12 Objek Wisata Alam di Tidore [3d Map-webGIS-Foto 360]

286
views

Semasa saya kecil hingga sekarang ini, nama Pulau Tidore selalu dekat dengan pelajaran sejarah saat saya masih duduk di bangku sekolah dahulu. Diceritakan bahwa Pulau Tidore merupakan penghasil rempah yang sangat dikenal pada masa dahulu. Saat saya belanjut di bangku perkuliahan, Pulau Tidore mulai saya kenal sebagai salah satu pulau vulkanik di Maluku Utara bagian barat.

 

Pulau Tidore secara administrasi kini berada dalam wilayah Kota Tidore Kepulauan. Sebuah Kota Administrasi yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2003. Dalam wilayah administrasi tersebut terdapat 5 Pulau, yaitu Pulau Tidore, Pulau Maitara, Pulau Mare, Pulau Failonga dan Pulau Woda.

Kota Tidore Kepulauan diresmikan pada tanggal 31 Mei 2003, tanggal bersejarah ini diilustrasikan pada Lambang Kota Tidore yang disematkan Mayang Pinang yang berjumlah 31 bulir, Mayang Pinang yang memiliki arti filosofi sebagai sarana untuk memohon keselamatan dan keberkatan dari Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian ada 5 buah Pala dan Cengkeh, 5 buah untuk melambangkan bulan kelima, sedangkan Pala dan Cengkeh merupakan komoditi daerah Tidore yang sudah dikenal sejak dahulu oleh dunia internasional.

 

Daerah di sekitar Pulau Tidore merupakan bagian kulit bumi yang terangkat kuat dengan ketinggian beberapa ribu meter di atas daerah sekelilingnya yang tenggelam. Itulah salah satu sebab mengapa di perairan di Maluku Utara memiliki kedalaman hingga ribuan meter. Pada lepas pantai di pulau-pulaunya terdapat garis kedalaman laut yang curam. Hal inilah yang menyebabkan berkumpulnya ikan-ikan di periran dangkal yang tidak seluas perairan dalam.

 

Kota Tidore Kepulauan akan sangat menarik apabila kita lihat dari bentuk topografinya. Bayangkan saja, sebuah pulau bila kita tarik garis lurus dari utara hingga selatan, panjangnya tidak mencapai 20 kilometer ini memiliki banyak jenis bentang lahan. Mulai dari pantai, dataran rendah, perbukitan, dataran tinggi hingga pegunungan pada ketinggai sekitar 1700 meter di atas permukaan laut.

Penampang melintang Pulau Tidore dari utara ke selatan.

 

 

Silahkan Anda simak pada bentuk 3 dimensi Pulau Tidore yang saya buat secara amatiran berikut ini. Pastikan anda menggunakan browser yang mendukung html5 untuk memaksimalkan tampillan berikut ini. Silahkan menggunakan mouse untuk menavigasikannya.

 


Tampilan 3 dimensi Kota Tidore Kepulauan dengan resolusi 90m

 

Bentang lahan seperti itu sangat sesuai dengan salah satu pokok Visi Kota Tidore Kepulauan yaitu Agro-Marine. Pokok Visi Agro-Marine merupakan sebuah visi untuk Percepatan dan mengoptimalkan pembangunan dan percepatan pemanfaatan sumber daya potensial dan unggulan di darat maupun di laut yang meliputi sektor perikanan, perhubungan, pariwisata, pertanian (pangan dan holtikultura, perkebunan dan peternakan) untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

 

Sebagai orang yang belum pernah mengunjungi Kota Tidore Kepulauan, maka saya penasaran mengenai potensi sumber daya alam yang ada di sana. Terutama yang memiliki daya tarik wisata alam untuk menunjang perekonomian dari sektor pariwisata. Saya menggunakan hasil dari foto satelit untuk memetakan hingga menebak wisata alam yang ada di Kota Tidore Kepulauan. Karena hanya penampakan secara fisiklah yang bisa terlihat dari foto satelit.

 

Sebenarnya ada banyak sektor pariwisata yang ada di Kota Tidore Kepulauan, seperti Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Kuliner, dan sebagainya. Namun dikarenakan keterbatasan dari kemampuan foto satelit untuk melihatnya, maka daya tarik wisata tersebut belum bisa saya ulas dalam artikel ini.

Baca Juga :  Musem Kereta Ambarawa, Tak Cukup Hanya Didatangi Hanya Sekali

 

Berikut ini ada 13 Wisata alam yang bisa saya bahas secara singkat dalam artikel ini. Saya mencoba untuk memasukkanya ke dalam peta yang tersaji secara digital berikut ini.


Tampilan webGIS tentang persebaran beberapa lokasi wisata di Kota Tidore Kepulauan

Peta digital tersebut memuat beberapa layer yang bisa munculkan atau disembunyikan dari tampilan utama peta. Pastikan Anda menggunakan browser yang mendukung html5 untuk memaksimalkan tampillan peta tersebut. Silahkan menggunakan mouse untuk memilih menu yang tersedia di samping kanan bingkai.

 

 

Saya tidak memiliki data valid yang paling penting, yaitu titik koordinat pada masing-masing lokasi yang ada. Sebagian besar data lokasi pada peta interaktif tersebut saya buat berdasarkan beberapa referensi yang ada, sehingga cukuplah untuk menggambarkan persebaran lokasi wisata alam di Kota Tidore Kepulauan. Mungkin bila ada kesempatan untuk berkunjung ke Kota Tidore Kepulauan, data-data tersebut bisa saya lengkapi agar lebih valid dan bisa digunakan oleh para wisatawan yang ingin berkunjung ke Kota Tidore Kepulauan.

 

Baiklah, sekarang mari kita simak Wisata Alam apa saja yang ada di Kota Tidore Kepulauan. Masing-masing lokasi memberikan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang mengunjunginya.

 

1. Gunung Kie Matubu

Gunung Kie Matubu memiliki ketinggian sekitar 1730 meter di atas permukaan laut, cukup unik mengingat daratan Pulau Tidore yang tidak begitu luas. Keberadaan Gunung Kie Matubu ini memberikan topografi yang terjal di sisi selatannya, karena langsung berbatasan dengan laut di selatan Pulau Tidore.

 

Dari Puncak Gunung Kie Matubu kita bisa melihat Pulau Mare yang berada di selatan Pulau Tidore. Di sebelah utara juga terlihat Pulau Maitara dan Pulau Ternate. Puncak Gunung Kie Matubu ini berbentuk kerucut, sehingga untuk menanti matahari terbit atau merelakan matahari tenggelam sangatlah tepat. Waktu pendakian untuk Gunung Kie Matubu sekitar 4 hingga 5 jam tergantung kondisi rombongan.

Sebelum mendaki ke Puncak Gunung Kie Matambu, kita wajib untuk meminta izin kepada Tokoh Adat di Desa Gurabunga (titik awal pendakian). Hal ini diperlukan selain untuk meminta izin karena masuk ke daerah orang lain, juga untuk mendapatkan nasihat dari Tokoh Adat setempat tentang pantangan yang tidak boleh dilanggar saat pendakian.

 

2. Desa Gurabunga

Desa Gurabunga memiliki ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, sehingga suhu udara dan angin yang berhembus di desa ini sangatlah sejuk. Desa Gurabunga juga menjadi pintu pendakian Gunung Kie Matubu.

 

Desa Gurabunga ini selain memberikan pemandangan alam yang indah, juga memberikan suasana desa yang damai. Ada 5 Marga yang tinggal di Desa Gurabunga yaitu Mahifa, Toduho, Tosofu Malamo, Tosofu Makene dan Folasowohi.

Di Desa Gurabunga juga masih terdapat Rumah Adat yang keasliannya masih terjaga. Keberadaan Rumah Adat tersebut memiliki peran penting bagi penduduk setempat, sebagai alat pemersatu simbol keberagaman adat budaya yang masih tetap terpelihara dan dipertahankan hingga sekarang.

Baca Juga :  Keseruan One Day Tour Magelang Dalam Rangkaian Festival Tidar 2016

 

 

3. Pulau Failonga

Pulau Failonga merupakan sebuah pulau kecil yang tidak berpenghuni, terletak di sebelah timur Pulau Tidore. Pulau Failonga memiliki pasir putih dengan pemandangan air laut yang menggoda mata. Di bawah permukaan laut sekitar Pulau Failonga, pemandangan bawah lautnya sangatlah indah, beragam terumbu karang dan ikan tropis berbagai spesies hidup tenang di perairan Pulau Failonga.

Perairan di Pulau Failonga cocok dinikmati dengan snorkling maupun Diving. Untuk menuju ke Pulau Failonga kita harus menyewa kapal cepat atau kapal nelayan.

Penampakan Pulau Failonga dari ArcGIS Imagery

 

 

4. Pulau Mare – lumba-lumba

Pulau Mare berada di selatan Pulau Tidore, Pulau ini memilki keunggulan pesona bahari yang akan selalu membuat Anda teringat dengan tempat ini. Pulau Mare merupakan tempat peristirahatan lumba-lumba yang sering terlihat ketika kita berada di sektiaran Pulau Mare.

 

Pulau Mare juga biasa digunakan sebagai tempat untuk bersnorkling atau diving, menikmati indahnya pemandangan bawah laut di perairan Pulau Mare.

Pulau Mare, dilihat dari foto udara ArcGIS Imagery

 

 

5. Pulau Maitara

Bila Anda tengok uang pecahan Rp. 1.000 maka akan terlihat Pulau Maitara dengan Pulau Ternate di belakangnya. Di perairan sekitar Pulau Maitara menyajikan pemandangan bawah laut dengan terumbu karang dan ikan tropis yang memanjakan kegiatan snorkling atau diving anda.

Pulau Maitara bisa bisa ditemput dengan naik perahu cepat sekitar 3 menit perjalanan laut dan Pelabuhan Rum, Pulau Tidore atau memerlukan waktu sekitar 5 menit dari pelabuhan Bastiong, Pulau Ternate.

 

 

6. Air terjun Luku Celeng

Pulau yang memiliki gunung biasanya memiliki air terjun, begitu juga pada Pulau Tidore. Terdapat air Terjun Luku Celeng yang berada di Dusun Golili, Kelurahan Kalaodi, Kecamatan Tidore Timur.

Untuk dapat mencapainya, Anda harus menempuh jarak sekitar 1,5 kilometer dengan berjalan kaki dari Dusun Goliil. Jarak tersebut akan terbayar lunas ketika Anda merasakan kesegaran air jernih yang menyegarkan tersebut,

 

7. Air Panas Akesahu

Karakteristik Pulau Tidore sebagai pulau vulkanik, tentu tidaklah aneh apabila terdapat sumber air panas pada pulau ini. Di Kecamatan Tidore Timur, sekitar 15 perjalanan darat dari pusat Kota Tidore, Anda bisa menemukan sumber air panas.

Nama sumber air panas tersebut adalah Akesahu, yang merupakan bahasa setempat untuk sumber air panas. Di sekitar sumber air panas ini tumbuh banyak pohon, hal ini menandakan bahwa air panas Akesahu memiliki pH netral.

Ada kepercayaan, bahwa ketika ada pasangan muda yang mengikatkan kain merah pada akar pohon yang berada di sumber air panas Akesahu, maka akan langgeng. Ingin mencobanya? Pastikan dahulu bahwa anda memiliki pasangan.

 

 

 

8. WisatAlam Tayawi

Berada di Kecamatan Oba, Wisata Alam Tayawi menyajikan banyak sekali daya tarik. Mulai dari Air terjun dengan panjang 130 meter, 99 anak tangga terjun berketinggian 30 meter, hingga Bendungan Aketayawi dibangun tahun 2013 di sungai tayawi dengan panjang hampir 100 meter. Pemandangan sepanjang sungai tayawi menuju air terjun memiliki pesona tersendiri.

Daerah Wisata Alam Tayawi ini juga menjadi Taman konservasi flora dan fauna, berbagai jenis tanaman hias, penangkaran burung langka, seperti burung bidadari, kaka tua, nuri dll. Bagi Anda pecinta burung, baik menikmatinya melalui teropong atau memotretnya, di Wisata Alam Tayawi ada sekitar 109 jenis burung.

Baca Juga :  Mangrove Edupark Pantai Maron, Hutan Bakau di Tepian Kota Semarang

 

 

9. Pantai Rum

Pantai Rum terletak di Kecamatan Tidore Utara, memberikan pemandangan pantai dengan Pulau Maitara dan Pulau Tidore. Di Pantai Rum banyak teradapat pohon kelapa khas negara tropis, juga bebatuan yang terhampat akan menambah daya tarik tersendiri bagi pengujung.

Bagi Anda yang ingin bersantai, ada beberapa gazebo yang bisa anda gunakan untuk duduk sembari menikmati suasana Pantai Rum. Anda juga tidak perlu khawatir ketika bermain air di Pantai Rum, sudah disediakan tempat untuk berbilas diri.

 

10. Pantai Cobo

Pantai Cobo terletak di Kelurahan Cobodoe atau di Pulau Tidore sebelah utara, pantai ini memiliki ombang yang kecil dan dasar laut yang berpasir. Walaupun bukanlah pantai dengna pasir putih yang menggoda, namun Pantai Cobo memberikan kesejukan tersendiri karena rimbunnya pepohon di sekitarnya.

Pantai Cobo, dilihat dari foto udara ArcGIS Imagery

 

 

Bila Anda tidak inign bermain air saat berada di Pantai Cobo, maka Anda bisa menikmati pemandangan Selat Halmahera. Baik pagi maupun sore hari, pemandangan dari Pantai Cobo tetaplah menggoda untuk dinikmati bersama orang yang Anda sayangi.

 

 

 

11. Teluk Guraping

Teluk Guraping beradai di Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara. Di Sepanjang Teluk Guraping teradapat Hutan Mangrove yang memberikan kesejukan di tepian pesisir. Teluk Guraping bisa dicapai dalam waktu tempuh 10 menit perjalanan darat dari Pelabuha Sofifi.

12. Air terjun Sigela

Air terjun Sigela di kelilingi oleh pohon rimbun, sehingga akan sangat cocok untuk dikunjungi saat siang terik. Aliran dari Air Terjun Sigela mengalir ke beberapa sungai yang ada di Sesa Sigela. Air Terjun Sigela Terletak di Desa Sigela, Kecamatan Oba.

 

Saat saya mencoba melihat Kota Tidore Kepulauan melalui google street maps, saya menemukan dua buah foto panorama 360 yang muncul. Dari nama akun yang mengunggahnya, bisa dipastikan mereka adalah WNA yang berkunjung ke Pulau Tidore. Bila Anda belum mengetahui apa itu foto panorama 360, Anda dapat langsung melihatnya pada halaman VIRTUAL TOUR 360 yang menyajikan beberapa foto panorama yang saya kemas dalam format Virtual Tour 360 yang saya unggah dalam blog saya ini.

 

Setelah mencoba beberapa cara, saya akhirnya bisa menyematkan 2 buah foto panorama 360 yang diambil di Pulau Tidore pada beberapa waktu lalu. Silahkan untuk menikmatinya dengan menggunakan jari atau mouse anda untuk memutar foto panorama 360 berikut.

(1). Foto Panorama 360 oleh Jiri Hruska (disematkan dari google streetview)

 

(2). Foto Panorama 360 oleh Chu Kwong Lau (disematkan dari google streetview)

Andaikan saja Kota Tidore Kepulauan memiliki puluhan foto panorama 360, tentunya akan lebih mudah untuk mengenalkan beragam keindahan alam, budaya, sejarah, serta hal menarik lainnya.

 

 

Keindahan alam di sekitaran Pulau Tidore sayang dilewatkan hanya melalui gawai pintar, mari segera ambil jatah cuti dan isi kembali ransel anda.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Menulis Blog dengan tema Tidore Untuk Indonesia.

18 COMMENTS

    • Iya Mas, saya pakai hape saya saja bukanya cukup berat ketika menggulir layar di browser gawai,
      Semogalah Mas, tidakpun saya tetap puas dengan artikel ini, saya merasa kembali jadi orang Geografi…ahahha

  1. Wah pengen sekali berkunjung ke Tidore. Penasaran dengan Kota yang kaya akan rempah rempah yang banyak diperebutkan bangsa bangsa Eropa karena karena nilai jualnya yang sangat tinggi. Selain itu juga banyak pantai pantainya yang keren sekali ^_^

  2. aku sedikit tertantang untuk ambil kuliah master bagian perencanaan pariwisata. dan nanti aku bakal mainin banyak tentang GIS dan segalanya. haha. biar kaya master Alghazali. wkwkw

    Secara potensi, Tidore memang tak diragukan lagi. Salah satu yang aku incar kalau sedang bepergian ke daerah kepulauan adalah soal kearifan lokal/ budayanya. kaya di Kepulauan Aru, ada sistem tanam padi yang unik. Di Talaud, ada juga soal menangkap ikan yg unik. Nah, dulu sempat lama di Raja Ampat selatan, di sana aku banyak mendengar kalau ternyata orang Misool banyak yg asli Tidore. Dan beberapa budaya Tidore diserap misool. Belum kesampaian nih ke Tidore. dulu cuma nglewati aja pas naik Pelni menuju Kepulauan Aru. Dari jauh memang menggoda. .. moga ada kesempatan ke Tidore lah..

    • Nha…ayo Mas ndang ambil master pariwisata, terus tema tesisnya menyematkan webGIS, manteb lah pokoke…

      Aku gitu Mas, gak bisa ngapalin sejarah dengan baik, makanya aku ambil alam dengan pendekatan geografi. Sebenarnya seru sih kalau ndengerin kisah cerita sejarah, namun aku tetap susah mengingat…

      Ayo Mas, ke Tidore…tapi tidur dulu biar besok bisa jalan-jalan ke Tidore 🙂

Comments are closed.