jawa. Waktu terhempas oleh jarak yang kini harus saya tapaki menuju perjalanan-perjalanan lainnya. Kelak akan saya ulangi perjalanan ini, mengemasi bekal untuk masa tua nanti 😀

ghozaliq

Blogger di bawah garis amatir asal Banjarnegara yang punya sampingan sebagai fotografer 360. Belajar menulis semenjak belajar fotografi khususnya bidang Landscape. Menyukai aktivitas luar ruangan dan warung sederhana di pinggir jalan. Mari menghitung bintang daripada menghitung denyut nadi.

This Post Has 2 Comments

  1. fajar rois

    KA Pasundan….paling seneng kalo balik ke jombang pake KA ini…pemandangan waktu masih di daerah pegunungannya bikin ati adem..hahaha..

    1. ghozaliq

      hahaha iya, trayeknya sampai Banyuwangi kalau tidak salah.
      memang, naik kereta itu pemandangannya lebih sejuk, terlebih saat melintasi pegunungan.

Leave a Reply to fajar rois Cancel reply