Lamun dan Dugong untuk Bahari yang Lebih Lestari

Ingatkah kalian saat terakhir kali pergi ke pantai dengan air laut yang jernih? Apakah kalian memperhatikan ada sekumpulan tanaman yang mengapung di permukaan air dan ada juga ada yang terbenam di dalam air laut? Yang mengapung tentu saja kalian sudah tahu bahwa itu adalah rumput laut (seaweed), namun untuk tanaman yang terbenam di dasar laut tersebut?

Kapan terakhir kalian pergi ke pantai dengan air sejernih ini? Lalu sempatkah memperhatikan ada tanaman seperti itu di dasar laut?

Nama tanaman tersebut adalah Lamun, dalam bahasa inggris dikenal dengan seagrass. Lamun merupakan salah satu tempat favorit bagi ikan-ikan untuk berpijah dan mengasuh anak-anaknya. Bukan hanya ikan saja yang memanfaatkan padang lamun sebagai rumah, penyu hijau dan dugong juga menjadikan lamun sebagai makanan mereka.

 

APA ITU LAMUN DAN PADANG LAMUN ?

Lamun (seagrass) adalah tumbuhan tingkat tinggi yang hidup dan tumbuh terbenam di lingkungan laut; berpembuluh, berimpang (rhizome), berakar, dan berkembang biak secara generatif (biji) dan vegetatif. Rimpangnya merupakan batang yang beruas-ruas yang tumbuh terbenam dan menjalar dalam substrat pasir, lumpur dan pecahan karang. [1]

Padang Lamun (seagrass beds) adalah hamparan tumbuhan lamun yang menutupi suatu area pesisir/laut dangkal yang dapat terbentuk oleh satu jenis lamun atau lebih dengan kerapatan tanaman yang padat, sedang, atau jarang. [1]

LAMUN DAN DUGONG

Dugong (atau “Duyung”) gemar sekali berada di padang lamun untuk bermain dan mencari makan. Selain itu, ternyata keberadaan dugong di padang lamun juga turut andil dalam menyuburkan padang lamun. Ada simbiosis mutualisme yang muncul antara lamun dan dugong untuk menjaga keseimbangan ekologis flora dan fauna di sekitar padang lamun.

Nama latin dari dugong adalah dugong dugon, mamalia laut yang mampu hidup hingga umur 70 tahun ini mampu mencapai panjang 3 meter dengan berat hingga 450 kg. Ada juga mitos yang menganggap mata air dugong memiliki kekuatan mistis, padahal itu hanyalah lendir pelembab mata dugong yang keluar ketika dugong berada di luar air.

Dugong dilindungi penuh keberadaannya melalui PP No. 7 Tahun 1999 dan didukung oleh UU No. 31 Tahun 2004 jo UU No. 45 Tahun 2009 (pasal 100, 100B, 100C),namun tetap saja diburu hidup-hidup & dagingnya dikonsumsi. Ada beberapa hal yang menyebabkan buruknya kondisi dugong di indonesia :

  1. Perburuan skala lokal dan pemanfaatan langsung bagian tubuh dugong
  2. Terjaring atau terperangkap di alat tangkap milik nelayan
  3. Tertabrak kapal wisata atau kapal nelayan
  4. Kurangnya kepedulian masyarakat mengenai keberadaan penting dugong dalam ekosistem.
Baca Juga :  Netizen Semarang Ngobrol Seru Bersama MPR RI di Hotel Grandhika Semarang

Yuk simak video dari Dugong and Seagrass Conservation Project Indonesia (DSCP Indonesia) berikut ini mengenai Lamun dan Dugong

 

MANFAAT PADANG LAMUN

Saat saya berkunjung ke Kabupaten Buton Selatan pada akhir tahun 2017, saya sempat berkunjung ke Pulau Siompu. Saya terkesima dengan keberadaan padang lamun di Pelabuhan Siompu, tidaklah terlalu rapat, namun untuk sebuah pelabuhan yang terdapat aktivitas manusia, hal tersebut sangat menggembirakan, walaupun kondisinya terancam.

Tepat di bawah perahu-perahu yang bersandar, terlihat jelas padang lamun yang menghampar.
Padang Lamun di Pelabuhan Siompu mudah terlihat karena air yang jernih dan arus laut yang cukup tenang kala itu.

Lalu tidak jauh dari Pelabuhan Siompu, saya menuju ke Pantai Desa Tongali. Di pantai tersebut, saya baru pernah melihat hamparan padang lamun seluas itu. Tumbuh pada zona pasang surut air laut dengan pasir putih dan jernihnya air laut yang semakin mempermudah untuk dilihat. Di lokasi tersebut, sangat dengan mudah menemukan beragam makhluk air, seperti bintang laut, kepiting, dan ikan.

Sejauh mata memandang, langkah demi langkah menyusuri jalan setapak yang membelah padang lamun.

Berikut saya sematkan foto 360 derajat agar kalian tahu seluas apa Padang Lamun tersebut saat air laut sedang surut.

Tahukah kalian bahwa padang lamun merupakan salah satu ekosistem pada habitat bentik yang memiliki peran ekologis dan ekonomis terutama di wilayah pesisir?. Padang lamun sangat mendukung keberlangsungan hidup sektor sosial dan ekonomi, terutama untuk mereka yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut.

Jika ingin melihat contoh padang lamun di Indonesia, bisa menyaksikan video hasil unggahan Afillah Chudiel berikut ini :

 

Padang lamun menurut Bjork [2] memiliki peranan penting sebagai berikut ini :

  1. Sebagai tempat untuk berlindung dan mencari makan biota laut,
  2. Tempat berpijah ikan,
  3. Mampu menstabilkan sedimen,
  4. Menjaga ketersediaan stok ikan,
  5. Filter alami untuk polusi dan menjernihkan air, sehingga melindungi terumbu karang dan perairan sekitarnya dari polusi,
  6. Penyimpan karbon jangka panjang,
  7. Sumber bahan makanan dan obat-obatan,
  8. Sumber plasma nutfah yang sangat penting

Bila dilihat dari delapan peranan penting diatas, padang lamun diperkirakan memiliki nilai kontribusi mencapai 19.900 USD/ tahun untuk tiap hektarnya [3], jauh lebih tinggi dibandingkan ekosistem lainnya seperti terumbu karang, hutan mangrove dan makro alga [4]. Perlu diketahui juga, kemampuan padang lamun untuk mengubur karbon pada sedimennya mencapai 50 kali lebih efektif dibandingkan hutan tropis [5], sehingga padang lamun merupakan salah satu blue carbon sink yang paling efektif [6].

 

SEBARAN PADANG LAMUN DI INDONESIA

Walaupun padang lamun memiliki peranan penting serta nilai kontribusi sedemikian besarnya tersebut, namun tetap saja kondisi padang lamun tiap tahun berkurang. Kurangnya pemahaman terhadap fungsi penting padang lamun menjadikan terjadinya hal tersebut. Tercatat, sejak tahun 1940, lebih dari 40% padang lamun telah hilang dari wilayah pesisir, terutama pada wilayah pesisir berpopulasi padat dengan pembangunan infrastruktur yang intensif [7].

Baca Juga :  Flash Blogging Kominfo : Asyik Ngeblog dan Tetap Pancasilais

Jadi, bila kalian perhatikan ketika datang ke pantai dengan pembangunan dan banyaknya pemukiman, pasti air pantainya tidaklah jernih, jika air tidak jernih maka dipastikan tidak ada lamun di lokasi tersebut. Maka janganlah heran kalau banyak diantara kita yang belum pernah melihat lamun secara langsung di habitatnya.

12 jenis lamun yang umum ditemui di Indonesia, sumber Album Peta Lamun 2017
Peta sebaran padang lamun berdasarkan jenis lamun di Indonesia, sumber Album Peta Lamun 2017. Saya mencoba mencari data mentahnya, namun tidak menemukannya, sehingga tidak bisa menyematkan WebGIS mengenai persebaran jenis lamun di Indonesia di blog ini.

Indonesia memiliki padang lamun seluas 1.507 km persegi, namun hanya 5% saja yang tergolong sehat, 80% tergolong kurang sehat, dan sisanya 15% tergolong tidak sehat. Di dunia ada 60 jenis lamun [8], sedangkan di Indonesia terdapat 15 jenis, namun hanya 12 jenis saja yang dapat dijumpai [1]. Yang paling sering dijumpai adalah Enhalus acoroides dan Thalassia hemprichii.

Untuk Daun Enhalus acoroides dapat tumbuh hingga 2 meter dengan lebar daun mencapai 2 cm. Rhizoma Ea sangat tebal dengan diameter mencapai 1,5 cm [9]. Lamun merupakan satu-satunya tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang memilki rhizome, daun dan akar sejati yang hidup terendam di dalam laut.

 

PENYEBAB KERUSAKAN PADANG LAMUN

Menurut buku Status Padang Lamun Indonesia 2017 [1], ada 8 dampak antropogenik terhadap ekosistem lamun, untuk mempermudahnya, bisa dilhat melalui infografis dari buku tersebut di bawah ini :

Ketika saya berkunjung ke Pulau Liwutongkidi di Kabupaten Buton Selatan, saya berjalan-jalan di sekitar pantai bersama Mas Jussac, beliau memiliki latar belakang ilmu kelautan, sehingga jalan-jalan pagi saya berasa seperti fieldtrip. Saya sempat mendapatkan informasi mengenai ciri-ciri pantai yang pernah terjadi aktivitas pengeboman di sekitarnya. Ada banyak patahan-patahan terumbu karang di tepian pantai.

Lalu sejenak kami menepi, menuju batas air dan darat, ada sekelompok lamun yang membuat garis panjang di sekitar pantai. Lalu Mas Jussac berucap “Mereka sedang memulai kehidupan yang baru”. Untuk fotonya, bisa dilihat dalam format 360 derajat sebagia berikut :

 

MENYELAMATKAN LAMUN DAN DUGONG

Berdasarkan hal-hal yang telah dijelaskan, pasti kalian sudah paham bagaimana peran penting lamun dan dugong untuk keberlangsungan berbagai makhluk hidup laut dan juga bagaimana kondisi lamun yang mulai terancam. Yuk mari lakukan hal-hal di bawah ini untuk melestarikan keberadaan lamun dan dugong

  1. Mempelajari dan menyebarkan informasi mengenai lamun dan dugong untuk meningkatkan kepedulian masyarakat sekitar kita.
  2. Hindari membuang sampah sembarangan, terutama di laut.
  3. Melaporkan jika ada pencemaran dan perusakan padang lamun ke aparat setempat.
  4. Jika ada kematian dugong, laporkan ke aparat setempat
  5. Tidak membeli ikan hasil pengeboman, karena praktik penangkapan dengan metode tersebut terindikasi merusak padang lamun dan habitat dugong.
  6. Tidak membeli bagian tubuh dugong, baik yang mentah ataupun yang telah diolah (air mata dugong, taring dugong, dll)
  7. Mendukung upaya konservasi Pemerintah Indonesia, salah satunya melalui DSCP Indonesia.
Baca Juga :  [Ebook] Pulo Aceh, The Real Zero Kilometer of Indonesia

 

Jika ingin menghubungi DSCP Indonesia lebih lanjut, bisa melalui lembaga pelaksana berikut ini :

DIT. Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan
Gedung Mina Bahari III, Lantai 10,
Jalan Medan Merdeka Timur No. 16, Jakarta Pusat – Indonesia, 10110
Email : id.dscp@gmail.com ; dscp.indonesia@gmail.com
Telp. : (021) 3522045

 

Selain itu, kalian juga bisa memantau kanal DSCP Indonesia untuk mendapatkan informasi dan turut berpartisipasi dalam setiap kegiatan DSCP. Bisa melalui tautan berikut :
Facebook : Dugong and Seagrass Conservation Project – DSCP Indonesia
Youtube : DSCP Indonesia

 

Yuk mari gunakan jempolmu dengan bijak dan bermanfaat dengan mulai membagikan artikel ini dan artikel lainnya yang berisi informasi lamun dan dugong agar masyarakat Indonesia semakin tahu dan peduli akan keberadaan padang lamun dan dugong di Indonesia.

 

Salam Bahari…

_______

[Catatan Kaki]

  • [1]Buku Status Padang Lamun Indonesia 2017, dikeluarkan oleh LIPI 2017
  • [2]Bjork et all, 2008 dalam Wicaksono, 2017
  • [3]Costanza et al., 1997 dalam Wicaksono, 2017
  • [4]Fourqurean et al., 2012 dalam Wicaksono, 2017
  • [5]Laffoley dan Grimsditch, 2009 dalam Wicak sono 2017
  • [6]Nelleman et al., 2009 dalam Wicaksono 2017
  • [7]FAO, 2007 dalam Wicaksono 2017
  • [8]Kui & McComb, 1989 dalam Status Lamun Indonesia 2017
  • [9]Waycott et al., 2004 dalam Wicaksono 2017

[Daftar Pustaka]
          Wicaksono, Pramaditya. 2017. Karakterisasi Respon Spektral Spesies Lamun Enhalus Acorodies dan Cymodocea Rotundata di Pulau Karimunjawa. Majalah Ilmiah Globe Volume 10 No. 1 April 2017:01-10

          Hermawan, Udhi Eko. dkk. 2017. Status Padang Lamun Indonesia 2017. Pusat Penelitian Oceanografi – LIPI : Jakarta.

10 COMMENTS

  1. Padang Lamun ini juga yang jadi sebutan nama kampungku. Di pantai trempatku banyak padang lamunnya, terus dinamakan Jelamun. Jadi kampungku namanya Kampung Jelamun

    *copas dari komentar di FB hahahahhah

  2. Pertama kali ngeh bahwa seaweed dan seagrass adalah dua hal yang berbeda saat piknik ke Belitong tahun 2012. Kebetulan kala itu bisa ketemu salah satu pegiat ekowisata disana dan dijelasin banyak hal. Tapi yang hubungan antara padang lamun serta dugong baru baca ini. Info menarik, mas. Memperkaya pengetahuan. Terima kasih 🙂

  3. Oalahh hla kukira itu rumput laut. Baru denger ini aku kata lamun. Sip mas, nambah pengetahuan. Btw, Aku jadi pengen lihat ikan duyung belum pernah soalnya

  4. Pantai di daerah ku sepertinya tidak semunya ditumbuhi lamun ini, tp ada beberapa, sebelumnya aku kira itu rumput laut juga *anak pantai kurang ilmu ini.
    Ternyata nama lain ikan duyung adalah dugong dan penampakannya seperti gambar di atas. Kenapa di tipi-tipi jadi berubah putri duyung ya? apa karen air matanya itu?

    Padang lamun berarti filternya laut ya. Informasi yg harus dibaca oleh generasi di wilayah maritim.
    Keren mas.

    • Hehehe, lamun masih kalah kondang sama rumput laut.

      Iya, bikinan disney kan jadi cantik-cantik, padahal kalau nonton di heripopter atau jeksperow itu ngeri putri duyungnya, ahaha

      Iya seperti itulah, filter di dasar laut yang juga turun menjaga keseimbangan ekologis.

Ambil hanya informasi, tinggalkan hanya komentar. Silahkan berbijak hati untuk mengisi kolom komentar. Salam