11 Perbedaan Cara Menikmati Radio Pada Masa Dahulu dan Sekarang

Screenshot_2015-11-24-20-47-04

Lewat radio
aku sampaikan
Kerinduan yang lama terpendam
Terus mencari
biar musim berganti
Radio cerahkan hidupnya
Jika hingga mati ku tak bisa
Menemukan hatinya
Menemukan hatinya
Menemukan hatinya lagi

Lirik Sheila on 7 – radio

Durasi mendengarkan radio akhir-akhir ini lebih sering daripada menyaksikan acara televisi. Saya hanya menyalakan televise ketika ada acara-acara seperti talkshow yang menginspirasi, standup, sedikit berita, atau saat ada motoGP. Selain memang televisi pada channel lokal yang menurut saya hanya 5% yang berkualitas dan netral, menonton televisi juga menyita waktu untuk melongo menatap layar.

Saat masih SMP hingga SMA saya sering sekali mendengarkan radio saat berada di kamar, karena televisi telah dikudeta untuk menonton sinetron :D. Radio itu enaknya bisa cukup hanya didengarkan, sehingga kita bisa mengerjakan hal yang lain. Kita cukup menggunakan indera pendengaran dan sedikit menajamkannya ketika ada hal yang menarik untuk dicerna.

Ada beberapa hal yang saya rasakan saat masih menjadi radioholic saat masih mengenakan logo OSIS di dada kiri saya. Apakah anda juga merasakan hal yang sama ketika menjadi penggemar radio dari dulu hingga sekarang?

-cerita ini berkisah antara akhir tahun 90an hingga 2010an-

Read more

Lelaki dan Bola

2011-12-29 11.09.44 (Copy)

Bola dan laki-laki, adalah 2 hal yang bisa dikatakan merupakan hal mencirikan satu sama lain di sekitar kita. Bila berjalan sore hari di lapangan desa saat saya masih duduk di bangku SD hingga SMP, tentu saja riuh gempita 2 klub dadakan yang tanpa suproter itu selalu mengisi ruang sepi di lapangan desa. Cuaca hujanpun tetaplah terdengan sepak renyah dari masing-masing kaki telanjang rekan sebaya saya, bahkan semakin deras hujan maka semakin seru tempo permainan bola yang sering terselip tawa melihat adegan terpeleset dan beragam selebrasi gol ke gawang lawan tersebut. Adzan maghrib biasa atau redanya hujan sering menjadi peluit panjang bagi kami untuk segera pulang ke rumah masing-masing. Berbilas air bersih dan menghangatkan diri bersama keluarga sejenak sebelum duduk di meja belajar hingga tertidur kemudian terbangun dalam kondisi PR yang belum diselesaikan. 😀

Read more

[Ebook] perjalanan ke nglimut bersama BroNgkos

Dulu belum begitu tertarik untuk membuka Adobe InDesign, karena belum tau fungsinya. lama kelamaan tertarik juga untuk membuka, akhirnya tahu kalau aplikasi ini digunakan untuk membuat layout semacam majalah, pamflet atau sejenisnya. setelah mencoba beberapa layout, lalu saya tutup saja karena belum memiliki ide mau membuat apa menggunakan aplikasi tersebut.

tetapi semenjak meninggalkan dunia game dan perfilman (sebagai konsumen), saya mulai mencoba kembali aplikasi ini. iseng – iseng mencoba membuat semacam komik dengan tema beberapa perjalanan dengan teman – teman. lama kelamaan cukup ketagihan untuk  mengorek ide agar cerita tidak menyimpang namun dapat menghibur teman ketika membacanya.

Read more

Semburat Jingga Dalam Kenangan

Foto-foto berikut ini saya ambil ketika senja mulai menampakkan keanggunannya yang dibelai dengan lekukan gemulai topografi bukit yang menyiratkan warna keasrian. sejak dari dulu selalu saja mencari keindahan senja di pantai, namun kali ini terasa berbeda rupanya. senja di perbukitan tak kalah menarik juga, terlebih untuk  diabadikan dan tersirat cerita dalam setiap frame digitalnya. semua gambar-gambar ini dulu menjadi santapan setiap sore ketika musim kemarau. cukup berjalan 10 menit dari pintu rumah, saya sudah bisa mulai mensyukuri ciptaan-Nya

silahkan menikmati, bila anda ingin membaca sedikit cerita dan kisah tentang foto-foto ini, anda bisa mengklik link di bagian bawah posting ini.

Read more