Cara memotret macro dengan murah meriah mudah

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Memotret macro biasanya saya lakukan apabila memang tidak bisa pergi jauh untuk memotret landscape. Terkadang cukup di depan pintu kos, atau melipir ke sawah yang bisa dituju dengan menggunakan sepeda. Secara teknis, memotret macro itu memerlukan lensa yang biasanya memang bisa dikatakan melebih harga body kamera DSLR entry level.

IMG_20141030_110752

Bagi anda yang ingin memotret macro dengan dana minim, kini ada solusi murah dan aman untuk memotret macro dengan DSLR.

Apa saja perlatan mendasar yang anda perlukan untuk memulai belajar memotret macro?

  1. Body kamera dengan mode Manual

Harus bisa masuk ke Mode Manual, karena pada Mode Manual, shutter kamera bisa ditekan walau tanpa lensa yang menempel pada mounting.

  1. Lensa kit

Lensa murah kit bawaan yang biasanya 18-55 memang serbaguna dalam beragam fungsinya. Bisa untuk memotret, eksperimen, bahkan hingga belajar bongkar pasang.

  1. Macro Extention Tube (MET)

Macro Extention Tube merupakan sebuah adapter yang dipasang antara Body kamera dengan Lensa. Konsep utamanya adalah memperjauh jarak cermin pada lensa dengan sensor kamera.

IMG_20141030_110739

Jarak yang lebih jauh dari kondisi normal akan membuat titik fokus di depan lensa semakin pendek. Cara inilah yang digunakan memperbesar objek yang berada di depan lensa.

IMG_0753

Setelah ketiga alat tersebut anda miliki, ada beberapa persiapan yang anda perlukan yaitu :

  1. Atur kamera pada Mode Manual, kunci bukaan DoF pada body kamera dengan mengatur bukaan ke posisi terbesar sebelum anda melepas lensa.
  2. Pada bagian belakang lensa, ada semacam tuas kecil yang mengatur bukaan diafragma lensa. Ganjal tuas tersebut sekitar setengah atau penuh dengan menggunakan kertas. Hal ini dimaksudkan untuk mengatur bukaan lensa agar lebih kecil, sehingga DoF pada gambar yang dihasilkan nanti akan lebih lebar.
  3. Pada Macro Extention Tube (MET) yang saya gunakan, terdapat 3 level tube yang bisa disesuaikan dengan objek anda. Semakin banyak yang anda gunakan, maka akan semakin besar tingkat pembesarannya.
  4. MET tersebut tidak memiliki chip yang mengkomunikasikan lensa dengan body kamera. Untuk urusan autofokus akan tidak berjalan. Anda perlu memaju mundurkan posisi anda untuk mengatur jatuhnya titik fokus tersebut.
  5. Pastikan menggunakan ISO tinggi, karena efek dari DoF lebar adalah kurangnya cahaya yang masuk ke dalam lensa.
  6. Gunakan timer selama 2 detik atau shutter release untuk mengurangi goncangan, bisa juga menggunakan tripod apabila anda tidak merasa repot mengatur posisi kamera.
Baca Juga :  Mencoba Memotret Rel Kereta Api dalam Mode HDR

Selamat mencoba 😀

Silahkan bertanya pada kolom komentar jika ada yang kurang anda pahami.

Salam Jepret 😀

2 COMMENTS

    • lensa bongkaran tentu lebih mahal mas ketimbang MET 😀
      saya malah sekarang seringnya pakai ponsel aja yang diberi lensa tambahan, gak nyampe 50k sudah bisa dapet foto macro yang lumayan. 😀

Leave a Reply