7 Kegiatan yang Bisa Dilakukan di Desa Wisata Sanankerto

Desa Wisata Sananketo terletak di kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Potensi utama yang dihadirkan oleh desa ini adalah segala yang berkaitan dengan bambu. Walaupun kerajinan dari bambunya belumlah begitu bervariasi, namun Desa Wisata Sanankerto sedang berbenah untuk mengoptimalkan potensi bambu di desa tersebut.

Saya dan rekan-rekan dari tim Eksplor Desa Wisata Malang berkesempatan untuk berkunjung dan merasakan keramahan warga Desa Sanankerto. Masih teringat jelas kenangan yang Saya rasakan ketika tinggal menginap satu malam di Desa sanankerto.

Menu makanan khas desa dengan rempah yang terpadu sempurna, membuat anda pasti ingin segera mencari makan siang.

Saya mencoba sedikit berbagi pengalaman selama tinggal singgah sejenak di Desa Wisata Sanankerto. Pokoknya ini adalah salah satu Desa Wisata yang paling saya rekomendasikan untuk didatangi oleh Anda yang telah penat dengan suasana kota.

 

1. Berkunjung Ke Balai Desa Sanankerto

Pastikan Anda datang ke Balai Desa Sanankerto, walaupun sebuah bangunan pemerintahan, namun desain dan ornamennya sangatlah unik dan langsung memperkenalkan bambu kepada tamu yang hadir. Dari tiang hingga langit-langit aula balai desa, semua dilapisi oleh hasil kerajinan dari bambu. Karakteristik bambu sudah bisa diperkenalkan oleh Desa Sanankerto semenjak saya pertama kali menjejakkan langkah di balai desa.

Desain yang menarik dengan bahan yang disediakan oleh alam.

 

2. Membuat Telur Asin Dan Telur Asap

Di belakang sekertarian PokDarWis Desa Sanankerto ada sebuah gang kecil yang akan mengantarkan kita ke sebuah industri rumah tangga. Komoditas yang diproduksi adalah telur asin dan telus asap, bahan bakunya merupakan hasil dari peternakan sendiri.

Mari melihat proses pembuatan telur asin dan telus asap.

Di rumah tersebut, kita bisa melihat produksi telur asin. Mulai dari proses pencucian telur agar bersih, lalu dibungkus dengan tanah liat yang telah dicampur dengan garam, kemudian dibiarkan beberapa saat agar rasa asin meresap ke dalam telur dengan merata.

Telur dicuci kemudian dibungkus dengan batu bata yang telah dihaluskan.

Untuk telur asap, telur yang telah dibersihkan dikukus dengan menggunakan sebuah drum. Proses pengasapan ini juga secara tidak langsung membuat telur lebih awet. Diperlukan juga pengaturan panas yang sesuai agar telur tidak meledak saat dipanggang.

Asap juga membuat telur bisa bertahan lebih lama.

Ketika Anda berkunjung ke Desa Wisata Sanankerto, pastikan Anda untuk pulang dengan membawa oleh-oleh berupa telur asin dan telur asap khas Desa Sanankerto. Untuk telur asin, ada 2 pilihan warna, yaitu warna putih dan warna biru muda.

 

 

 

3. Ikut Membuat Kerajinan Dari Limbah Bambu

Beberapa warga di Desa WIsata Sanankerto kini telah memiliki kesibukan harian, yaitu membuat kerajinan dari limbah bambu. Limbah bambu ini merupakan sisa dari potongan batang bambu yang dijadikan tusuk sate. Ada juga dari beberapa bagian pohon bambu yang tidak layak untuk dijadikan tusuk sate.

Warga sedang berkarya dengan limbah bambu

 

Miniatur perahu ini dibandrol dengan harga sekitar Rp. 700.000

Paling banyak adalah dijadikan menjadi asbak dan hiasan ruang tamu. Ada juga miniatur kapal yang terbuat dari bambu yang diolah sedemikian rupa. Anda juga bisa ikut bergabung dengan para pengrajin tersebut apabila berkunjung ke Desa Wisata Sanankerto

Pohon bambu asli ditempel dengan daun bambu tidak asli.

 

Hasil dari ruas bambu yang dijadikan asbak.

 

4. Melihat Produksi Tusuk Sate

Walaupun Desa Wisata Sanankerto tidak ada yang berjualan sate, namun desa ini terkenal dengan produksi tusuk satenya. Hal ini akan jelas terlihat ketika Anda berkeliling Desa Sanankerto, di halaman rumah warga akan ada banyak tusuk sate yang sedang dijemur.

Limbah ruas bambu ini dihasilkan oleh produksi tusuk sate.

 

Nasib tusuk sate, dijemur, dibakar, kemudian dibuang.

Produksi tusuk sate ini dimulai dengan membelah batang bambu hingga didapatkan dimensi dan ketebalan yang sama. Lalu dibelah lagi untuk mendapatkan bentuk memanjang seperti lidi. Tahap tersebut masih dilanjutkan dengan proses penyerutan agar berbentuk bulat dan halus di tangan.

Membelah batang bambu seperti ini perlu perasaan dan hati yang bersih. Tacipaparerahedibesu.

Teknik penyerutan ini ada dua cara yang sama temukan di Desa Sanankerto, yaitu cara manual dan cara mesin. Untuk cara manual, tekniknya adalah dengan memasukkan bakal tusuk sate di sebuah lubang besi yang telah ditata, lalu ditarik menggunakan tangan.

Cara manual, dimasukkan dari luar, lalu ditarik ke dalam.

Untuk teknik penyerutan dengan menggunakan mesin, carana sangatlah mudah. Cukup masukkan saja bakal tusuk sate tersebut, lalu mesin akan menariknya untuk didorong ke lubang serut. Cara ini bisa dikatakan sangatlah praktis dan mudah. Hanya saja diperlukan modal untuk membeli alat tersebut,

Tusuk sate yang siap dijemur.

 

Lihat, nyerut tusuk sate saja bisa bahagia lho, gak perlu kuota berlimpah.

 

5. Merasakan Suasana Desa Dengan Tinggal Di Rumah Warga

Suasana malam di Desa Wisata Sanankerto masih terasa dalam ingatan saya. Aroma khas desa dengan bintang yang bertabur di langit malam. Saya dan Mas Sitam beruntung sekali saat itu, kami menginap di homestay milik Pak Dono, seorang polisi desa yang juga berprofesi sebagai petani.

 

Homestay milik Pak Dono benar-benar terasa nyaman, memiliki suasana khas desa, namun dengan sedikit sentuhan modern di beberapa aspek modern. Mungkin untuk menjembatani mereka yang tinggal di kota agar bisa lebih mudah menyesuaikan dengan kehidupan di desa. Mungkin bilamana Anda tertarik, bisa ditengok sedikit kesan saya terhadap homestay Pak Dono.

 

6. Melihat Puncak Semeru Dari Jalan Desa

Dari beragam ruas jalan di Desa Wisata Sanankerto, sangatlah mudah melihat puncak Gunung Semeru. Cukup melihat ke arah timur saat Anda berada dimanapun, lalu akan Anda dapati gagahnya Puncak Gunung Semeru. Sebenarnya ada jalur non-resmi untuk bisa mencapai Puncak Gunung Semeru melalui Desa Sanankerto.

Kemana-mana, pasti melihat seperti ini di Desa Sananketo. Puncak Semeru.

7. Berkunjung Ke Boon Pring, Andeman

Atraksi utama menurut saya di Desa Wisata Sanankerto adalah Boon Pring. Arti kata Boon adalah Anugrah, sedangkah Pring adalah Bambu. Bila disimpulkan menjadi Anugrah yang turun di Hutan Bambu, sepemahaman saya seperti itu, bila ada kesalahan mohon disampaikan.

Boon Pring Andeman Desa Sanankerto
Berburu RoL menjadi hal yang paling seru

Boon Pring Andeman ini menghadirkan beberapa hal yang benar-benar menggoda saya untuk bisa kembali lagi ke Desa Wisata Sanankerto. Saat pagi hari, kita bisa berjalan ke rimbunnya hutan bambu untuk mencari Rays of Light. Juga berpetualang di sumber air yang terasa segar ketika diminum langsung.

Menaiki perahu untuk berkeliling danau di Boon Pring Andeman juga jadi atraksi yang menarik.

Untuk artikel mengenai keseruan di Boon Pring, bisa disimak pada Artikel Desa Wisata Sanankerto, Berburu Rays Of Light Hingga Berpindah Pulau.

 

Saya juga sudah membuat virtual tour 360 di Boon Pring, Anda bisa melihantya pada artikel Virtual Tour 360 Boon Pring, Desa Wisata Sanankerto

 

 

Berikut saya sematkan lokasi Desa Sanankerto dalam peta.

 

Apabila anda ingin berkunjung dan berwisata ke Desa Wisata Sanankerto, anda bisa menghubungi kontak berikut ini.

 

Alamat Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kab. Malang, Jawa Timur
Telp: 0838-4882-4802 (Mas Rudi)/ 08533-167-4242 (Mas Wahyudi)

PokDarWis Desa Sanankerto siap melayani dan menghadirkan suasana desa kepada Anda.

 

Tulisan ini dibuat atas perjalanan bersama tim blogger #EksplorDeswitaMalang pada tanggal 14-16 April 2017 pada 4 Desa Wisata di Kabupaten Malang.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here