Home jalan

jalan

Merasakan Segarnya Air Terjun Siklothok, Purworejo

sebatang dahan di bibir kolam air terjun

Air Terjun Siklothok ini berlokasi di Kecamatan Kali Gesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Musim terbaik untuk datang ke tempat ini adalah bulan Januari dan Februari, selain debit air yang melimpah di 3 air terjun besarnya, juga anda akan menemukan banyak kios kecil yang menjajakan durian dengan harga yang jauh lebih murah dari harga durian yang sudah sampai ke tepian jalan besar.

Pagi itu bersama Aji, saya meluncur melintasi minyak hitam yang mengeras membelah persawahan yang masih beraroma embun. Tak perlu banyak bertanya karena memang sudah saya “pin” lokasi tersebut pada aplikasi GPS di ponsel saya. Sejenak berhenti di sebuah warung makan sederhana yang menyajikan menu yang memang sedap untu sarapan di pusat kecamatan Kali gesing.Read More »Merasakan Segarnya Air Terjun Siklothok, Purworejo

Sabang, Titik awal dimana keindahan Indonesia dimulai (part 2 of 2)

pantai keunekai

Hari kedua berada di Pulau Weh (Sabang) tidak serta merta membuat hasrat kami untuk bangun pagi terukir dalam cerita pagi itu. Waktu masih menunjukkan pukul 6.30 WIBB (waktu indonesia barat banget), walau kami tak menengok ke luar jendela tetapi kami yakin kalau matahari belum terbit. Alhasil tidur kucing (terlelap tak bisa, bangun pun malesss…) membawa kami pada pukul 8.00 WIBB, antrian satu kamar mandi untuk 6 orang mengingatkan akan masa-masa kos. Sekitar pukul 9.00 WIBB kami meluncur mencari sarapan. Setelah mampu melahap semua koloni nasi dan sekitarnya, kami kembali ke penginapan untuk mulai merancang skenario petualangan hari ini.

danau aneuk laot

Setelah melihat jarak dan daftar aktivitas yang bisa dilakukan di masing-masing obyek, maka segera kami meluncur ke lokasi yang dinamakan danau aneuk laot. Hanya berjarak 5 menit dari penginapan kami, ternyata obyek wisata ini belum sepenuhnya siap untuk dikunjungi, dimulai dari ketiadaan plang untuk menuju bibir danau secara akurat. Serta tidak adanya dermaga kecil untuk sekedar merasakan tawarnya air danai tersebut.Read More »Sabang, Titik awal dimana keindahan Indonesia dimulai (part 2 of 2)

Kesiangan Menuju Pantai Tirang [Brongkos 2008]

kontrakan penuh dengan kenangan

kontrakan penuh dengan kenangan

Pada awal tahun 2008 sepertinya cerita ini terjadi. Entah kenapa saat itu ingin sekali saya ke pantai, padahal saat itu adalah musim hujan. Namanya juga orang udah ngebet ya udah, pasti apapun akan dilakukan. Salah satu yang saya lakukan adalah mengajak teman-teman kos agar mau ikutan saya ke pantai. Saat itu tujuannya adalah pantai tirang yang berada di sebelah barat bandara Ahmad Yani Semarang. Pantai ini direkomendasikan oleh salah satu teman kos yang beberapa waktu lalu mengadakan tanam bakau di sekitaran pantai tirang. Saat itu kalau tidak salah adalah hari jumat sore saat mulai menanak rencana ke pantai tersebut. Malam harinya hujan deras di kawasan semarang. Teman yang sudah paham medannya langsung memberikan pilihan, antara jadi ke pantai atau tidak. Kompensasi yang diberikan adalah jika jadi dengan bekas hujan seperti ini maka jangan kaget apabila jalanya berliat licin coklat.

bingung, mau berangkat apa tidak

bingung, mau berangkat apa tidak

Read More »Kesiangan Menuju Pantai Tirang [Brongkos 2008]

Penyesalan itu seperti bola karet

wpid-IMG_3802-Copy.JPG

Secangkir coklat hangat yang mendingin malam itu tersruput bersih saat arloji digital yang biasa menempel di pergelangan tangan kiri menunjukkan waku pukul 12 malam. Segera kami mengambil stick tempe yang masih tersisa sepasang bersanding dengan sambal yang menggoda diatas porselin putih itu. Berkemas – kemas peralatan karena sekitar 60 menit yang lalu kami telah mengeluarkan berbagai macam jenis kabel yang digunakan untuk menyuplai sebuah komputer portable yang kami gunakan untuk sedikit menata sebuah video perjalanan.

Suara resleting di ujung sudut tas yang kami bawa menandakan bahwa kami harus mencari kasir yang akan menerima kewajiban kami selama beberapa saat menikmati secangkir kopi dan setumpuk stick tempe pedas dalam cahaya remang khas warung kopi anak muda yang terpantul oleh beberapa pajangan di dinding itu.

Kerjaan yang tadi sempat tertunda karena kehabisan kopi berlanjut di sebuah kamar yang meiliki pendaran cahaya yang lebih terang dan lebih lurus. Dalam posisi tiarap di depan komputer portable, dibantu sebuah bantal yang menyangga dagu saya untuk tetap berada sejajar dengan layar laptop. Gerakan jemari yang terpadu dengan suara khas tikus tak berekor tersebut memecah keheningan kamar saat dingin malam tersebut.Read More »Penyesalan itu seperti bola karet

Tentang kita, Pangandaran 2005

Entah kenapa tiba-tiba membuka database foto digital di dalam hardisk komputer, sembari membiarkan jemari bergerak di atas mouse yang bergerak melingkar tanpa henti layaknya sebuah kincir angin. tanpa terasa klik mouse mengarah kepada folder dimana berisi foto di jaman sewaktu SMA. wah…foto yang dulu saya scan dan pernah saya uplod di pesbuk kembali membawa ingatanku kembali pada waktu itu. teringat pada sebuah perjalanan yang bertemakan perpisahan dengan teman sekelas saat menunggu pengumuman UAN tahun 2005. tanggal dan bulan sudah terlupa, namun tahun tetap terngiang jelas. dahulu saya bukan termasuk panitia dalam kisah perjalanan ini, saya cuma sebagai dokumenter dengan kamera analog atau lebih nyaman disapa tustel isi 36 film. saya lupa bagaimana ceritanya, namun yang pasti sempat ada beberapa masalah dengan roll film tustel tersebut.

 

 

teringat pada saat itu sekitar pukul 7 malam saya dan teman saya yang bernama gudel sampai di gerbang SMA dengan diantarkan oleh kakak dan salah seorang temannya. sesampainya di sana masih terasa sepi karena semua belum berkumpul dan bus yang kami sewa juga belum datang juga. ada beberapa adegan saat menunggu pemberangkatan bus, tapi ada satu hal yang sangat saya ingat. yaitu saat di dalam bus ternyata jumlah kursi tidak mencukupi untuk jumlah kami sekelas, akhirnya kami memutuskan untuk mengambil beberapa bangku di kelas sebagai kursi tambahan di dalam bus tersebut. beberapa orang teman melompati pagar bagian dalam sekolah yang tidak setinggi leher orang dewasa, setelah beberapa teman melompat dengan susah payah untuk dapat ke balik pagar tersebut. tiba-tiba ada salah seorang kawan mendorong dengan santai pagar tersebut, ternyata pagar terebut tidak dikunci sama sekali, hanya dikaitkan satu sama lain. otomatis hal tersebut menjadi bahan tertawa bagi mereka yang tidak ikut mengambil kursi tambahan.

Read More »Tentang kita, Pangandaran 2005