Cara Memilih Sandal Gunung yang Baik dan Benar

Sepasang sandal eiger yang saya miliki, 2010 dan 2015

Alas kaki, peralatan satu ini memang sudah menjadi pasangan bagi kita ketika sedang melakukan kegiatan apapun, baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Untuk kegiatan di luar ruangan yang menuntut kekuatan serta kenyamana memang menjadi syarat mutlak menurut saya. Saya tidak ingin ketika dalam tempat yang jauh dari warung, tiba-tiba sandal saya putus di tengah jalan, atau sobek sehingga perjalanan saya terganggu atau bahkan terhenti sehingga harus kembali ke rumah.

Berikut tips dalam memilih sandal gunung untuk aktivitas luar ruangan anda berdasarkan pengamalan saya.
1. Ukuran
Pastikan ukurannya pas, tidak terlalu kecil dan t?ak terlalu besar. Imbasnya jika anda mengenakannya tanpa kaos kaki maka akan membuat kaki anda lecet karena tertekan atau karena sandal tersebut sering bergeser.

2. Kekerasan
Carilah bagian alas yang keras, karena sepengalaman saya ketika menggunakan yang cenderung empuk cukup mengganggu ketika melakukan pendakian. Selain sandal dengan bahan empuk cenderung licin, juga cukup merepotkan karena tubuh anda dengan beban berat di pundak serasa akan memantul-mantul setiap melangkah.

3. Selop atau Jepit?
Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing,
jika menggunakan yang bejenis selop, maka anda akan lebih nyaman menggunakan kaos kaki jenis apapun, dan sela antara ibujari kaki anda tidak akan terasa lecet, hanya punggung kaki yang akan terasa tertarik ketika melewati jalan menanjak.
Jika menggunakan berjenis jepit, maka anda harus memakai kaus kaki dengan bentukan ibu jari yang terpisah agar nyaman. Sangat membantu saat turun karena ada pengganjal jari anda agar tidak meluncur.

Baca Juga :  [Ebook] Gunung Kemiri (3315 mdpl) - Kawasan TN Gunung Leuser

4. Penghubung antar webing
Saya tidak tahu apa namanya, tapi berfungsi untuk menghubungkan antara webing yang melingkari mata kaki anda. Biasanya dipasaran memang terbuat dari plastik keras, carilah yang memiliki ujung tumpul dan mengikuti lekuk mata kaki. Ketika kita memakainya tanpa kaus kaki maka biasanya cukup menusuk-nusuk mata kaki ketika melakukan perjalanan. Kendurkan sedikit agar tidak terlalu menekan mata kaki anda.

Walau dari plastik, namun cukup menyiksa di mata kaki

5. Grip
Sandal gunung memiliki grip yang kompleks, biasanya bagian depan memiliki grip yang mengarah ke belakang, berguna untuk menjaga agar kaki tidak terpeleset mundur pada jalan menanjak. Grip belakang biasanya memiliki alur grip yang menghadap ke depan untuk menjaga kaki agar tidak terpeleset ketika menuruni jalan.
jadi ketika akan melakukan pengereman pada jalan menanjak, tekanlah bagian depan kaki anda, sedangkan ketika akan mengerem pada jalan menurun, tekanlah bagian belakang kaki anda.

Grip yang baik adalah yang mengarah ke dalam

6. Harga
Carilah kualitas, bukan sekedar harga murah, Sandal Gunung saya yang dulu tahun 2011 awal dengan harga sat itu 100 ribu rupiah, sampai sekarang 2015 masih awet, hanya ada perbaikan karena selop yang lepas. Investasi yang cukup baik mengingat sekarang harga baru seperti itu sekitar 150 ribu ke atas.

Logo lama, lebih murah

7. Warna
Sekarang sudah banyak macam warna yang beredar, tidak seperti dulu yang hanya warna hitam saja. Namun karena sering dipakai ke tanah dan sering basah, saya lebih merekomendasikan warna hitam. Agar tidak terlihat tidak kotor dan cepat kering apabila dijemur.

Baca Juga :  Cleaning Sensor Sony Alpha 230

sekian tips ringan dalam memilih sandal gunung, semoga bermanfaat.
Salam lestari.

3 COMMENTS

Leave a Reply