Mencoba Belajar dari TEDxBandung – Enda Nasution – Social Media Timeline

Malam hari yang sunyi merupakan salah satu waktu yang tepat untuk dapat membantu pikiran anda berfikir lebih dari biasanya pada siang hari. kondisi yang rileks dan sepi membuat anda lebih mudah mendapatkan isnpirasi serta membuat anda lebih kreatif ketika dihadapkan kepada suatu hal yang anda hadapi. itulah kenapa saya lebih sering suka bekerja di malam hari (bilang aja males) bila dikerjar deadline.

suatu ketika saya main main di youtube, menemukan sebuah video dokumentasi dari TEDx yang diadakan di Bandung. video tersebut berjudul “TEDxBandung – Enda Nasution – Social Media Timeline“. saya iseng saja membuka dan menontonnya pada waktu malam hari ketika kondisi kamar saya tengah sunyi dan menenangkan. saya perhatikan setiap kalimat yang diutarakan oleh Mas Enda Nasution yang membahas tentang kronologi perkembangan media sosial khususnya yang ada di internet. banyak orang yang paham bahwa jejaring sosial adalah seperti layaknya persbuk atau tuiter, padahal ada banyak sekali jenis jejaring sosial yang berliweran dalam berbagai bentuk dan visi dari masing-masing pengembang. Berikut Videonya :

ada beberapa hal yang saya sangat cermati dalam pemaparan dalam video tersebut. seperti traffic penggunaan jejaring sosial di indonesia sangatlah tinggi. terutama di jam-jam ketika para pengguna berada di luar jam kerja (jam kerja normal ya, bukan kerja malam ,ehehhe). terlintas lagi, negara yang memiliki GNP nomor kesekian banyaknya bisa menjadi urutan angka kecil dalam jumlah pengguna jejaring sosial khususnya pesbuk dan tuiter. hehehhe… . Tetapi bukan hal tersebut yang akan saya soroti, lebih kepada kronologi pada perkembangan pengguna internet dari masa ke masa yang semakin bergerak pesat.

Baca Juga :  Sabtu Pagi bersama Mas Pengamen Spesialis Galau

pada hakikat awalnya memang internet sangat menguntungkan untuk melipat antara dimensi jarak dan waktu. pada perkembanganya mampu menghemat berbagai aspek seperti aspek biaya, efektifitas, serta berbagai kemudahan yang membuat kita semakin terperangkap oleh pelukan internet dan seakan-akan kita bakalan keteteran bila sehari saja tanpa koneksi internet. setiap ada sisi positif pasti ada sisi negatif, begitu pula dengan internet, saya kira tidak perlu memaparkan apa saja sisi negatifnya, anda lebih paham (lhoooo :P).

kembali ke dalam pemaparan dalam video tersebut, yang disebutkan bahwa Mas Enda Nasution adalah bapak blogger indonesia yang sudah bikin blog dari jamannya si MC belum punya alamat email. beliau menyampaikan bahwa ketika dia mulai ngeblog, sedikit memperkirakan suatu saat semua orang akan memiliki blog dan mulai menulis semua hal yang ingin  ditulis oleh orang tersebut (blogger). tetapi kenyataanya pada masa sekarang orang lebih banyak memiliki akun pesbuk dan tuiter, bahkan ada yang memiliki lebih dari satu akun dengan nama-nama yang mungkin nyaman untuk mereka.

sesuatu akan lebih bernilai ketika sesuatu itu sedikit

seperti prinsip ekonomi, ketika kelangkaan suatu benda akan mempengaruhi nilai dari barang tersebut. sama halnya dengan yang terjadi pada masa sekarang yang dibarengi dengan ingatan kita pada masa lalu. pengguna pesbuk dan tuiter yang membanjiri internet dengan jutaan link yang  tercipta setiap menit pasti akan memiliki nilai yang berbeda dengan para bloger yang membuat satu buah link tulisan dalam rentang waktu satu minggu.

setelah anda lulus dari pesbuk dan tuiter, maka anda akan menjadi blogger

di sini saya tidak mengatakan bahwa pesbuk dan tuiter tidak bernilai, namun cobalah anda lihat kembali beranda anda dan cermatilah. mulai dari status, foto profil, nama pengguna, jumlah huruf, bahkan jenis hurufnya, serta jempol-jempolan sebagai balas budi telah menjempolkan. yang saya herankan adalah mereka para pengguna jejaring sosial tersebut lambat laun seakan menjadikan jejaring sosial sebagai lokasi konferensi pers untuk semua hal yang mereka lakukan dan yang mereka lakukan. mulai dari status keluhan, suka cita, humor, informasi, kegiatan dan jutaan rasa lainnya (karena rasa memiliki berjuta cerita, *ngarang). jika di dalam tuiter, kita akan dipaksa untuk melakukannya semuanya dalam 140 karakter. hal yang ada di dalam pikiran anda saat itu dapat anda tuangkan dalam waktu yang singkat dan cepat pula membacanya.

Baca Juga :  Lomba Bonjour Hima Biologi UNY 2014

sekarang apabila kita lihat para blogger, pernahkah anda melihat blogger yang gonta ganti foto profil sehari sekali? pernahkan anda melihat komentar di dalam blog yang tidak sesuai dengan tulsan yang? juga pernahkah melihat postingan blog yang hanya sekalimat? jikapun ada itu hanya sedikit sekali. bahkan ada lho blog yang hanya berisi satu postingan kemudian ditinggalkan oleh pemiliknya yang mungkin pada saat itu hanya ingin ikut-ikutan saja.

ketika kita mencoba untuk menulis suatu hal yang membuat kita tertarik, kita dapat mempublikasikannya melalui sebuah blog. kita harus berfikir bagaimana untuk membuat tulisan yang cukup banyak dan memiliki alur sehingga apa yang kita pikirkan dapat tertuang. penambahan gambar yang relevan tentang hal yang kita tulis juga dapat kita lakukan. pemikiran-pemikiran kita akan mulai terbiasa untuk mulai mengungkapkan sesuatu dan akan terlatih menjadi lebih kritis. biasanya sebelum kita terbiasa menulis, kita pasti kan terbiasa membaca terlebih dahulu. membaca yang saya maksudkan dalam hal ini bukanlah hanya membaca kombinasi huruf, melainkan dapat dilakukan dengan membaca situasi sehingga kita dapat mendeskripsikan untuk dapat menyimpulkan. terkadang kita juga dapat memprediksikan sesuatu hal berdasarkan pengamatan terhadap fakta-fakta yang terjadi. para bloger (bloger asli) juga biasanya suka untuk meninggalkan komentar dalam sebuah postingan pada blog lainnya, selain untuk meningkatkan backlink, ada juga hal yang sangat penting dari komen tersebut, yaitu adanya sebuah hubungan sosial di dalam dunia maya. ketika orang meninggalkan komentar di dalam postingan kita maka kita biasanya akan membuka link atas blog orang tersebut. memulai untuk saling memfollow blog lain, maka akan terbentuk sebuah rantai yang menghubungkan antara sesama penulis di dunia maya.

penulis yang serius merupakan pembaca yang serius pula

biasanya sebuah blog berasal dari sebuah hobi atau ketertarikan terhadap suatu hal, sehingga mulailah terbentuk sebuah komunitas yang berisi para blogger yang memiliki kesamaan dalam hal yang mereka publikasikan. saling belajar dan saling bertukar informasi. inilah yang membuat para penulis semakin dapat menambah wawasan terutama terhadap hal yang membuat mereka tertarik.

Baca Juga :  Mandi Kerikil Lebih Menegangkan Daripada Mandi Bola

jadi anda termasukkah orang yang suka menulis melaui jejaring sosial seperti blog atau kah jejaring sosial seperti pesbuk dan tuiter? apapun itu, anda sudah memulai untuk mencoba menulis.

salam 😀

Leave a Reply