Cara Menggunakan Stellarium Untuk Mencari Milky Way

Stellarium merupakan salah satu aplikasi andalan saya ketika akan berburu Milky Way ataupun ingin membaca bintang di langit malam. Aplikasi ini menurut saya ini sangatlah mudah digunakan dan juga cukuplah lengkap untuk orang awam mengenai perbintangan seperti saya..

Pertama kali memotret Milky Way tahun 2012 di Pulau Beras

Cara menggunakan Stellarium untuk mencari Milky Way bisa dikatakan sangatlah mudah, pada artikel kali ini saya akan mencoba untuk berbagi pengalaman kepada para pemmbaca blog ini. Bukan hanya Milky way saja, namun planet, bintang, rasi bintang atau satelit buatan manusia masih bisa kita lacak posisinya di bintang langit.

 

Bila Anda ingin mempelajari bagaimana cara memotret Mily Way, silahkan untuk menuju artikel Cara Memotret Milky Way. Dalam artikel tersebut sudah saya jabarkan secara lengkap dan mudah untuk dimerngerti.

Akan saya bagi menjadi dua bagian, perrtama adalah cara menggunakan program Stellarium di komputer, sedangkan yang kedua adalah cara menggunakan aplikasi Steallrium di android.

 

A. Cara menggunakan Stellarium di Komputer untuk Mencari Milky Way

 

Pastikan telah terinstal program Stellarium di komputer anda. BIla belum ada, silahkan download secara gratis pada website resmi Stellarium.

 

Bukalah program Stellarium, secara default akan terbuka dalam mode full screen. Pengenalan panel pengaturan pada program Stellarium sangatlah mudah, cukup arahkan tetikus anda ke bagian kiri sebelah bawah dan bagian bawah sebelah kiri. Secara default, panel ini bersifat auto-hide, jika anda ingin membuatnya selalu muncul, maka klik saja bagian yang ditunjukan pada gambar di bawah ini

Baca Juga :  Review Singkat Kamera Olympus EPL-2

 

Klik saja untuk mengaktifkan dan menonaktifkan auto-hide panelnya

 

Pada panel bagian bawah sebelah kiri merupakan pengaturan untuk mengkustomisasi tampilan langit anda. Kemudian pada bagian kanan ada pengaturan waktu langit anda, untuk mempercepat ke depan, atau mempercepat ke belakang.

Pengaturan yang paling utama harus anda lakukan adalah dengan menentukan lokasi anda saat ini. Tenang saja, walaupun tidak terkoneksi dengan internet, program Stellarium tetap bisa berjalan dengan baik.

Aturlah lokasi anda melalui panel berikut ini :

Pengaturan lokasi sangat penting dalam program Stellarium

Lalu ketikkan kota Anda, saya memasukkan Kota Semarang sebagai contoh, Laku OK

Kemudian masukllah ke menu sky n window options. Karena kita akan mencari Milky Way, maka kita rubah angkanya menjadi 4. Lalu biarkan pengaturan lainnya kecuali anda ingin mengotak-atik lebih lanjut.

Rubahlah angkanya, semakin besar maka akan semakin terang

Berikutnya, rubahlah waktunya. Pastikan anda mengatur waktu langit anda menjadi malam hari, karena Milky Way hanya muncul saat malam hari.

 

Tampilan langitnya akan mengikuti waktu yang anda atur secara real time

Untuk pengaturan tanggal, menurut pengalaman saya, jika pada bulan-bulan muda seperti April dan sekitarnya, Milky Way baru muncul sekitar pukul 22.00 ke atas. Lalu pada bulan-bulan tua seperti Oktober dan sekitarannya, Milky Way sudah muncul saat matahari terbenam, sekitar jam 18.00.

Pengaturan waktu tersebut tidaklah mengikat, silahkan Anda coba sendiri saat menentukan tanggal untuk memotret Milky Way. Lalu tinggal sesuaikan saja jam berapa dengan cara menggunakan panel pengaturan waktu di bagian bawah sebelah tengah.

Pada gambar berikut ini, saya menggunakan pengaturan pada tanggal 1 Mei 2017 pukul 23.40. Milky Way sudah cukup nampak di langit selatan.

Baca Juga :  Mudahnya Belajar Exposure Kamera Secara Online
Contoh penampakan Milky way malam ini

Satu hal yang sangat penting, Milky Way selalu muncul di langit selatan, jadi jangan sampai anda mencarinya di langit utara.

Untuk benda langit lainnya, Anda bisa mempelajari posisi mulai dari planet di tata surya, bintang hingga satelit buatan manusia. Anda tinggal mengklik objek langit tersebut, maka akan muncul teks informasi di pojok kiri atas langit anda.

Memakai lensa 18-55 mm tetap bisa mendapatkan hasil yang seperti ini lho

B. Cara menggunakan Stellarium di Android untuk Mencari Milky Way

 

Saya baru mencobanya di sistem operasi Andoird. Aplikasi Stellarium ini bisa Anda dapatkan di Playstore secara bebayar dengan harga Rp. 31.000. Cara paling mudah adalah dengan melalui pemotongan pulsa melalui beberapa operator selular di Indonesia.

Membuat aplikasi seperti ini tuh susah, maka belilah yang asli

 

Pengaturannya sebenarnya sama saja, cukup pilih saja bagian menu di kiri bawah layar. Lalu aturlah mulai dari tingkat cahaya Milky Way, Lokasi dan waktu. Untuk zoom in dan zoom out bisa mengetuk tombol + dan – atau dengan cara mencubit layar.

Lokasi bisa memakai GPS, mudah sekali
LIngkaran merah kanan adalah tombol untuk mengaktfikan gyroscope

Salah satu keunggulan Stellarium di Android yang saya coba ini adalah adanya dukungan untuk menggunakan sensor gyroscope. Cukup ketuk saja ikon sensor yang berada di bagian bawah, lalu tinggal putar-putarkan saja ponsel anda sekehendak anda, atau bisa ditempelkan ke bintang yang terang di depan anda.
Saya menggunakan ponsel Redmi Note 2 yang secara teknis telah memiliki sensor gyroscope dan bisa dikalibrasi bersamaan dengan kompas. Cara paling cepat untuk mengkalibrasi kompas dan gyroscope adalah dengan menggerakannya menjadi angka delapan seperti gambar berikut ini :

Baca Juga :  EVENT IMAJI NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA
Move your phone like when you dancing

 

Anda juga bisa mencari informasi mengenai objek langit tersebut dengan cara mengetuk benda langit tersebut.

Berikut ini saya mencoba melakukan pengaturan lokasi di Kota Semarang, pada tanggal 1 Mei 2017 pada pukul 23.30 WIB.

 

Tampilan Milky Way malam ini dari layar ponsel saya

 

Bila anda masih penasaran bagaimana cara memotret Milky Way, silahkan menuju artikel Cara Memotret Milky Way Menggunakan Lensa Kit.

Saya dan Milky way di tepian pematang sawah, 🙂 lensa kit juga 😀

Sekian, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang sedang mencari bagaimana cara menggunakan program dan aplikasi Stellarium. Bila ada hal yang kurang jelas, silahkan tinggalkan pada kolom komentar, mari kita berdiskusi bersama apabila ada perbedaan.

 

salam

 

12 COMMENTS

  1. Makasih mas request ku udah diputer. tak praktekin nanti pas di rumah hehe. btw, untuk mencari lokasi milky way berarti kita harus ngubah-ngubah settingan waktunya gitu mas?

  2. Bro.. kalau foto milkyway biasa idealnya tanggal berapa ya? Harus pada saat bulan mati atau tidak? Kalau di bali lokasi yg oke untuk foto milkyway dimana ya? Thanks before

    • tanggal muda yang jelas, biar ada duit buat beli kopi + jajan saat begadang…ahaha

      Kalau di Bali, coba ke daerah utara, atau ke daerah Karangasem, di sana masih cukup sedikit poluis cahaya.

      Paling enak pas musim kemarau ya, jadi malam bisa cerah tanpa awan.
      Pastikan saat bulan mati agar hasil lebih optimal.

  3. Aku kurang paham dengan Bima Sakti yang dimaksud, saat aku masih remaja th 1964 saat itu tidak semua rumah memilik penerangan listrik spt sekarang jadi langit selalu gelap, sehingga gampang sekali melihat bintang, sekarang susah langit terang terus oleh lampu. Nah saat itu aku lihat yang disebut Bima Sakti adalah kita menarik garis diantara bintang letaknya diatas kepala kita saat malam hari (jam 00) satu bintang di dahi, di pundak, di tangan di bangkekan, di paha depan, di paha belakang, di kaki sampai titik selatan, jadi setengah cakrawala, maka garis2 chayal tersebut membentuk spt Bima Dililit Ular ya persis di gambar wayang kulit itu, menghadap ke barat, kaki belakang di titik selatan. Gampang dilihat karena persis di dalam garis chayal tersebut warna hitam. Apalagi saat aku berlayar dari Surabaya ke Balipapan tahun 1972 benar benar nampak semua seperti Bima Dililit Ular, maka disebut Bima Sakti.

Ambil hanya informasi, tinggalkan hanya komentar. Silahkan berbijak hati untuk mengisi kolom komentar. Salam