12 Tips Sederhana Fotografi

Tips ringan yang biasa saya gunakan ketika mengambil foto, semoga bisa menjadikan inspirasi bagi anda. Mungkin kebanyakan dari tips ringan ini pernah anda coba, atau bahkan tidak menutup kemungkinan anda memiliki tips yang lebih banyak dari tips saya ini :D.

Tapi kembali lagi ke tujuan saya yang hanya berbagi, semoga bermanfaat 😀

  • 1. Jika dalam kamera anda ada fitur live view,  gunakanlah karena akan lebih mudah mengatur komposisi dan deep of filed serta fokus pada objek yang sedang anda incar.
kamera pocket memiliki kelebihan berupa live view yang cepat
Danbo di live view lebih mudah dalam mengatur komposisi
  • 2. Gunakanlah filter CPL, sangat berguna untuk menghilangkan refleksi, membirukan langit dan mengurangi hamburan, serta fungsi lainnya adalah melindungi lensa anda.

Read more12 Tips Sederhana Fotografi

Cleaning Sensor Sony Alpha 230

PERHATIAN

Berikut ini saya tidak betanggung jawab atas kerusakan peralatan anda karena mengikuti langkah saya. Resiko anda tanggung sendiri dan anda sudah paham mengenai hal-hal yang berhubungan dengan hal tersebut.

Pernahkah anda memotret dan kemudian melihat gambar anda selalu ada noda atau bercak dengan ukuran dan posisi yang sama secara terus menerus pada frame digital anda?
Bisa jadi itu adalah jamur atau debu yang menempel baik di lensa atau di sensor kamera anda. Kali ini saya merasakan hal yang serupa, yaitu ketika saya membeli sony alpha 230 dalam kondisi bekas yang saya lupa tidak mengecek kondisi sensor dan lensanya, padahal itu siang hari dan entah kenapa saya bisa lupa. Tergiur harga murahnya mungkin sehingga saya lupa jika barang dalam kondisi bekas harus diperiksa secara lebih ekstra.

Singkat cerita saja sebegitunya saya bawa pulang ke kos, kemudian saya jepret-jepret saja karena memang sudah lama tidak punya kamera, hahhaa.
Saya tersadar saat saya melihat hasil jepretannya di layar laptop. Ada beberapa titik berpola yang terlihat seperti debu dan jamur. Lekas saya lepas lensanya untuk melihat kondisinya secara lebih detail. Terlihat pada sensor kamera ada beberapa guratan yang terlihat seperti jaring tipis, itulah jamur yang sangat terlihat ketika kita menggunakan bukaan kecil. Pada lensa saya menemukan debu mikro dan memang saya kekurangan alat untuk membongkar lensa tersebut.

Read moreCleaning Sensor Sony Alpha 230

Review Sony alpha 230

Sony a230 (bekas) in my hand

Kamera sony alpha 230 memang kamera lama, tapi mau bagaimana lagi lha uang saya baru cukup untuk meminang kondisi bekasnya :D. Kondisi kamera ini ketika saya dapatkan terlihat si pemilik sebelumnya tidak merawatnya dengan baik dan benar, terlihat dari jamur pada sensor dan debu di kameranya. Kondisi ini memaksa saya untuk nekat membersihkan jamur pada sensor sendiri dengan peralatan seadanya. Flash internal juga mati, namun bagi seorang penyuka foto landscape, ketersediaan flash internal tidaklah begitu diperlukan. Charger bawaan juga entah kenapa kabelnya, namun bisa ditemukan di toko listrik dengan harga sekitar 5.000 hingga 10.000 rupiah.

Beberapa bagian yang saya perhatikan dari kamera ini adalah sebagai berikut :
1. Body
terbuat dari plastik dan disertai beberapa karet di sekitaranya. Ketersediaan por I/O berupa SD card, stick duo pro, swith sd to stick duo pro, HDMI dan USB tertutup rapi oleh sliding dor di sebelah kiri kamera. Sebelah kanan ada port kecil untuk suplai langsung dari listrik ketika anda memilih untuk tidak menggunakan baterai. Nyaman dipegang oleh tangan ukuran sedang seperti saya, bobot tidaklah terlalu berat untuk ukuran kamera entry level. Ada juga tombol swith untuk memilih mode Autofokus atau mode Manual ketika anda menggunakan lensa yang tidak bermotor seperti lensa minolta.

Read moreReview Sony alpha 230

Sabtu Pagi bersama Mas Pengamen Spesialis Galau

Dedaunan hasil infra merah dari kamera tepat di depan kamar kos

Sinar mentari pagi tadi dengan lembut menyapa punggung komputer pangku saya. Saya berhadapan dengan layar laptop sekaligus dengan pintu yang menghadap ke halaman di depan pintu kamar saya persis. Sayup sayup terdengar dari kejauhan suara lantang dan yakin ketika menyanyikan lagu “Rama – Bertahan”. Walau terdengar lirih, namun saya sudah paham kalau itu adalah pengamen di ujung gang sana, yang sebentar lagi paling akan mampir di depan pintu kamar kos saya. Setelah suara yang menyanyikan lagu “Rama – Bertahan” tersebut hilang, dalam hitungan aba-aba air maka saya sudah bisa melihat pengamen yang berdandan cukup rapi untuk ukuran seorang pengamen dengan tas ransel yang sewarna dengan kaos gelapnya. Terlihat pula tas pinggang yang memeluknya dari sebelah kiri. Dengan topi bermodel seperti topinya “chappy chaplin” (saya tidak tahu apa namanya) disertai kacamata gelap yang menyembunyikan kemana arah lirik matanya, yang jelas bukan untuk menyembunyikan mata “sharingan” miliknya.

Read moreSabtu Pagi bersama Mas Pengamen Spesialis Galau