Lelaki dan Bola

2011-12-29 11.09.44 (Copy)

Bola dan laki-laki, adalah 2 hal yang bisa dikatakan merupakan hal mencirikan satu sama lain di sekitar kita. Bila berjalan sore hari di lapangan desa saat saya masih duduk di bangku SD hingga SMP, tentu saja riuh gempita 2 klub dadakan yang tanpa suproter itu selalu mengisi ruang sepi di lapangan desa. Cuaca hujanpun tetaplah terdengan sepak renyah dari masing-masing kaki telanjang rekan sebaya saya, bahkan semakin deras hujan maka semakin seru tempo permainan bola yang sering terselip tawa melihat adegan terpeleset dan beragam selebrasi gol ke gawang lawan tersebut. Adzan maghrib biasa atau redanya hujan sering menjadi peluit panjang bagi kami untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Berbilas air bersih dan menghangatkan diri bersama keluarga sejenak sebelum duduk di meja belajar hingga tertidur kemudian terbangun dalam kondisi PR yang belum diselesaikan. 😀

Sesampainya di sekolah, obrolan antar para siswa laki-laki juga tidaklah jauh dari seputaran bola dan beragam aktivitas fisik laiinya. Pada saat saya masih sekolah dulu, gadget dan smartphone tidaklah setenar sekarang yang sering membuat masing-masing pribadi disibukkan dengan gadgetnya masing-masing. Penyebaran informasi melalui internet memang menjadi sangat cepat sekali pada saat ini, berbeda dengan waktu saya saat masih sekolah, dimana penyebaran hanya melalui media cetak, radio dan televisi. Sehingga ketika ada satu anak yang cukup tajir untuk membeli sebuah koran berisi materi bola, maka akan segera termulitasi di dalam kelas, masing-masing sibuk membaca halaman favoritnya.

Baca Juga :  Lomba Bonjour Hima Biologi UNY 2014

Halaman yang paling ramai diperebutkan adalah halaman yang berisi informasi klasemen sementara, baik klasemen liga inggris, liga italia, liga spanyol, liga jerman, dan tak ketinggalan liga indonesia.

Maklum, pada masa itu memang harga sebuah tabloid cetak bertema olahraga sama dengan uang saku saya sehari. Bayangkan saja apabila saya harus membeli tabloid cetak itu setiap hari, tentu saja saya tidak jajan di sekolah dan jalan kaki untuk menuju sekolah, hehehe.

Sekarang memang sudah terasa nyaman sekali untuk mengetahui informasi klasemen liga inggris maupun liga-liga lainnya, cukup menggunakan smartphone anda untuk melihat urutan posisi team favorit anda dalam klasemen tersebut.

Jika diingat-ingat lagi, masing-masing teman saya memiliki jagoan klubnya masing-masing, dan sudah jadi sebuah kebiasaan untuk menggoda maupun mengejek saat team favorit teman saya tersebut kalah dalam suatu pertandingan, terlebih jika dia dikalahkan oleh team favorit saya. Namun sekarang semua sudah terasa berbeda, jarak dan waktu memisahkan kami yang dulu biasa berjumpa hingga lepas akhir bel akhir pelajaran, sekarang hanyalah lewat dunia maya kami saling sapa tentang kabar dan keluarga.

2 COMMENTS

  1. Jaman memang sudah berubah ya. bahkan anak-anak jaman sekarang pun sudah jarang menghabiskan waktu bermain bersama, banyak yang sibuk dengan gadget masing-masing 🙁

    • iya kak, semua peradaban ada karakteristiknya masing-masing, dan bagi kita golongan berumur itu tak lazim dalam hati kecil kita, begitu pula saat kita kecil mungkin tak lazim bagi orang tua kita.
      yang penting tetap dekatkan mereka ke alam, sehingga mereka lebih paham kenapa Tuhan memberikan kita tangan dan kaki 😀

Comments are closed.