5 Barang Pendukung Traveling yang Ingin Saya Miliki di Tahun 2017

Bagi sebagian orang, traveling masih bisa dianggap sebagai kegiatan mahal, ada juga sebagian orang lain yang menganggap bahwa traveling adalah sebuah gaya hidup. Berbeda dengan anggapan saya, selama ini saya traveling sebagian besar adalah karena faktor kerjaan atau kegiatan yang membuat saya bisa mampir ke tempat-tempat yang bisa dikatakan adalah tempat wisata.

 

Dalam kegiatan tersebut maka jaranglah saya memiliki peralatan khusus yang diposisikan sebagai penunjang traveling saya. Palingan saya hanya membawa kamera DSLR standar dengan tripod sederhana. Jika saya sedang naik gunung, maka saya masih setia dengan tenda lama saya yang sudah berumur hampir 4 tahun.

Sempat terlintas pikiran untuk melakukan upgrade beberapa benda tersebut, namun juga dalam hal lain saya juga menyimpan keinginan untuk memiliki barang lainnya. Dalam artikel ini saya mencoba membuat daftar yang berisi 5 barang yang ingin saya miliki di tahun 2017 untuk menunjang kegiatan baik traveling maupun kegiatan kerja saya.

Dalam daftar berikut ini saya urutkan dari yang paling kecil hingga besar. Pembuatan daftar ini setelah pemikiran panjang dengan melihat kembali berbagai kegiatan traveling yang saya lakukan. Berikut ini daftar 5 barang tersebut :

 

1. Action Yi Cam International

Saya sering sekali kehilangan berbagai moment penting ketika saya sedang melakukan perjalanan atau berkegiatan traveling. Semua dikarenakan saya tidak memiliki kamera khusus yang cocok untuk kegiatan saya. Hampir tidak mungkin saya membawa kamera DSLR saat sedang rafting atau tetap menenteng DSLR saat saya melalui jalan off road.

Rasanya sayang sekali jika dalam banyak kegiatan yang saya lalui, ada sebagian peristiwa yang tidak terdokumentasikan, terlebih berupa kejadian penting. Untuk menghidari hal semacam inilah kenapa saya meletakkan Action Cam Yi Cam Internasional ke dalam urutan pertama.

Beberapa bulan ke depan saya juga akan bertugas di sebuah pulau dengan pesona taman bawah laut yang menggoda untuk diselami lebih dalam, tentu saja dengan memiliki action cam Yi Cam International akan membuat saya lebih mudah untuk mendokumentasikan taman bawah laut tersebut. Sempat terpikirkan juga untuk membuat sebuah peta berbasis daring yang terintegrasi antara data GIS, Foto dan Video serta beragam keterangan tentang persebaran dan potensi taman bawah laut.

Baca Juga :  Mudik 2015 : Rutinitas Peradaban Tahunan

Walaupun sudah tersedia Yi Cam 4K, namun saya tidaklah begitu mengincarnya. Selain harganya yang memang belum cocok untuk saya, hasil video dengan resolusi 4K sepertinya masih belum begitu berguna untuk saya. Dari segi price to performance tentu saja Action Yi Cam International menjadi idaman saya, selain multifungsi untuk digunakan dalam berbagai kondisi, ketersediaan aksesorisnya juga melimpah dengan harga terjangkau.

Dengan harga Rp. 999.000 saja, maka kita sudah bisa mendapatkan Action Cam Yi Cam.

2. Drone Syma X5HC

Dahulu saya menganggap bawah drone adalah sebuah benda yang mahal sehingga tidak mampu terjangkau oleh orang seperti saya. Rupanya beberapa produsen dari Tiongkok sudah menyajikan beberapa pilihan di bawah satu juga. Dikarenakan harga yang ekonomis itulah kenapa sekarang banyak sekali drone yang beterbangan di tempat wisata.

Dalam kegiatan traveling, saya sering menemukan beberapa kondisi yang mungkin akan lebih baik apabila menggunakan drone. Saya menempatkan drone sebagai penyambung indra pengelihatan saya, semisal saya sedang berada di bawah air terjun, lalu ingin mengintip bagian atasnya. Kondisi lainnya apabila saya berada di sebuah persimpangan dengan pandangan horizontal yang terhalang, maka saya cukup mengintip dari atas untuk melihat jalan yang sebenarnya.

Untuk drone ini pada beberapa pilihan harga dengan spesifikasi yang ditawarkan. Rata-rata sudah tersemat kamera kecil dengan kualitas yang bisa dibilang cukup OK.

Untuk drone Syma X5HC ini saya temukan dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp. 960.000

Baca Juga :  Melewati Senja bersama peserta Workshop PIONER

 

3. Tripod + Monopod Beike BK QZSD-666

Sebenarnya saya sudah memiliki tripod, namun dengan fitur yang masih strandar dan terlihat sederhana. Beberpa kendala menjadikan saya perlu melakukan upgrade pada tripod saya ini. Selain dikarenakan berat yang cukup menjadi pertimbangan ketika harus membawanya saat naik gunung, Tripod yang saya miliki saat ini juga terasa kurang stabil ketika ada angin yang menerpa.

Fitur pada Tripod Beike BK QZSD-666 yang menjadi perhatian saya adalah fitur yang ditawarkan, seperti bobot yang ringan namun tetap stabil saat digunakan. Ball head yang ditawarkan juga akan mempermudah pengoperasian ketika memotret. Tripod Beike BK QZSD-666 ini juga bisa digunakan sebagai monopod, sehingga sangat mendukung apabila kita tidak memerlukan tripod dalam beraktivitas.

Untuk Tripod Beike BK QZSD-666 ini sendiri bisa ditemukan dengan harga yang beravariasi. Untuk Tripod Beike BK QZSD-666 yang ingin saya miliki seharga Rp. 680.000.

 

4. Teropong Bintang F70060

Sebagai anak yang tinggal di desa kecil, malam bertabur bintang adalah hal yang biasa untuk saya nikmati dari teras rumah. Sejak dari Sekolah Dasar saya selalu memimpkan untuk bisa meneropong bintang dari halaman depan rumah. Saya sering menemukan beberapa gambar rasi bintang atau permukaan bulan yang terlihat sekali.

Pada tahun 2012 saya akhirnya bisa memotret galaksi bimasakti dengan kamera DSLR saya, namun ketika saya lakukan pembesaran, maka hanyalah titik putih yang muncul dalam bingkai digital tersebut. Lama-kelamaan saya jarang memotret malam, saya malah sudah lupa bagaimana rasanya tidur di bawah taburan bintang.

Sebuah rasa rindu untuk menikmati bintang kembali muncul, ingin rasanya pergi ke suatu tempat yang bebas dari polusi cahaya lalu duduk santai sembari mengarahkan teropong bintang ke arah yang saya inginkan. Mungkin itu adalah cara melewatkan malam versi impian saya untuk tahun ini.

Teropong bintang bukanlah barang yang terlalu mahal, untuk kualitas yang biasa saja masih bisa kita dapatkan dengan harga di bawah satu juta rupiah. Walaupun fiturnya belumlah lengkap, namun bila hanya digunakan untuk melihat bintang atau bulan lebih dekat maka sudahlah cukup.

Baca Juga :  Sabtu Pagi bersama Mas Pengamen Spesialis Galau

Maka dari itu saya sempat berkeliling secara online, untuk mencari teropong bintang sederhana. Lalu saya mendapati Teropong Bintang dengan bukaan 60mm dan panjang fokus 700mm. Sudah cukup untuk bisa melihat kawah yang ada di permukaan bulan. Harganya juga ideal sekali, yaitu Rp. 850.000.

 

 

5. Tenda Naturehike Silent Wing

Saya pertama kali memiliki tenda sendiri pada tahun 2012, yaitu tenda Eiger Replacement tenda itu hanya saya gunakan di dua gunung, pertama Gunung Kemiri, sedangkan yang kedua adalah Gunung Sinabung. Sesuai kegiatan pendakian tersebut, maka tenda Eiger Replacement saya jual. Hingga pada tahun 2013 saya masih betah menggunakan Eiger Storm hingga sekarang.

Seiring dengan berjalannya waktu, tenda Eiger Storm tersebut kini sudahlah tidak setangguh dahulu. Beberapa frame sudah retak bahkan ada yang patah, lapisan alas tenda juga sudah mulai bocor di beberapa titik. Rasanya sudah saatnya untuk mencari pendampingnya dengan teknologi yang lebih baik.

Ada satu tenda yang sedang saya incar untuk bisa didapatkan di tahun 2017, yaitu tenda naturehike Silent Wing. Ada alasan mengapa saya memilih tenda tersebut, yaitu :

  • Bobot yang hanya 1,4 Kg
  • Sudah memiliki dual layer
  • Memiliki footprint untuk mencegah rembesan
  • Frame menggunakan aluminium alloy
  • Ketersediaan teras yang tentunya mendukung untuk digunakan dalam berbagai cuaca

Setelah saya mencarinya melalui toko online, maka saya mendapatinya dengan harga Rp. 925.000, cukup murah untuk tenda yang memiliki fitur lengkap tersebut.

 

Semoga saja semua barang impian saya tersebut bisa saya dapatkan di tahun 2017 ini agar semakin membuat kegiatan traveling saya semakin padat.

 

23 COMMENTS

  1. Tenda sm carrier dr sejak lama aku blm kesampaian mas wkwkwk. Skrg jalan jauh juga sih.
    Sama upgrade kamera juga, DSLR masih menjadi idaman karena mirrorless kayaknya ga kuat harganya hehehe

    • Ahaha iya Mas, tenda sama carrier mulai merangkak naik pelan-pelan harganya lho…

      Mirrorless sama DSLR gak begitu jauh lah Mas, nanti saya bilangin ke Pak Ganjar kalau njenengan pingin DSLR, wkakwka

  2. Bukan barang tapi pendukung digandeng pas traveling apa hayo mas? wkkw

    Iya sih bawa tripod suka males beratnya yak? Terus panjangg gitu jadi suka ditinggal kalau ga niat banget bawa.

Leave a Reply