Berhenti Sejenak di Gapura Selamat Datang Taman Nasional Gunung Leuser

Gapura Taman Nasional Gunung Leuser Aceh
Kebetulan arah cahayanya sedang memberikan pancaran pelangi.

Taman Nasional Gunung Leuser memang masih menjadi sebuah rasa penasaran bagi saya untuk mengetahui isi perutnya yang sesungguhnya. Walaupun dulu sempat berada di tepian pegunungannya selama 5 hari saat melakukan pendakian gunung kemiri 3315 mdpl. Tetap saja saya merasa masih kurang puas untuk mempelajari dan mengamati pesona flora dan fauna di dalamnya.

Gapura Taman Nasional Gunung Leuser Aceh
Jalanan saat itu selalu sepi dan selalu sunyi walau sesiang ini.
Gapura Taman Nasional Gunung Leuser Aceh
Duduk dan bergayalah seperti entah kapan lagi bisa kembali ke sini


Kembali membongkar foto lama yang masih tersimpan dalam bentuk digital, beberapa foto yang sempat saya ambil ketika hendak menuju ke Kecamatan Putri Betung dari arah Blangkejeren, ibukota Kabupaten Gayo Lues. Saya bersama Suat melintasi sebuah jalanan yang mulai sepi dari bangunan warga, namun jalan masih tetap berupa  aspal halus. Kami menggunakan kereta (sebuatan motor untuk daerah Aceh dan sekitarnya), sehingga mempermudah kami untuk berhenti pada tempat yang sekiranya menarik untuk kami foto.

Kami berhenti pada sebuah tugu, apa sebuah gapura mungkin lebih dekatnya. Gapura tersebut berupa 2 pasang gading raksasa, tentu saja gading tersebut palsu, terbuat dari semen yang dilapisi cat putih agar terlihat seperti gading. Pemilihan gading gajah ini tentunya guna menunjukkan bahwa di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser terdapat Gajah Sumatra yang hidup bebas di habitatnya, walaupun di kawasan seperti Ketambe, Aceh Tenggara, ada beberapa gajah yang sudah dijinakkan dan digunakan sebagai daya tarik wisata atau sebagai gajah penjinak untuk gajah liar.

Suat sedang mencoba melompat ke atap kendaraan yang sedang dihadangnya *be like a ninja

Sempat pada suatu waktu, rekan saya yang berprofesi sebagai Polisi Hutan pada Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser bercerita bahwa saat rombongannya sedang melakukan patroli di Hutan, tiba-tiba ada serombongan Gajah Sumatra yang menyerang rombongan patroli tersebut. Sontak rombongan tersebut berhamburan guna menyelamatkan diri masing-masing, rekan saya harus terpisah dari rombongan selama 10 hari karena terpisah terlampau jauh. Beruntung, tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut.

Baca Juga :  Mudik 2015 : Rutinitas Peradaban Tahunan

Bagaimanapun pembuatan Gapura selamat datang di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser bukanlah hanya sekedar gapura, namun merupakan sebuah simbolisasi bahwa Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser adalah sebuah kekayaan alam yang mengandung beragam manfaat dan misteri yang harus dijaga serta dilestarikan. Semoga semakin hari, penempatan Gapura Selamat Datang ini akan semakin maju dari lokasi aslinya, sehingga kawasan yang dikonservasi akan semakin luas dan semakin lestasi.

Salam.

4 COMMENTS

    • Gajah, harimau, orang utan, beruang, babi hutan, elang, rangkok, kambing hutan, apalagi ya,, banyak kok faunanya, kalau floranya jangan ditanya, banyak banget,,

Leave a Reply