Home sabang

sabang

Jaboi Geothermal Spot, Wisata Geologi di Sabang

Mini volcano ini terletak di selatan pusat Kota Sabang, mungkin memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Sabang. Akses jalan untuk menuju ke Mini Volcano ini juga sudah beraspal dan halus, bisa dilalui kendaraan roda dua mupun roda empat.

Belerang terlihat keluar dari lubang-lubang kecil

Seusai puas bermain air di Air Terjun Pria Laot, segera saya membuka peta dan rencana perjalanan hari itu. Tujuan selanjutnya adalah sebuah tempat dengan simbol berupa gunung berapi di peta lokasi wisata Pulau Weh. Tertuliskan sebuah nama tempatnya, Mini Volcano.Read More »Jaboi Geothermal Spot, Wisata Geologi di Sabang

Danau Aneuk Laot, Danau Air Tawar di Pulau Weh

Pulau Weh memang memiliki beragam daya tarik wisata, baik wisata alam maupun wisata buatan. Salah satu wisata alamnya adalah Danau Aneuk Laot, berlokasi tidaklah begitu jauh dari pusat Kota Sabang. Mungkin hanya 10 menit, maka kita sudah bisa sampai ke tepian Danau Aneuk Laot.

Bukanlah hal sulit bagi kami untuk menemukan jalan masuk ke tepian Danau Aneuk Laot

Danau Aneuk Laot di Pulau Weh tidaklah begitu besar, keberadaannya yang alami tentu saja menjadikannya sebagai salah satu aset utama dalam menampung sebagian air tawar agar tetap berada di Pulau Weh.Read More »Danau Aneuk Laot, Danau Air Tawar di Pulau Weh

Segarnya Air Terjun Pria Laot di Sabang, Pulau Weh

Pulau Weh menurut saya adalah pulau kecil dengan beragam atraksi untuk berwisata, lengkap dan terjangkau jarak antar satu lokasi dengan lokasi lainnya. Terlebih dengan akan diselenggarakannya Sail Sabang 2017 yang pastinya akan menarik para wisatawan untuk merapat ke berbagai lokasi wisata di Sabang. Salah satu lokasi yang saya kunjungi saat itu adalah Air Terjun Pria Laot yang berada tepat di tengah Pulau Weh. Waktu tempuhnya sekitar 30 menit berkendara santai dari pusat Kota Sabang.

Sebuah tikungan jalan seperti tikungan jalan yang lainnya menarik perhatian kami, ada tulisan “Air Terjun” dengan arah panah keluar dari jalan aspal di tikungan tersebut. Sontak girang bagi kami yang masih mengenakan baju basah karena bersnorkling di Pantai Iboih, kami bisa berbilas dengan air tawar yang melimpah dan bersih tentunya.

Kami pun mengikuti jalan beton yang hanya bisa dilalui sepeda motor tersebut, hingga kami sampai pada batas jalan dimana ada sebuah pipa air yang melintang, sehingga sepeda motor kami harus beristirahat sejenak di bawah dedaunan yang meneduhi jalanan siang itu.

Mempersiapkan diri untuk menjadi ninja

 

Karena kami yakin, tiada sungai yang tak berhulu

Read More »Segarnya Air Terjun Pria Laot di Sabang, Pulau Weh

Di Manakah Lokasi NOL Kilometer Indonesia yang Sebenarnya?

Anda pasti sudah sering menyanyikan lagu dengan lirik sebagai berikut

Dari sabang sampai merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung memnyambung menjadi satu
Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia

iya, lagu tersebut berjudul “Dari Sabang Sampai Merauke” ciptaan R. Suharjo. Lagu Nasional yang sering kita nyanyikan saat masih berada di bangku sekolah. Saya dulu juga pernah menyanyikan lagu ini mungkin lebih dari 10 kali dalam sehari ketika mengikuti Pelatihan di AAU Yogyakarta. 😀

Lagu di atas saya atur supaya terputar otomatis ketika Anda menggunakan browser yang mendukung. Jadi mari kita simak artikel berikut ini dengan mendengarkan salah satu lagu nasional tersebut dengan irama yang bisa membawa Anda santai dan membayangkan seperti apakah NOL Kilometer Indonesia.

Read More »Di Manakah Lokasi NOL Kilometer Indonesia yang Sebenarnya?

Sabang, Titik awal dimana keindahan Indonesia dimulai (part 2 of 2)

pantai keunekai

Hari kedua berada di Pulau Weh (Sabang) tidak serta merta membuat hasrat kami untuk bangun pagi terukir dalam cerita pagi itu. Waktu masih menunjukkan pukul 6.30 WIBB (waktu indonesia barat banget), walau kami tak menengok ke luar jendela tetapi kami yakin kalau matahari belum terbit. Alhasil tidur kucing (terlelap tak bisa, bangun pun malesss…) membawa kami pada pukul 8.00 WIBB, antrian satu kamar mandi untuk 6 orang mengingatkan akan masa-masa kos. Sekitar pukul 9.00 WIBB kami meluncur mencari sarapan. Setelah mampu melahap semua koloni nasi dan sekitarnya, kami kembali ke penginapan untuk mulai merancang skenario petualangan hari ini.

danau aneuk laot

Setelah melihat jarak dan daftar aktivitas yang bisa dilakukan di masing-masing obyek, maka segera kami meluncur ke lokasi yang dinamakan danau aneuk laot. Hanya berjarak 5 menit dari penginapan kami, ternyata obyek wisata ini belum sepenuhnya siap untuk dikunjungi, dimulai dari ketiadaan plang untuk menuju bibir danau secara akurat. Serta tidak adanya dermaga kecil untuk sekedar merasakan tawarnya air danai tersebut.Read More »Sabang, Titik awal dimana keindahan Indonesia dimulai (part 2 of 2)

Pulau Nasi, Keindahan di Ujung Barat Indonesia [Pulo Aceh 1/4]

15. Damai di Pantai Nipa - Ghozali Qodratullah

Pulau Nasi atau lebih dikenal Peunasu merupakan salah satu pulau berpenghuni di Kecamatan Pulo Aceh yang terletak di sebelah utara dari Kota Banda Aceh. Bahkan Pulau Nasi berada lebih barat dari Pulau Weh yang lebih dikenal dengan Sabang, tempat berdiri dengan kokoh Tugu Nol Kilometer Indonesia. Jadi andaikan anda berpergian ke Pulau Nasi, maka anda telah berada di daerah minus sekian dari 0 km Indonesia :D. Satu-satunya akses transportasi ke Pulau Nasi menggunakan kapal motor yang biasa ngetem di sekitaran area Pelabuhan Ulee Lheue (Pelaabuhan untuk menuju Pulau Weh), kecuali anda ingin menggunakan transportasi udara kemudian melakukan terjun payung, atau menggunakan jalur darat sembari melatih kesabaran menunggu samudra hindia surut :D. Akses transportasi melalui jalur laut sangat bergantung kepada cuaca, saat cuaca cerah perjalanan hanya memakan waktu sekitar 60 menit, sedangkan apabila cuaca kurang bersahabat dapat memakan waktu hingga 90-120 menit tergantung kondisi laut saat itu. Tetapi saya lebih menyarankan ketika anda berniat berkunjung ke Pulau Nasi, berkunjunglah diluar musim penghujan. Selain perjalanan laut yang lebih menenangkan adrenalin, juga anda akan lebih mudah berkeliling Pulau yang belum sepenuhnya memiliki jalan aspal namun sepenuhnya memiliki pantai berpasir putih bersih dengan hamparan samudra yang memberikan warna kedamaian.
1. Pemberangkatan - Ghozali Qodratullah

Read More »Pulau Nasi, Keindahan di Ujung Barat Indonesia [Pulo Aceh 1/4]