Arsip Kategori: Gunung

perjalanan di gunung

Pitulasan di Petilasan Gunung Muria

Pitulasan berarti Tujuh Belasan dalam Bahasa Jawa, sedangkan Petilasan merupakan tempat bertapa bagi para orang-orang dahulu, baik untuk mencari pencerahan maupun mencari pusaka.

Perjalanan kali ini saya lakukan pada tanggal 17 Agustus 2015 di Gunung Muria dengan Puncak B29 sebagai tujuan  sebelum turun kembali.

Kudus terasa panas sekali siang itu, yang dengan cepat menguapkan harapan saya menikmati keindahan alam di Karimun Jawa. Gelombang tinggi menjadi satu-satunya alasan mengapa tidak ada penyebrangan ke Karimun Jawa pada minggu itu. Kudus menjadi kota tempat saya transit selama menanti kabar baik dari pihak pelabuhan Kartini, Jepara. Continue reading Pitulasan di Petilasan Gunung Muria

Pendakian Gunung Prau via Jalur Wates, Temanggung. Keramahan warga dan alam dalam kabut syahdu.

#prolog

Artikel ini saya tujukan untuk teman bloger saya, mas Hilman Firdaus yang baru-baru ini telah membuat perubahan besar dalam hidupnya, yaitu menikah. Selamat ya mas, anggap saja artikel ini sebagai kado pernikahan ya….., . Semoga selalu rukun dan langgeng sampai cucunya punya cucu lagi, amiiin😀. Singkat cerita Istrinya mas Hilman ingin naik gunung bareng Sang Suami, jadilah Gunung Prau yang dipilih untuk merasakan keromantisan di atas awan.

#intro

Gunung Prau sangat menjadi favorit bagi para pemula yang mencoba kemampuan fisik dan keterbatasan alat mereka. Pendaki senior juga mungkin menjadikan gunung prau untuk bernostalgia ketika tidak memiliki waktu cukup lama untuk berlibur ke gunung. Dari segi aksesbilitas dan jarak, memang pos pendakian via Patak Banteng menjadi primadona. Basecamp pendakian yang berada di tepian jalan raya Wonosobo – Dieng membuat angkutan umum semakin ramai oleh para pendaki. Jalur pendakian yang cukup singkat yang hanya sekitar 2-3 jam saja sudah bisa mencapai area puncaknya.

POSTINGAN PANJANG, HARAP MEMBACA DENGAN TELITI DAN SEKSAMA, SIAPA TAHU ADA INFORMASI BARU YANG BISA ANDA DAPATKAN, ATAU JUGA ADA KESALAHAN DALAM ARTIKEL INI YANG BISA ANDA KOREKSI. Continue reading Pendakian Gunung Prau via Jalur Wates, Temanggung. Keramahan warga dan alam dalam kabut syahdu.

Tanam Pohon di Kedah Bersama Mr. Jali dan Polusi Hutan Taman Nasional Gunung Leuser

Ghozaliq Kedah TNGL (12)
Cukup melelahkan juga membawa motor bebek melalui jalan tanah berbatu lepas sampai titik ini

Sedikit membenarkan letak topi coklat ini ketika saya meneguk air mineral, terasa panas sekali saat itu walau kami berada pada ketinggian sekitar 900 mdpl. Lokasi yang dipilih untuk kegiatan tanam pohon tersebut memang tepat adanya. Hanyalah rerumputan yang tak lebih dari lutut orang dewasa yang terlihat di sekitaran kami saat masih khidmat mengikuti upacara pembukaan kegiatan tersebut.

Ghozaliq Kedah TNGL (5)
Semua para anggota polisi hutan disiapkan untuk berbaris

Tengah tahun 2012 yang lalu saya mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Polisi Hutan daerah Kabupaten Gayo Lues dan beberapa pejabat, serta tokoh masyarakat di sekitaran kaki Gunung Leuser. Terlihat geliat para Polisi Hutan yang merasakan terik terlalu dekat dengan mereka saat lembar demi lembar kertas pidato berganti secara pelan dan dramatis. Continue reading Tanam Pohon di Kedah Bersama Mr. Jali dan Polusi Hutan Taman Nasional Gunung Leuser

Dalam Sebuah Pendakian, Ada Harapan dan Kenyataan

tenang, damai, dingin, lelah, dan ngantuk

Beraktivitas di alam bebas memang menurut saya sangat bisa melemaskan pikiran yang kusut dan berantakan. Banyak sekali referensi wisata di alam bebas baik di gunung maupun di pantai. Cerita serta foto yang menawan akan selalu membuat kita ingin mencobanya. Saya termasuk salah satu orang yang sempat terinspirasi kisah-kisah perjalanan yang ditulis baik oleh para traveler professional maupun traveler dadakan yang sering melalang buana di dunia maya. Kisah yang paling sering saya baca adalah ketika para traveler tersebut menceritakan atau mungkin mengimajinasikan perjalanan naik gunung. Beberapa hal sempat saya bayangkan sebelum melakukan kegiatan tersebut, namun entah ceritanya yang berlebihan atau saya yang terlalu mengharap mendapatkan kondisi yang sama seperti itu. Manusia tetaplah manusia, kondisi terburuknya adalah ketika berada dalam situasi yang kontras dengan keadaan yang biasa dilakukan sehari-hari.

Beberapa point di bawah ini adalah keadaan yang dulu pernah INGIN saya rasakan ketika naik gunung dan KENYATAANNYA memang tidaklah seindah cerita-cerita para traveler yang saya baca.

Packing secara rapi dan efisien.

                Melakukan daftar yang akan dibawa itu memang harus, sebisa mungkin selengkap mungkin dengan kondisi yang akan kita hadapi di gunung. Ketika daftar bawaan sudah tertulis lengkap, saatnya mengumpulkannya satu lokasi kemudian memasukkannya ke dalam tas carrier. Saya dulu biasanya membawa consina alpinist 70+5 liter, namun dengan bawaan perlengkapan tim saja rasanya sudah lebih dari duapertiga volume tas, belum lagi perlengkapan pribadi yang memang harus dibawa, belum lagi nanti logistic yang saya beli dijalan, kemudian melakukan packing ulang di basecamp.

mengemas barang keperluan tim itu tidak sederhana

Dari semua barang yang sudah masuk daftar tadi terkadang ada yang tertinggal di kos, atau tidak terbeli saat belanja logistik, atau tidak dipersiapkan secara maksimal sebelum meninggalkan kos seperti baterai yang lupa belum diisi ulang. Saya cenderung lebih suka melebihkan barang bawaan daripada nanti kekurangan barang yang dibutuhkan ketika di perjalanan. Itulah yang membuat packing asal masuk dan yang penting terbawa di dalam tas. Perlu waktu agar saya dapat memahami packing yang efisien dan rapi, secara perlahan dari waktu ke waktu seiring perjalan saya di gunung, dan itu memang bisa belajar dari orang lain dan belajar sendiri. Continue reading Dalam Sebuah Pendakian, Ada Harapan dan Kenyataan

Hasil BenQ GH600 di Gunung Sindoro

Foto berikut ini saya dapatkan dengan menggunakan kamera BenQ GH600 saat melakukan pendakian di Gunung Sindoro jalur Sigedang pada Agustus 2014. Beberapa foto saya edit untuk mendapatkan kontras dan koreksi kamar gelap agar hasil foto bisa sedikit lebih baik dari bawaan kamera.

hijau semua di sana sini😀
birunya terlihat over saat bersanding dengan awan

Continue reading Hasil BenQ GH600 di Gunung Sindoro

Cara Memilih Sandal Gunung yang Baik dan Benar

Sepasang sandal eiger yang saya miliki, 2010 dan 2015

Alas kaki, peralatan satu ini memang sudah menjadi pasangan bagi kita ketika sedang melakukan kegiatan apapun, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Untuk kegiatan di luar ruangan yang menuntut kekuatan serta kenyamana memang menjadi syarat mutlak menurut saya. Saya tidak ingin ketika dalam tempat yang jauh dari warung, tiba-tiba sandal saya putus di tengah jalan, atau sobek sehingga perjalanan saya terganggu atau bahkan terhenti sehingga harus kembali ke rumah.

Berikut tips dalam memilih sandal gunung untuk aktivitas luar ruangan anda berdasarkan pengamalan saya.
1. Ukuran
Pastikan ukurannya pas, tidak terlalu kecil dan t?ak terlalu besar. Imbasnya jika anda mengenakannya tanpa kaos kaki maka akan membuat kaki anda lecet karena tertekan atau karena sandal tersebut sering bergeser. Continue reading Cara Memilih Sandal Gunung yang Baik dan Benar

Bukit Sikunir dan Bisiknya kepada para penjamah

Jpeg
Kebanyakan orang heboh di sini pagi hari

Akhirnya terlunasi juga membawa si bungsu ke Bukit Sikunir walau tidak mendapatkan matahari terbit yang katanya bagus. Musim kering memang menjadikan jalan menuju puncak bukitnya menjadi sangat berdebu, untung saya memakai masker yang bisa menghalau debu-debu tersebut. Continue reading Bukit Sikunir dan Bisiknya kepada para penjamah