[Ebook] Gn. Merapi 2968 mdpl

setelah mengendap sekian lama di dalam hardisk, file project yang sebenarnya tinggal poles sedikit dan dirender akhirnya bisa saya publish. rasa atau keinginan untuk membuat ebook saat itu masih terkendala masalah waktu dan kesibukan yang menuntut saya untuk mengalihkan perhatian saya dari ebook kali ini. ebook kali ini berkisah tentang perjalanan kami berdelapan ketika melakukan … Read more

Penyesalan itu seperti bola karet

wpid-IMG_3802-Copy.JPG

Secangkir coklat hangat yang mendingin malam itu tersruput bersih saat arloji digital yang biasa menempel di pergelangan tangan kiri menunjukkan waku pukul 12 malam. Segera kami mengambil stick tempe yang masih tersisa sepasang bersanding dengan sambal yang menggoda diatas porselin putih itu. Berkemas – kemas peralatan karena sekitar 60 menit yang lalu kami telah mengeluarkan berbagai macam jenis kabel yang digunakan untuk menyuplai sebuah komputer portable yang kami gunakan untuk sedikit menata sebuah video perjalanan.

Suara resleting di ujung sudut tas yang kami bawa menandakan bahwa kami harus mencari kasir yang akan menerima kewajiban kami selama beberapa saat menikmati secangkir kopi dan setumpuk stick tempe pedas dalam cahaya remang khas warung kopi anak muda yang terpantul oleh beberapa pajangan di dinding itu.

Kerjaan yang tadi sempat tertunda karena kehabisan kopi berlanjut di sebuah kamar yang meiliki pendaran cahaya yang lebih terang dan lebih lurus. Dalam posisi tiarap di depan komputer portable, dibantu sebuah bantal yang menyangga dagu saya untuk tetap berada sejajar dengan layar laptop. Gerakan jemari yang terpadu dengan suara khas tikus tak berekor tersebut memecah keheningan kamar saat dingin malam tersebut.

Read more

Tentang kita, Pangandaran 2005

Entah kenapa tiba-tiba membuka database foto digital di dalam hardisk komputer, sembari membiarkan jemari bergerak di atas mouse yang bergerak melingkar tanpa henti layaknya sebuah kincir angin. tanpa terasa klik mouse mengarah kepada folder dimana berisi foto di jaman sewaktu SMA. wah…foto yang dulu saya scan dan pernah saya uplod di pesbuk kembali membawa ingatanku kembali pada waktu itu. teringat pada sebuah perjalanan yang bertemakan perpisahan dengan teman sekelas saat menunggu pengumuman UAN tahun 2005. tanggal dan bulan sudah terlupa, namun tahun tetap terngiang jelas. dahulu saya bukan termasuk panitia dalam kisah perjalanan ini, saya cuma sebagai dokumenter dengan kamera analog atau lebih nyaman disapa tustel isi 36 film. saya lupa bagaimana ceritanya, namun yang pasti sempat ada beberapa masalah dengan roll film tustel tersebut.

 

 

teringat pada saat itu sekitar pukul 7 malam saya dan teman saya yang bernama gudel sampai di gerbang SMA dengan diantarkan oleh kakak dan salah seorang temannya. sesampainya di sana masih terasa sepi karena semua belum berkumpul dan bus yang kami sewa juga belum datang juga. ada beberapa adegan saat menunggu pemberangkatan bus, tapi ada satu hal yang sangat saya ingat. yaitu saat di dalam bus ternyata jumlah kursi tidak mencukupi untuk jumlah kami sekelas, akhirnya kami memutuskan untuk mengambil beberapa bangku di kelas sebagai kursi tambahan di dalam bus tersebut. beberapa orang teman melompati pagar bagian dalam sekolah yang tidak setinggi leher orang dewasa, setelah beberapa teman melompat dengan susah payah untuk dapat ke balik pagar tersebut. tiba-tiba ada salah seorang kawan mendorong dengan santai pagar tersebut, ternyata pagar terebut tidak dikunci sama sekali, hanya dikaitkan satu sama lain. otomatis hal tersebut menjadi bahan tertawa bagi mereka yang tidak ikut mengambil kursi tambahan.

Read more