14 Tips Memotret Saat Musim Hujan

Bermain “slowshutter speed” saat musim hujan

Musim hujan sudah mulai datang, musim kemarau telah tersisihkan sementara. Langit kini tak lagi sering menyajikan biru seru, matahari akan sering berselimut mega dalam kelabu. Hal tersebut bukanlah menjadi halangan untuk memotret, justru beberapa kondisi dikala kurang cerah akan menjadi foto lebih dramatis. Persiapan apa saja yang bisa kita lakukan untuk memotret saat musim hujan?

 

Silahkan simak tips ringan berikut :

Read more

Cara memotret macro dengan ponsel

lensa macro tambahan pada ponsel

Memotret macro bukanlah hal yang mudah bila kita tidak memahami apa itu fotografi macro, namun juga tidaklah sulit apabila kita telah memiliki alatnya walau sederhana sekalipun. Bahkan kini bisa mengambil foto macro dengan menggunakan ponsel atau smartphone. Ada tips dan trick memotret menggunakan smartphone atau ponsel yang bisa anda gunakan dalam kondisi apapun, termasuk memotret macro.

Cara memotret paling mudah dan murah dalam pengambilan foto macro adalah dengan menggunakan kamera ponsel atau smartphone yang dipasangi lensa tambahan untuk macro. Berikut tahapan bagi anda yang akan mencoba memotret macro dengan ponsel atau smartphone dengan tambahan lensa macro.

Read more

6 Tips Untuk Memaksimalkan Lensa Kit

Lensa kit lebih sering disamakan dengan lensa 18-55mm, yang menjadi focal length standar bawaan dalam paket penjualan kamera DSLR beberapa merek besar. Banyak yang memandang lensa ini memiliki banyak kekurangan dan keterbatasan, salah satu kelebihannya hanya ringan saja. Terlepas dari kualitas material yang digunakan serta fitur yang disematkan, bagaimanapun lensa kit ini sering menjadi lensa pertama bagi fotografer professional. Semua tinggal bagaimana penggunaan serta kreativitas dari penggunanya.

Hingga saat ini, hampir 95% foto yang saya hasilkan masih dari lensa kit. Saya akan mencoba berbagi beberapa pengalaman yang pernah saya rasakan ketika menggunakan lensa kit untuk menghasilkan foto-foto yang bisa dikatakan lumayan nyaman dilihat.

Read more

Bermain Slow Speed di Air Terjun Jumog bersama canon SX150 IS

Air Terjun Jumog saat hari libur

Kamera DSLR sedang digadai untuk biaya pendidikan, jadilah mainan dengan kamera canon sx150 is yang masih masuk ke kelas kamera saku. Kamera canon powershoot sx150 is sudah terdapat control manual PASM, walau untuk shutter hanya mampu 15 detik dan bukaan terkecil hanya f/8.1.
Datang ke kawasan wisata Air Terjun Jumog pada hari minggu itu salah, ramainya cukup susah untuk bermain foto landscape. Musim sudah tepat, yaitu musim hujan yang membuat air melimpah.

Read more

Memahami Shutter Speed

Secara definisi, shutter speed adalah rentang waktu saat shutter di kamera anda terbuka. Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto. Gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.

Supaya mudah, kita terjemahkan konsep ini dalam beberapa penggunaannya di kamera:

Setting shutter speed sebesar 500 dalam kamera anda berarti rentang waktu sebanyak 1/500 (seperlimaratus) detik. Ya, sesingkat dan sekilat itu. Sementara untuk waktu eksposur sebanyak 30 detik, anda akan melihat tulisan seperti ini: 30’’
Setting shutter speed di kamera anda biasanya dalam kelipatan 2, jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 … dst.

Untuk menghasilkan foto yang tajam, gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image Stabilization (dibahas dalam posting mendatang)

Batas shutter speed yang aman lainnya adalah: shutter speed kita harus lebih besar dari panjang lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det.

Read more

10 Cara Agar Foto Tetap Tajam di Situasi Minim Cahaya

2 detik pakai monopod

Cahaya merupakan hal terpenting dalam fotografi. Kelebihan cahaya tidaklah bagus, begitu juga ketika kekurangan cahaya. Seringkali ketika memotret malam hari atau pada kondisi kurang cahaya kita sering kerepotan mulai dari pencarian fokus hingga kecepatan rana yang berada di bawah kemampuan kita menjaga kamera tetap stabil.

Biasanya ketika memtoret konser yang diperlukan kecepatan cukup dan tentu saja tanpa flash. Memotret pemandangan pada sore atau pagi dimana cahaya belum muncul sepenuhnya, membuat kecepatan rana dinaikan lebih lambat dari 1 detik tentunya.

Read more

Tips Komposisi Fotografi Agar Foto Lebih Menarik

Anda memiliki kamera DSLR entry level? Atau hanyalah memiliki kamera pada ponsel saja? Jangan takut untuk tidak dapat menghasilkan foto bagus, karena salah satu unsur terkuat dalam fotografi selain teknik adalah komposisi dalam pengambilan gambar.

Komposisi dalam bidang apapun seperti kecintaan orang terhadap sebuah minuman; dingin, manis, hangat, bersoda, semua kembali ke selera masing-masing. Tetap sajalah ada semacam kesepakatan bersama tentang sebuah minuman, ia harus cair kan? Sama seperti komposisi pada sebuah foto dimana ada aliran umum  yang dijalankan dan diikuti oleh sebagian besar orang.

Beberapa tips di bawah ini didapatkan dari berbagai sumber, semoga bisa menginspirasi para pembaca agar bisa membuat foto, bukan hanya sekedar mengambil foto. Komposisi yang saya sajikan berikut ini hanyalah yang menurut selera saya adalah baik dan terkadang selera kita tidaklah sama 😀

  • Buatlah subjek utama dalam foto, baik secara ukuran, warna, bentuk atau apapun agar penikmat foto langsung mengarahkan matanya ke subyek tersebut.
jelas sekali warna, ukuran, lokasi, bentuk dari objek utamanya
  • Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatian.

Read more

Cleaning Sensor Sony Alpha 230

PERHATIAN

Berikut ini saya tidak betanggung jawab atas kerusakan peralatan anda karena mengikuti langkah saya. Resiko anda tanggung sendiri dan anda sudah paham mengenai hal-hal yang berhubungan dengan hal tersebut.

Pernahkah anda memotret dan kemudian melihat gambar anda selalu ada noda atau bercak dengan ukuran dan posisi yang sama secara terus menerus pada frame digital anda?
Bisa jadi itu adalah jamur atau debu yang menempel baik di lensa atau di sensor kamera anda. Kali ini saya merasakan hal yang serupa, yaitu ketika saya membeli sony alpha 230 dalam kondisi bekas yang saya lupa tidak mengecek kondisi sensor dan lensanya, padahal itu siang hari dan entah kenapa saya bisa lupa. Tergiur harga murahnya mungkin sehingga saya lupa jika barang dalam kondisi bekas harus diperiksa secara lebih ekstra.

Singkat cerita saja sebegitunya saya bawa pulang ke kos, kemudian saya jepret-jepret saja karena memang sudah lama tidak punya kamera, hahhaa.
Saya tersadar saat saya melihat hasil jepretannya di layar laptop. Ada beberapa titik berpola yang terlihat seperti debu dan jamur. Lekas saya lepas lensanya untuk melihat kondisinya secara lebih detail. Terlihat pada sensor kamera ada beberapa guratan yang terlihat seperti jaring tipis, itulah jamur yang sangat terlihat ketika kita menggunakan bukaan kecil. Pada lensa saya menemukan debu mikro dan memang saya kekurangan alat untuk membongkar lensa tersebut.

Read more

Review Prosumer BenQ Gh-600

BenQ GH600 dalam genggaman

Kamera BenQ Gh600 ini saya dapatkan dalam kondisi bekas namun masih terawat. Pemilihan kamera ini karena memang saya sedang mencoba ke tahap prosumer saat itu dikala DSLR masih terlalu mahal untuk kantong saya. Kamera ini pernah beberapa kali menemani perjalanan saya kala itu walau tidaklah terlalu sering saya pakai karena ukurannya yang cukup besar untuk dimasukkan ke tas pinggang saya.

Perlengkapan BengQ GH600

Garis besar menurut saya ketika menggunakan kamera ini adalah sebagai berikut :

1. Body
Ergonomis memang menjadi salah satu hal yang menonjol dari tipe kamera prosumer, grip yang lebih mantap memang menjadikan lebih nyaman digenggam. Bagi anda yang bertangan besar mungkin akan kerepotan karena kelingking anda tidak mendapat tempat pegangan pada grip kamera ini. Bahan dari plastik yang menurut lebih dari cukup kualitasnya untuk kegiatan anda di luar ruangan walau harus tetap berhati-hati.

Read more