Tips Komposisi Agar Foto Makin Keren

Anda memiliki kamera DSLR entry level? Atau hanyalah memiliki kamera pada ponsel saja? Jangan takut untuk tidak dapat menghasilkan foto bagus, karena salah satu unsur terkuat dalam fotografi selain teknik adalah komposisi dalam pengambilan gambar.

Komposisi dalam bidang apapun seperti kecintaan orang terhadap sebuah minuman; dingin, manis, hangat, bersoda, semua kembali ke selera masing-masing. Tetap sajalah ada semacam kesepakatan bersama tentang sebuah minuman, ia harus cair kan? Sama seperti komposisi pada sebuah foto dimana ada aliran umum  yang dijalankan dan diikuti oleh sebagian besar orang.

Beberapa tips di bawah ini didapatkan dari berbagai sumber, semoga bisa menginspirasi para pembaca agar bisa membuat foto, bukan hanya sekedar mengambil foto. Komposisi yang saya sajikan berikut ini hanyalah yang menurut selera saya adalah baik dan terkadang selera kita tidaklah sama 😀

  • Buatlah subjek utama dalam foto, baik secara ukuran, warna, bentuk atau apapun agar penikmat foto langsung mengarahkan matanya ke subyek tersebut.
jelas sekali warna, ukuran, lokasi, bentuk dari objek utamanya
  • Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatian.

  • Kesederhanaan, karena semakin sedikit objek yang anda masukkan, maka semakin membuat komposisi foto dapat menonjolkan subyek yang anda masukkan tersebut.
  • Konsep utama fotografi adalah framing, anda berhak membingkai apapun yang akan anda masukkan ke dalam bingkai digital anda. Hilangkanlah elemen atau hal-hal lain yang bisa mengurangi pola atau warna dalam foto anda. Bisa anda lakukan dengan melakukan zoom, tutupi dengan elemen lain, atau anda bisa bergeser untuk mendapatkan sudut pandang yang baru.
Baca Juga :  [NOSTALGIA] Perdana Memotret Galaksi Bimasakti
konsep bingkai atau framing
  • Jika anda bingung dengan elemen yang bertebaran di sekeliling subyek, maka buat saja satu frame foto anda dengan subyek utama tersebut. Anda bisa membuat background yang solid untuk menyederhanakannya.
Solidkan saja background dari menara di Kraton Solo
  • Jika terdapat ruang kosong, maka isilah dengan objek lain.
Rumputnya biar tidak kesepian, saya isi dengan si biru mungil

 

  • Dalam teknik cropping, usahakan jangan memotong pada bagian yang vital, semisal bagian kepala ter-crop pada bagian matanya, atau bunga yang hanya terambil sebagian bunga utamanya.
  • Carilah sudut pandang yang baru, jangan terlalu sering memotret dari depan, bisa anda ambil dari atas, bawah atau dari belakang subjek yang akan anda ambil.
Mendekatkan kamera ke aspal di Jalan Slamet Riyadi, Solo
  • Aturan sepertiga atau lebih dikenal dengan Rule of Third, dengan menarik garis imajiner dengan meletakkan objek utama pada sepertiga bagian frame.
letakkan jangan di tengah, namun di sepertiga dari foto
  • Background bisa  memperkuat foto, sehingga buatlah background anda menjadi lebih menarik.
Awannya bisa jadi background yang menarik
  • Cobalah memotret secara landscape atau portrait, lalu pilihlah mana yang lebih cocok untuk menggambarkan kesan yang menurut anda antara lebar dan tinggi.
Mode Landscape
DSC_2009
Atau Mode Potrait?
  • Lihatlah pola –pola yang ada disekitar anda, bisa anda jadikan sebagai foreground yang menarik.
Ulir pasir bisa anda jadikan pola
  • Keseimbangan antara kiri dan kanan atau atas bawah bisa anda latih dengan menggunakan bantuan garis pada viewfinder.
Kiri rel dan kanan sawah
  • Carilah garis lurus atau garis melengkung yang bisa memperkuat komposisi foto anda
anda bisa melihat garisnya kan?
  • Menaruh titik perhatian tepat ditengah-tengah foto melangggar aturan Rule of Third, namun tidak melanggar aturan fotografi kan?
  • Kalau memang tidak ingin foto simetris, maka aturlah garis horizon lebih ke atas atau lebih ke bawah dari tengah frame.
Baca Juga :  cara meluruskan horizon foto dengan software picasa
Merendah agar tidak simetris
  • Hindari adanya overlap antara garis horizon dengan subjek yang penting
  • Beberapa kamera memiliki jangkauan pada viewfinder dan sensor yang berbeda, jadi biasakanlah untuk melihat mana yang tidak muncul di viewfinder namun muncul pada layar. Jika memang sudah terlanjur, anda bisa menggunakan cara cropping di komputer.
Diambil dengan kamera mirrorless dari live view

Sederhana kan? Semoga tips ringan dari saya ini bisa membuat anda lebih sering menggunakan kamera baik dari ponsel maupun lainnya 😀

Salam jepret













OLYMPUS DIGITAL CAMERA

5 COMMENTS

Comments are closed.