Cara memotret macro dengan murah meriah mudah

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Memotret macro biasanya saya lakukan apabila memang tidak bisa pergi jauh untuk memotret landscape. Terkadang cukup di depan pintu kos, atau melipir ke sawah yang bisa dituju dengan menggunakan sepeda. Secara teknis, memotret macro itu memerlukan lensa yang biasanya memang bisa dikatakan melebih harga body kamera DSLR entry level.

IMG_20141030_110752

Bagi anda yang ingin memotret macro dengan dana minim, kini ada solusi murah dan aman untuk memotret macro dengan DSLR.

Read more

Memahami Shutter Speed

Secara definisi, shutter speed adalah rentang waktu saat shutter di kamera anda terbuka. Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto. Gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.

Supaya mudah, kita terjemahkan konsep ini dalam beberapa penggunaannya di kamera:

Setting shutter speed sebesar 500 dalam kamera anda berarti rentang waktu sebanyak 1/500 (seperlimaratus) detik. Ya, sesingkat dan sekilat itu. Sementara untuk waktu eksposur sebanyak 30 detik, anda akan melihat tulisan seperti ini: 30’’
Setting shutter speed di kamera anda biasanya dalam kelipatan 2, jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 … dst.

Untuk menghasilkan foto yang tajam, gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image Stabilization (dibahas dalam posting mendatang)

Batas shutter speed yang aman lainnya adalah: shutter speed kita harus lebih besar dari panjang lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det.

Read more

Memahami Aperture

Apetrure adalah bukaan lensa secara mekanis, sehingga akan ada benda fisik yang bergerak mengatur banyaknya cahaya yang melewati pisau-pisau diafragma pada lensa terebut.
Angka pada aperture / bukaan akan dibaca secara terbalik, seperti ketika ada bukaan f/1.8 maka akan dibaca “bukaan besar”, sedangkan angka f/11 akan dibaca “bukaan kecil”.

ketika kita mengabaikan shutter speed dan ISO, maka pengaruh banyak atau sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam sensor adalah akan adanya ruang fokus atau deep of field.
perhatikan gambar di bawah ini,
semakin besar bukaan lensa (angka kecil) maka akan semakin menipiskan ruang fokusnya, namun sekalin kecil bukaan lensa (angka besar) maka akan membuat ruang fokus akan semakin lebar.

f/3.5

Read more

Tips Komposisi Fotografi Agar Foto Lebih Menarik

Anda memiliki kamera DSLR entry level? Atau hanyalah memiliki kamera pada ponsel saja? Jangan takut untuk tidak dapat menghasilkan foto bagus, karena salah satu unsur terkuat dalam fotografi selain teknik adalah komposisi dalam pengambilan gambar.

Komposisi dalam bidang apapun seperti kecintaan orang terhadap sebuah minuman; dingin, manis, hangat, bersoda, semua kembali ke selera masing-masing. Tetap sajalah ada semacam kesepakatan bersama tentang sebuah minuman, ia harus cair kan? Sama seperti komposisi pada sebuah foto dimana ada aliran umum  yang dijalankan dan diikuti oleh sebagian besar orang.

Beberapa tips di bawah ini didapatkan dari berbagai sumber, semoga bisa menginspirasi para pembaca agar bisa membuat foto, bukan hanya sekedar mengambil foto. Komposisi yang saya sajikan berikut ini hanyalah yang menurut selera saya adalah baik dan terkadang selera kita tidaklah sama 😀

  • Buatlah subjek utama dalam foto, baik secara ukuran, warna, bentuk atau apapun agar penikmat foto langsung mengarahkan matanya ke subyek tersebut.
jelas sekali warna, ukuran, lokasi, bentuk dari objek utamanya
  • Tarik perhatian ke arah subyek utama dalam foto. Manfaatkan warna, bentuk, cahaya atau garis supaya foto tampak kuat dan menyedot perhatian.

Read more

Mudahnya Belajar Exposure Kamera Secara Online

Kabar gembira bagi anda penghobi baru di dunia fotografi digital.
Hal yang paling menyusahkan dalam belajar fotografi pertama kali adalah pemahaman mengenai segitia exposure. Dimana shutter speed, aperture, dan ISO perlu dipahami karakteristik dan hasil yang didapatkan jika ketiganya digabungkan dengan parameter sendiri-sendiri.
Beberapa bisa belajar secara otodidak, beberapa belajar melalui buku dan membaca, beberapa belajar dari rekanan atau kursus.
Bagi anda yang baik sudah punya atau belum memiliki kamera bermode manual, anda dapat mengunjungi website canonoutsideofauto.ca/play/ untuk langsung mempraktekan masing-masing dari ketiga unsur exposure kamera.

Ada tiga mode yang bisa anda coba secara virtual di dalam website tersebut.
1. Mode Manual (M)
pengaturan yang saya gunakan adalah
-Aperture f/4.5 (ada ruang fokus)
-Shutter SPeed 1/60 sec (agak mengaburkan pergerakan baling-baling)
-ISO 400 (cahaya tetap terang walau memakai Shutter Speed cepat)

Mode Manual

2. Mode Shutter Priority (Tv/S)
-Aperture auto
-Shutter SPeed 1/60 sec (agak mengaburkan pergerakan baling-baling)
-ISO auto

Read more

Seorang yang kukenal itu bernama Rio

Sedikit saya akan bercerita tentang seseorang yang mungkin telah cukup berjasa dalam pegembangan diri saya dalam hal otak-atik komputer semasa kuliah. Walau kemampuan komputer saya masih dangkal, namun setidaknya saya telah belajar tonggak awal dalam mendalami komputer dari orang tersebut.

Namanya yang saya ingat hanyalah RIO, asal Kediri, jurusan psikologi. Dia pernah satu kos bersama saya selama satu tahun (2006-2007), walau tidak berada dalam satu rumah, tapi terkadang saya berkunjung ke kamarnya dan berbincang dengannya. Biasanya saya main ke kamarnya untuk minta lagu, film maupun software yang unik.

Read more