Tentang kita, Pangandaran 2005

57
views

Entah kenapa tiba-tiba membuka database foto digital di dalam hardisk komputer, sembari membiarkan jemari bergerak di atas mouse yang bergerak melingkar tanpa henti layaknya sebuah kincir angin. tanpa terasa klik mouse mengarah kepada folder dimana berisi foto di jaman sewaktu SMA. wah…foto yang dulu saya scan dan pernah saya uplod di pesbuk kembali membawa ingatanku kembali pada waktu itu. teringat pada sebuah perjalanan yang bertemakan perpisahan dengan teman sekelas saat menunggu pengumuman UAN tahun 2005. tanggal dan bulan sudah terlupa, namun tahun tetap terngiang jelas. dahulu saya bukan termasuk panitia dalam kisah perjalanan ini, saya cuma sebagai dokumenter dengan kamera analog atau lebih nyaman disapa tustel isi 36 film. saya lupa bagaimana ceritanya, namun yang pasti sempat ada beberapa masalah dengan roll film tustel tersebut.

 

 

teringat pada saat itu sekitar pukul 7 malam saya dan teman saya yang bernama gudel sampai di gerbang SMA dengan diantarkan oleh kakak dan salah seorang temannya. sesampainya di sana masih terasa sepi karena semua belum berkumpul dan bus yang kami sewa juga belum datang juga. ada beberapa adegan saat menunggu pemberangkatan bus, tapi ada satu hal yang sangat saya ingat. yaitu saat di dalam bus ternyata jumlah kursi tidak mencukupi untuk jumlah kami sekelas, akhirnya kami memutuskan untuk mengambil beberapa bangku di kelas sebagai kursi tambahan di dalam bus tersebut. beberapa orang teman melompati pagar bagian dalam sekolah yang tidak setinggi leher orang dewasa, setelah beberapa teman melompat dengan susah payah untuk dapat ke balik pagar tersebut. tiba-tiba ada salah seorang kawan mendorong dengan santai pagar tersebut, ternyata pagar terebut tidak dikunci sama sekali, hanya dikaitkan satu sama lain. otomatis hal tersebut menjadi bahan tertawa bagi mereka yang tidak ikut mengambil kursi tambahan.

Baca Juga :  Menyisir Sisi Lain Universitas Negeri Semarang

sekitar pukul 10 malam kami berangkat menuju pangandaran, perkiraan 5 jam kami baru sampai di sana. supir bus yang menyupir seenaknya sendiri serta suspensi bus yang kurang empuk membuat saya dan beberapa rekan lainnya yang duduk di bangku belakang terlontar ke atas kursi pada saat bus melewati semacam jalan tidak rata atau jembatan. begitu pantat kami menyentuh kursi lagi, kepala kami disambut dengan reruntuhan tas dan barang-barang yang diletakkan di atas kursi belakang yang bertumpu pada kaca belakang bus. alamak, beberapa kali kami merasakan rutinitas ini.

sekitar pukul 4 pagi kami sampai di pangandaran, mencari homestay yang murah untuk jumlah kami yan gsatu kelas terebut. saya lupa berapa jumlah yang berangkat saat itu, namun homestay selama satu hari kami dapatkan dengan harga 150.000 rupiah. setelah istirahat sembari menanti matahari mulai menampakkan dirinya, datanglah satu kotak kebahagiaan yang kami sebut sebagai kotak nasi.

 

berjalan jalan di pantai pangandaran serta bermain sepanjang pasir putih, menaiki perahu untuk berkeliling sekitar pesisir, juga ada yang menyewa alat untuk sekedar merasakan sensasi selancar.

 

duduk menikmati hembusan angin laut di bawah pohon rindang serta riuhnya suasana saat itu. teringat ada pengamen yang datang menghampiri gerombolan kami, setelah selesai menyanyikan satu buah lagu, ada salah seorang kami yang meminta lagu alias request kepada pengamen tersebut. mulailah lagu gereja tua terdengar mengalun di sela-sela sepoi suasana saat itu.

Baca Juga :  Gemercik Kedamaian di Air Terjun Suhom

perjalanan dilalnjutkan menuju objek wisata yang bernama batu hiu. sebuah tebing yang menghadap ke samudera hindia dengan pemandangan sebuah batu yang mirip dengan hiu yang selalu bertempur dengan jutaan derai deras ombak yang tiada henti menuju kepada batu tersebut sehingga tercipta deburan ombak yang tinggi dan memukau untuk dinikmati oleh panca indera kami.

 

perjalanan pulang sempat diwarnai dengan sedikit gangguan pada roda bus bagian kiri. sempat beberapa kali terhenti dan oli rem tercium sampai ke dalam bus. sempat juga terdengar beberapa pembicaraan mengenai pengumuman UAN yang tinggal menghitung hari lagi. mungkin juga sama dengan pertemuan kita yang tinggal menghitung hari saya untuk berpisah dan membentuk idealisme masin-masing

banyak hal yang sempat terlupa dalam kegiatan di sana, karena waktu yang sudah terlalu lama mungkin. yang jelas sekarang saya merindukan mereka semua. mereka yang kini telah memiliki kehidupan masing-masing. memiliki idealisme masing-masing, ada yang masih ingin menggapai cita-citanya. ada yang telah berkeluarga. ada yang masih melajang. ada yang hingga kini hilang tak ada kabarnya dimana. pokoknya semakin kita tua kita semakin memiliki sebuah zona kehidupan pribadi yang masing-masing pemilik zona tersebut merasa nyaman dengan kehidupannya. apapun yang mereka lakukan saat ini, yang kutahu bahwa mereka memiliki keyakinan untuk menjadi yang terbaik untuk orang-orang yang mereka sayangi dan menyayangi mereka.

berikut kumpulan foto-foto yang lain :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga :  Menuju Karimunjawa #5-Habis : Beranjak Meninggalkan Kepulauan Karimunjawa untuk Kembali ke Pulau Jawa

 

nyesel ya dulu gak foto yang banyak sekalian?? nyesel juga ya kenapa dulu gak sering aja jalan rame-rame seperti ini?? banyak yang kalian sesalkan pasti teman, tapi bukan manusia namanya kalo  tidak pernah merasa menyesal. menyesal hanyalah satu putaran untuk dapat mencetak sejarah di waktu yang akan datang. bila ada kesalahan dalam penyampaian saya minta maaf sebesar-besarnya ^_^

keep spirit ya teman-teman dimanapun kalian berada saat ini Open-mouthed smile

1 COMMENT

  1. AKu baru inget bisa sempet ganti ban di tengah jalan ya. Daya ingatku parah. Waktu itu, Dwi Kurniati yang ngrasa paling cantik seantero IPA2 mengerutu. Lalu aku bilang, “justru kejdian kayak gini yang bikin perjalanan ini berkesan. kalau lancar2 aja. Gampang lupa…”

    Zal, watak manusia emang gampang lupa kali ya. Tapi sekali2, kita mesti ketemuan lagi. Sayang kalau silaturhami kita keputus…

    • masih inget juga gak kalau pas di bus pada ngobrolin nilai UAN matematika yang udah dicocokin ma Bu Iriyanti, ada seoranga anak yang optimis lulus, ternyata enggak. hehehe…inget kan siapa??
      bukan gampang lupa, tapi terkadang melupa…hehehhe
      perlu database no hape temen2 ini…
      biar enak hub dan cari waktu yang pas…
      kalo cowok yang paling jauh di malaysia neh….

Ambil hanya informasi, tinggalkan hanya komentar. Silahkan berbijak hati untuk mengisi kolom komentar. Salam