Home senja

senja

Rona Jingga dalam Senja di Pantan Cuaca

Pada artikel sebelumnya yang isinya saya menikmati langit sore dari depan rumah kontrakan kami, maka kali ini saya akan bercerita tentang langit sore yang sering saya nikmati dari sebuah bukit yang berada di depan tempat tinggal kami. Mungkin berbeda tinggi sekitar 100 meter saja, waktu tempuhnya juga paling hanya memakan waktu sekitar 10 menit dengan berjalan kaki.

 

Lokasi tersebut kini sudah berupa jalan yang dibuka oleh TNI saat ada kegiatan TMMD pada tahun 2012. Jalan alternatif di Kecamatan Pancan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues. Jalan selebar 6 meter tersebut masih berupa tanah yang kering dan akan terasa becek saat musim hujan. Entah kapan jalan tersebut akan dirubah menjadi jalan aspal, atau setidaknya diberi bebatuan kecil agar lebih mudah dilalui saat musim hujan.Read More »Rona Jingga dalam Senja di Pantan Cuaca

Langit Senja di Pantan Cuaca yang Melambai dan Merindu Syahdu

Tahun 2012 merupakan salah satu tahun yang sangat saya syukuri. Ada beragam hal yang membuat saya banyak menyimpan ingatan pada tahun tersebut. Salah satunya adalah suguhan langit sore yang selalu membuat saya mengeluarkan kamera saya. Cukup membuka pintu rumah kontrakan kami, maka saya sudah bisa menyaksikan langit sore yang menawan saat itu.

Langit sore di sini entah mengapa selalu membuat saya untuk ingat kepada keluarga saya di rumah. Padahal saya selama di rumah juga tidak pernah merasa syahdu seperti ini ketika melihat langit sore. Mungkin karena jarak yang jauh, jadi perasaan merantau menjadi lebih sensitif ketika ada hal-hal yang berbau ketenangan seperti ini.Read More »Langit Senja di Pantan Cuaca yang Melambai dan Merindu Syahdu

Senja Itu Selalu Menentramkan

2546_589989314365225_1952289028_n

Rasanya baru kemarin ketika jemari ini menekan shutter pada kamera ketika mengambil gambar senja ini. Hanya memakai sepasan sandal jepit yang telah terkoyak oleh perjalanan hidup sehar-hari. Membuka pintu rumah kala senja, berjalan hanya beberapa langkah kecil, duduk termenung sembari menunggu senja menutup keanggunannya hari itu.

995717_589989761031847_851186852_n

Read More »Senja Itu Selalu Menentramkan

Menutup hari Saat Senja di Waduk Sermo, Kulon Progo

DSC_1201

refelksinya seakan mengingatkan kita untuk merefleksi hari ini

Terkadang dalam lamunan disela aktivitas, teringat masa kecil ketika bergerak bebas tanpa sedikitpun memikirkan hari esok. hari ini ya hari ini, esok ya esok, mampu menciptakan sekat keras diantara dua dimensi waktu tersebut. kejenuhan dalam berbagai aktivitas seakan membuat pikiran bahwa dalam 1 hari terasa kurang apabila hanya tersedia 24 jam. kesibukan yang ada membuat waktu serasa berjalan begitu cepat, seakan waktu untuk tidurpun terasa sangat terbatas.

DSC_1199

siluetnya seakan memanggil untuk sejenak menikmatinya

janganlah heran apabila hari minggu seakan menjadi “pasca sabtu” atau “pra senin”. namun terkadang saya dapat menemukan sepotong waktu yang dapat saya gunaan untuk sekedar menikmati senja bersama kamera kesayangan saya. semua terasa lengkap rasanya bila dapat bersanding bersama kamera yang sudah mampu berdiri sendiri menggunakan trpod :D.Read More »Menutup hari Saat Senja di Waduk Sermo, Kulon Progo

Menatap Senja Merona di Pantai Glagah, Kulon Progo

Ghozaliq_phottograph_glagah_1

selamat sore

Mungkin sebagian besar orang jika ditanya tempat mana paling nikmat untuk menatap matahari terbenam, mereka akan menjawab itu adalah pantai. tak peduli pantai pasir putih, hitam, karang, beton, tebing; yang penting tetap saja berupa batas daratan dengan lautan.

seharian berkeliling dengan panas yang membara, dan sempat mampir tidur sebentar di rumah temannya teman (lhoooh). kami berempat bergerak merapat menuju sebuah pantai di pesisir Yogyakarta, yang terletak di Kabupaten KulonProgo. nama desa dan kecamatan tidak begitu saya tahu, tetapi pantai ini merupakan salah satu pantai andalan objek wisata di daerah ini.Read More »Menatap Senja Merona di Pantai Glagah, Kulon Progo

Keindahan Senja-Mu Di Lereng Gunung Sumbing

IMG_0147

ketika memutuskan untuk pulang ke rumah setelah beberapa waktu merantau, saya lebih sering untuk memilih waktu di sore hari. walaupun tingkat keramaian jalan raya yang meningkat menjelang senja, namun saya lebih menikmati warna langit yang merona. pemandangan berbagai aktivitas manusia yang mencoba mengakhiri hari juga terkadang mencuri perhatian saya ketika menanti lampu perempatan berubah menjadi warna sejuk.Read More »Keindahan Senja-Mu Di Lereng Gunung Sumbing

Indahnya Kebersamaan Di Puncak Geurute

puncak geurute

“Menikmati Alam yang paling sempurna adalah melalui titik terendah dan titik tertinggi di bumi ini”. Betul juga ya dalam hati ini membenarkan (walau di antara titik terendah dan titik tertinggi juga gak kalah sempurna 😀). setelah lama tidak terhembus angin yang membawa butiran asin, kangen juga untuk bersentuhan dengan air laut ini.

Segera beranjak mengambil hape untuk menghubungi kawan-kawan yang bertugas di Kabupaten Aceh Besar (Prop. Aceh) dan sekitarnya. LIBUR TELAH TIBA…..(teringat pada gadis kecil yang dulu berprofesi sebagai anak gembala 😀). Setelah sampai di Banda Aceh, segera disambut oleh kawan-kawan disana yang telah menyediakan kereta (kalau di daerah pulau sumatera bagian utara kereta adalah sepeda motor). Perjalanan dimulai dengan menuju Kecamatan Lhoong Kab. Aceh besar Prop. Aceh. Menyusuri pantai barat Prop. Aceh dengan jalan lebar nan sepi, kami dihadiahi oleh-Nya pemandangan pasir putih digulung laut bergradasi hijau dan biru. Tak terhitung berapa panjang dan  berapa banyak pantai pasir putih yang ada disepanjang perjalanan kami.

puncak geurute (2)

Read More »Indahnya Kebersamaan Di Puncak Geurute

Gunung Kemiri (3315 mdpl), mencicipi pesona Taman Nasional Gunung Leuser

Gunung kemiri (10)

Taman Nasional Gunung Leuser merupakan salah satu dari 3 Taman Nasional yang ada di Pulau Sumatera setelah Kerinci dan Bukit Barisan Selatan. Disebutkan juga Taman Nasional Gunung Leuser ini sebagai paru-paru dunia :D. Keanekaragaman flora dan fauna dapat ditemui dalam kawasan TNGL ini. Dalam edisi kali ini, kami mencoba menapaki puncak Gunung Kemiri (3315 mdpl) yang berada di dalam TNGL.  Panjang track Gunung Kemiri hanya 1/3 dari panjang track menuju ke titik tertinggi Gunung Leuser (3404 mdpl). Sebuah perjuangan panjang untuk menikmati alam dengan segala keaslian dan keindahannya.

Merasakan hembusan angin di atas kap angkutan L300 yang mengantarkan kami melewati gapura “SELAMAT DATANG DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER” membuat semakin bersihnya udara pagi kala itu. Tak terasa setelah 90 menit perjalanan telah mengantarkan kami menuju titik 0 pendakian di Desa Gumpang, Kec. Putri Betung, Kab. Gayo Lues. Seorang kawan yang berprofesi sebagai Polisi Hutan telah menunggu untuk mengantarkan kami menuju kediaman guide yang siap membawa kami berpetualang menembus rimba TNGL. Segala persiapan segera kami selesaikan, mulai dari perijinan ke pihak terkait sampai belanja untuk perbekalan selama 5 hari ke depan. Menikmati santap siang berupa mi rebus dan secangkir the, diselingi beberapa wejangan dari guide yang akan mengantarkan kami.

Gunung kemiri (45)
Read More »Gunung Kemiri (3315 mdpl), mencicipi pesona Taman Nasional Gunung Leuser