Review Nokia Lumia 920 Untuk Fotografi Perjalanan

Artikel Review Lumia 920 ini terasa sangat terlambat, selain karena smartphone ini keluaran lama, sekarang saya juga sudah tidak memiliki smartphone ini. Tapi ya sebagai bentuk kurangnya kerjaan saya, maka saya tulis saja menjadi sebuah artikel.

Saya baru sempat memiliki Nokia Lumia 920 di akhir tahun 2015 dalam kondisi bekas yang masih cukup baik. Saya meminangnya karena kejenuhan ketika menggunakan kamera android semenjak 2011 hingga 2015, saya juga sepertinya tidak mungkin membeli smartphone berlabel buah yang desainya seperti itu-itu saja dari generasi ke generasi.

Saya tidak akan mereviewnya secara teknis dari segi kemampuan hardware dan software untuk dibandingkan dengan smartphone lainnya. Saya hanya akan berbagi pengalaman menggunakan kamera ini untuk kegiatan traveling saya yang saat itu sering terpaksa untuk membawa DSLR, sehingga pemilihan smatphone berkamera adalah pilihan paling bijak.

Seringnya saya bepergian, jadi memerlukan kamera yang praktis

Read moreReview Nokia Lumia 920 Untuk Fotografi Perjalanan

[Review] Selamat Datang Asus Transformer T100TAM

Alhamdulliah, uang dari penjualan ASUS A45V saya bisa digunakan untuk membeli laptop 2 in 1 ini walau dalam kondisi bekas. Walaupun bekas dengan rekam jejak pembelian pada bulan Agustus 2015, namun kondisinya sangatlah mulus, hanya ada satu goresan kecil dan juga hilangnya karet penahan lid yang sudah bisa saya ganti. Kondisi layar juga sudah terpasang anti gores semenjak dibeli, dan baru saja diganti beberapa hari sebelum akhirnya terbeli oleh saya. Kondisi baterai juga masih jauh di atas oke, terlebih ketika menggunakan power saver mode pada Windows, laptop 2 in 1 ini bisa bertahan di atas 6 jam dengan pemakaian normal.

review asus transformer t100tam
Packing kayu, berasuransi dan dibersi segel khusus oleh JNE

Read more[Review] Selamat Datang Asus Transformer T100TAM

Selamat Jalan ASUS A45V, Banyak Proses Pembelajaran Bersamamu

Akhirnya, setelah sekitar 2 tahun saya gunakan menemani berbagai aktivitas saya, maka pada awal tahun ini saya harus merelakannya. Sebuah laptop ASUS dengan seri A45v yang dulu saya beli dalam kondisi bekas namun dengan kondisi yang mulus, kemampuan daya tahan baterai juga masih sekitar 2 jam.

Read moreSelamat Jalan ASUS A45V, Banyak Proses Pembelajaran Bersamamu

Review Sony alpha 230

Sony a230 (bekas) in my hand

Kamera sony alpha 230 memang kamera lama, tapi mau bagaimana lagi lha uang saya baru cukup untuk meminang kondisi bekasnya :D. Kondisi kamera ini ketika saya dapatkan terlihat si pemilik sebelumnya tidak merawatnya dengan baik dan benar, terlihat dari jamur pada sensor dan debu di kameranya. Kondisi ini memaksa saya untuk nekat membersihkan jamur pada sensor sendiri dengan peralatan seadanya. Flash internal juga mati, namun bagi seorang penyuka foto landscape, ketersediaan flash internal tidaklah begitu diperlukan. Charger bawaan juga entah kenapa kabelnya, namun bisa ditemukan di toko listrik dengan harga sekitar 5.000 hingga 10.000 rupiah.

Beberapa bagian yang saya perhatikan dari kamera ini adalah sebagai berikut :
1. Body
terbuat dari plastik dan disertai beberapa karet di sekitaranya. Ketersediaan por I/O berupa SD card, stick duo pro, swith sd to stick duo pro, HDMI dan USB tertutup rapi oleh sliding dor di sebelah kiri kamera. Sebelah kanan ada port kecil untuk suplai langsung dari listrik ketika anda memilih untuk tidak menggunakan baterai. Nyaman dipegang oleh tangan ukuran sedang seperti saya, bobot tidaklah terlalu berat untuk ukuran kamera entry level. Ada juga tombol swith untuk memilih mode Autofokus atau mode Manual ketika anda menggunakan lensa yang tidak bermotor seperti lensa minolta.

Read moreReview Sony alpha 230

Review Prosumer BenQ Gh-600

BenQ GH600 dalam genggaman

Kamera BenQ Gh600 ini saya dapatkan dalam kondisi bekas namun masih terawat. Pemilihan kamera ini karena memang saya sedang mencoba ke tahap prosumer saat itu dikala DSLR masih terlalu mahal untuk kantong saya. Kamera ini pernah beberapa kali menemani perjalanan saya kala itu walau tidaklah terlalu sering saya pakai karena ukurannya yang cukup besar untuk dimasukkan ke tas pinggang saya.

Perlengkapan BengQ GH600

Garis besar menurut saya ketika menggunakan kamera ini adalah sebagai berikut :

1. Body
Ergonomis memang menjadi salah satu hal yang menonjol dari tipe kamera prosumer, grip yang lebih mantap memang menjadikan lebih nyaman digenggam. Bagi anda yang bertangan besar mungkin akan kerepotan karena kelingking anda tidak mendapat tempat pegangan pada grip kamera ini. Bahan dari plastik yang menurut lebih dari cukup kualitasnya untuk kegiatan anda di luar ruangan walau harus tetap berhati-hati.

Read moreReview Prosumer BenQ Gh-600

Review Kamera Canon Powershoot SX150 IS

IMG_20150604_123418
Canon Powershoot sx150 is dengan lensa terbuka

Alasan pertama yang paling kuat ketika saya akan membeli kamera Canon Poweshoot SX150 IS ini adalah jenis dan ukurannya yang masuk ke dalam kategori kamera saku. Selain keterbatasan dana dalam mencari kamera agar tetap bisa menjalankan hobi fotografi saya, juga saya telah merasa kerepotan ketika harus membawa kamera seukuran DSLR dalam kegiatan jalan-jalan saya yang lebih sering ke tempat dengan medan yang membutuhkan tangan sebagai pembantu dalam pergerakan saya. Satu hal lagi yang saya suka adalah ketersediaan mode PASM dalam kamera ini walau masih masuk ke jajaran kamera saku. Baterai sebagai sumber utama tenaga kamera ini berjenis AA, sehingga mempermudah ketika anda kehabisan baterai di tengah perjalanan anda. Cukup mampir ke warung terdekat dan tinggal membeli 2 buah baterai AA, namun saya lebih merekomendasikan menggunakan baterai isi ulang saja karena menurut saya cukup boros ketika anda menggunakan baterai alkaline biasa. Saya memakai baterai Sanyo Eneloop berkapasitas 2250 mAh perbaterainya, sepengalaman saya ketika membawa 4 buah baterai untuk perjalanan naik gunung bisa mendapatkan lebih dari 600 jepretan.

IMG_20150604_123451
Sumber tenaga dan media penyimpanan Canon Powershoot sx150 is




Beberapa poin yang saya amati dari kamera ini adalah sebagai berikut :
1. Body
Menurut saya bahan utamanya dari plastik yang berkualitas, solid dan nyaman digenggam. Grip kecil berada di sebelah kanan kamera, sehingga genggaman dengan satu tangan sudah cukup untuk mendapatkan hasil yang aman dari blur.

2. Tombol dan navigasi
Peletakkan tombol yang berada di sebelah kanan semua membuat kemudahan tersendiri ketika tangan kiri anda sedang sibuk. Saya lebih menyarankan tangan kiri tetap digunakan untuk tetap menjaga kamera ini berada pada genggaman tangan anda. Terdapat roda dial yang disematkan pada tombol 4 arah navigasi, mempermudah ketika akan bergerak ke pilihan selanjutnya. Tombol yang menonjol pada bagian tengahnya juga nyaman untuk dioperasikan. Roda dial untuk memilih mode kamrea juga bisa berputar 360 derajat baik ke kanan maupun kiri, sehingga anda tidak perlu berputar jauh ketika akan masuk dari mode Manual ke mode Movie.

IMG_20150604_123427
Layar Canon Powershoot sx150 is

3. Lensa
Walau kamera saku, namun zoom optiknya mampu sebanuak 12 x dari 5 mm ke 60 mm, bila dilakukan crop factor pada sensor 35 mm maka bisa mencapai sekitar 330 mm menurut saya. Fitur IS pada kamera ini sangat membantuk ketika anda harus mengambil gambar dengan tingkat pembesaran yang tinggi.

Read moreReview Kamera Canon Powershoot SX150 IS

Review Singkat Kamera Olympus EPL-2

IMG_20140618_164209

Kamera Olympus EPL-2 ini saya dapatkan dalam kondisi bekas beserta lensa kit 14-42mm. Kesan pertama pada kamera ini adalah mungil dan terasa cukup berbobot untuk sekedar ditenteng seperti kamera pocket pada umummnya. Dalam kelas mirrorless memang kamera ini cukup tertinggal teknologinya saat saya gunakan. Teknologi memang membantu menghasilkan gambar yang berkualitas, namun penggunanya tetaplah menjadi sutradaranya.

Kebiasaan membawa DSLR pada beberapa waktu lalu cukup membuat saya merasa praktis dengan kamera ini, ukurannya tidak terlalu kecil memang, namun tetaplah jauh lebih kecil dari kamera DSLR pada umumnya. Ukuran sensor micro four-thirds inilah yang membuat saya lebih memilihnya daripada kamera prosumer selain dari fitur gonta-ganti lensanya. Sekedar informasi saja bahwa ketika menggunakan lensa dari pabrikan olympus cukuplah diluar jangkauan kantong saya :D, walau belum pernah memakai lensa selain lensa kit, saya mencoba menyarankan lebih baik gunakanlah lensa manual dengan adapter agar mounting lensa dan body kamera bisa cocok. Pengaturan autofokus memang menjadi tiada, namun salah satu keunggulan dari kamera ini adalah live view pada layar lebarnya yang sangat membantu dalam pencarian fokus, sehingga menurut saya penggunaan lensa manual fokus selama kita tidak terlalu mengejar moment maka lebih dari cukuplah untuk mendapatkan lensa pilihan dengan harga terjangkau.

Read moreReview Singkat Kamera Olympus EPL-2