Home Perjalanan Pantai dan danau

Pantai dan danau

perjalanan di pantai dan danau

Berkunjung dan Bermalam di Desa Waonu, Pulau Kadatua, Buton Selatan

Hari mulai beranjak sore saat Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di Batauga telah ditutup. Segera kami mengemasi peralatan, lalu berpindah ruang untuk berganti kostum agar lebih nyaman saat penyeberangan nanti. Kami akan menyebrang ke Pulau Kadatua, untuk bermalam di Desa Waonu.

Langit sore ketika kami bergegas menuju ke Pelabuhan Topa

Saya saat itu berada dalam rombongan yang berjumlah 7 orang, Bu Herna, Bang Ebi, Mas Jussac, Mas Zul, Kepala Desa Waonu, dan Kepala Desa Kapoa Barat. Kami menyebrang dari Pelabuhan Topa yang terletak di Kota Baubau, memakan waktu sekitar 30 menit berkendara dari Batauga, Ibukota dari Kabupaten Buton Selatan.Read More »Berkunjung dan Bermalam di Desa Waonu, Pulau Kadatua, Buton Selatan

Jaboi Geothermal Spot, Wisata Geologi di Sabang

Mini volcano ini terletak di selatan pusat Kota Sabang, mungkin memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Sabang. Akses jalan untuk menuju ke Mini Volcano ini juga sudah beraspal dan halus, bisa dilalui kendaraan roda dua mupun roda empat.

Belerang terlihat keluar dari lubang-lubang kecil

Seusai puas bermain air di Air Terjun Pria Laot, segera saya membuka peta dan rencana perjalanan hari itu. Tujuan selanjutnya adalah sebuah tempat dengan simbol berupa gunung berapi di peta lokasi wisata Pulau Weh. Tertuliskan sebuah nama tempatnya, Mini Volcano.Read More »Jaboi Geothermal Spot, Wisata Geologi di Sabang

Danau Aneuk Laot, Danau Air Tawar di Pulau Weh

Pulau Weh memang memiliki beragam daya tarik wisata, baik wisata alam maupun wisata buatan. Salah satu wisata alamnya adalah Danau Aneuk Laot, berlokasi tidaklah begitu jauh dari pusat Kota Sabang. Mungkin hanya 10 menit, maka kita sudah bisa sampai ke tepian Danau Aneuk Laot.

Bukanlah hal sulit bagi kami untuk menemukan jalan masuk ke tepian Danau Aneuk Laot

Danau Aneuk Laot di Pulau Weh tidaklah begitu besar, keberadaannya yang alami tentu saja menjadikannya sebagai salah satu aset utama dalam menampung sebagian air tawar agar tetap berada di Pulau Weh.Read More »Danau Aneuk Laot, Danau Air Tawar di Pulau Weh

Sail Sabang 2017 – Atraksi Wisata Bahari Dunia

Sail Sabang adalah rangkaian dari Sail Indonesia seri ke-9 yang diluncurkan kali pertama di Bunaken, Manado pada tahun 2009. Sail Sabang 2017 akan berlansung pada tanggal 28 November – 5 Desember 2017, dengan puncak acara pada tanggal 2 Desember 2017 di Teluk Sabang yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.

Sail Sabang 2017, 28 Nov – 5 Des 2017. (via http://sailsabang2017.co.id/)

Sail Sabang 2017 menjadi puncak acara Bahari tahunan terbesar yang selalu diadakan di Indonesia, yaitu Sail Indonesia. Rangkaian acara ini dilakukan guna mempromosikan potensi wisata maritim di Indonesia ke mata dunia. Peserta dalam rangkian Sail Indonesia ini akan mengunjungi beberapa destinasi wisata yang ada di Indonesia dengan tujuan untuk memperkenalkan lebih jauh potensi wisata, kebudayaan dan keindahan alam pada pulau yang dijadikan jalur pelayaran.

 

 

Read More »Sail Sabang 2017 – Atraksi Wisata Bahari Dunia

Memandang Waduk Sermo dari Kalibiru, Kulonprogo Sesaat Dahulu

Wisata Kalibiru yang berada di Desa Kalibiru, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D.I. Yogyakarta beberapa waktu terakhir ini menjadi semacam lokasi wisata yang sedang populer. Terlihat sekali ketika mereka berfoto di atas papan kayu ditambah tali pengaman, lalu dengan latar belakang Waduk Sermo. Untuk menaiki papan kayu tersebut dan berfoto di ayasnya, setahu saya dikenakan biaya tambahan selain tiket masuk ke lokasi tersebut.

kalibiru kulonprogo
Waduk Sermo terlihat dari Kalibiru

Saya pertama kali mengunjungi Objek Wisata Kalibiru pada bulan Maret tahun 2013. Masih sangat sepi saat itu, belumlah banyak pengunjung seperti sekarang ini. Saya juga saat itu belum dikarenakan tiket masuk, karena memang tidak ada yang berjaga di loket tiket masuk. Kondisi sekitar saat itu juga masih terlihat beberapa bangunan yang sedang akan dibangun.

Saya bersama Angga, Usnu dan Agus. Siang terik dan juga panas, terasa menyengat di kulit kami. Dedaunan area Kali Biru membuat kami bisa sejenak bernaung dari cuaca siang tersebut. Saat itu memang sepi pengunjung, hanya kami berempat yang ada di area Kalibiru.

kalibiru kulonprogo
Tangga keramik yang terasa licin saat hujan

Berasa menjadi pengunjung spesial saat itu, melangkah dan berfoto tanpa harus terganggu oleh pengunjung lain. Cuaca terik saat itu tidaklah begitu terasa, yang ada memang semilir angin siang itu yang membuat kami terasa mengantuk.

Read More »Memandang Waduk Sermo dari Kalibiru, Kulonprogo Sesaat Dahulu