Home kisah

kisah

Sabang, Titik awal dimana keindahan Indonesia dimulai (part 2 of 2)

pantai keunekai

Hari kedua berada di Pulau Weh (Sabang) tidak serta merta membuat hasrat kami untuk bangun pagi terukir dalam cerita pagi itu. Waktu masih menunjukkan pukul 6.30 WIBB (waktu indonesia barat banget), walau kami tak menengok ke luar jendela tetapi kami yakin kalau matahari belum terbit. Alhasil tidur kucing (terlelap tak bisa, bangun pun malesss…) membawa kami pada pukul 8.00 WIBB, antrian satu kamar mandi untuk 6 orang mengingatkan akan masa-masa kos. Sekitar pukul 9.00 WIBB kami meluncur mencari sarapan. Setelah mampu melahap semua koloni nasi dan sekitarnya, kami kembali ke penginapan untuk mulai merancang skenario petualangan hari ini.

danau aneuk laot

Setelah melihat jarak dan daftar aktivitas yang bisa dilakukan di masing-masing obyek, maka segera kami meluncur ke lokasi yang dinamakan danau aneuk laot. Hanya berjarak 5 menit dari penginapan kami, ternyata obyek wisata ini belum sepenuhnya siap untuk dikunjungi, dimulai dari ketiadaan plang untuk menuju bibir danau secara akurat. Serta tidak adanya dermaga kecil untuk sekedar merasakan tawarnya air danai tersebut.Read More »Sabang, Titik awal dimana keindahan Indonesia dimulai (part 2 of 2)

Sabtu Pagi bersama Mas Pengamen Spesialis Galau

Dedaunan hasil infra merah dari kamera tepat di depan kamar kos

Sinar mentari pagi tadi dengan lembut menyapa punggung komputer pangku saya. Saya berhadapan dengan layar laptop sekaligus dengan pintu yang menghadap ke halaman di depan pintu kamar saya persis. Sayup sayup terdengar dari kejauhan suara lantang dan yakin ketika menyanyikan lagu “Rama – Bertahan”. Walau terdengar lirih, namun saya sudah paham kalau itu adalah pengamen di ujung gang sana, yang sebentar lagi paling akan mampir di depan pintu kamar kos saya. Setelah suara yang menyanyikan lagu “Rama – Bertahan” tersebut hilang, dalam hitungan aba-aba air maka saya sudah bisa melihat pengamen yang berdandan cukup rapi untuk ukuran seorang pengamen dengan tas ransel yang sewarna dengan kaos gelapnya. Terlihat pula tas pinggang yang memeluknya dari sebelah kiri. Dengan topi bermodel seperti topinya “chappy chaplin” (saya tidak tahu apa namanya) disertai kacamata gelap yang menyembunyikan kemana arah lirik matanya, yang jelas bukan untuk menyembunyikan mata “sharingan” miliknya.Read More »Sabtu Pagi bersama Mas Pengamen Spesialis Galau

[Photobook] WISATA BUDAYA – PPG UNY 2013 (TAWANGMANGU-SANGIRAN-SOLO)

IMG_5135

Ebook Wisata Budaya ini saya cetak setelah ada inspirasi untuk menjadikannya sebagai photobook. Saya menghubungi beberapa teman yang mungkin bisa saya pahami akan berminat dengan ikut mencetak ebook Wisata Budaya ini.
Ada 11 orang kloter pertama yang saya tawarkan, untuk pembayaran dilakukan nanti setelah buku jadi dan siap kirim. Sehingga saya harus menanggung ongkos untuk 11 buku tersebut.Read More »[Photobook] WISATA BUDAYA – PPG UNY 2013 (TAWANGMANGU-SANGIRAN-SOLO)