[Ebook] perjalanan ke nglimut bersama BroNgkos

Dulu belum begitu tertarik untuk membuka Adobe InDesign, karena belum tau fungsinya. lama kelamaan tertarik juga untuk membuka, akhirnya tahu kalau aplikasi ini digunakan untuk membuat layout semacam majalah, pamflet atau sejenisnya. setelah mencoba beberapa layout, lalu saya tutup saja karena belum memiliki ide mau membuat apa menggunakan aplikasi tersebut.

tetapi semenjak meninggalkan dunia game dan perfilman (sebagai konsumen), saya mulai mencoba kembali aplikasi ini. iseng – iseng mencoba membuat semacam komik dengan tema beberapa perjalanan dengan teman – teman. lama kelamaan cukup ketagihan untuk  mengorek ide agar cerita tidak menyimpang namun dapat menghibur teman ketika membacanya.

Read More »[Ebook] perjalanan ke nglimut bersama BroNgkos

Kanebo Sebagai Handuk Alternatif

 

Mungkin agak terdengar lucu ya, atau mungkin bisa terdengar aneh. apalagi jika anda melakukannya sendiri. tapi saya justru sering melakukannya akhir-akhir ini jika pergi lama dari rumah selama beberapa hari. saya juga mengikuti tingkah teman saya pada saat tengah tahun 2012, dan hingga saat ini saya masih meniru kelakuan anehnya itu…hahaha.

semua berawal ketika kami berniat melakukan perjalanan di takengon, aceh tengah. karena sekitar 6 bulan saya tidak bertemu dengan sahabat saya yang satu ini, obrolan pun dilakukan tanpa mengenal lelah selama perjalanan. tak terasa sinar sang surya murah merona di ufuk barat, berarti itu pertanda kepada kami untuk segera membersihkan diri sembari mengakrabkan tubuh dengan dinginya air di daerah berketinggian 1200 mdpl tersebut. teman saya yang mendapat jatah mandi duluan, secara singkat saya  hanya melihat dia membawa kantong jaring bekas sandal outdor tanpa handuk terlihat melingkar di pundaknya. dalam hati saya biarkan saya,biar tahu rasa nanti selesai mandi…hahahahah (tertawa jahat).

tapi setelah selesai mandi dengan santainya di masuk ke dalam kamar, saya pun penasaran “jangan-jangan badannya digosokkan ke tembok hingga kering semua”. saya pun menanyakan kepadanya, ternyata dia memakai kanebo yang biasa kita gunakan untuk mengelap kendaraan atau perabotan lainnya.

Read More »Kanebo Sebagai Handuk Alternatif

Semburat Jingga Dalam Kenangan

Foto-foto berikut ini saya ambil ketika senja mulai menampakkan keanggunannya yang dibelai dengan lekukan gemulai topografi bukit yang menyiratkan warna keasrian. sejak dari dulu selalu saja mencari keindahan senja di pantai, namun kali ini terasa berbeda rupanya. senja di perbukitan tak kalah menarik juga, terlebih untuk  diabadikan dan tersirat cerita dalam setiap frame digitalnya. semua gambar-gambar ini dulu menjadi santapan setiap sore ketika musim kemarau. cukup berjalan 10 menit dari pintu rumah, saya sudah bisa mulai mensyukuri ciptaan-Nya

silahkan menikmati, bila anda ingin membaca sedikit cerita dan kisah tentang foto-foto ini, anda bisa mengklik link di bagian bawah posting ini.

Read More »Semburat Jingga Dalam Kenangan

Tentang kita, Pangandaran 2005

Entah kenapa tiba-tiba membuka database foto digital di dalam hardisk komputer, sembari membiarkan jemari bergerak di atas mouse yang bergerak melingkar tanpa henti layaknya sebuah kincir angin. tanpa terasa klik mouse mengarah kepada folder dimana berisi foto di jaman sewaktu SMA. wah…foto yang dulu saya scan dan pernah saya uplod di pesbuk kembali membawa ingatanku kembali pada waktu itu. teringat pada sebuah perjalanan yang bertemakan perpisahan dengan teman sekelas saat menunggu pengumuman UAN tahun 2005. tanggal dan bulan sudah terlupa, namun tahun tetap terngiang jelas. dahulu saya bukan termasuk panitia dalam kisah perjalanan ini, saya cuma sebagai dokumenter dengan kamera analog atau lebih nyaman disapa tustel isi 36 film. saya lupa bagaimana ceritanya, namun yang pasti sempat ada beberapa masalah dengan roll film tustel tersebut.

 

 

teringat pada saat itu sekitar pukul 7 malam saya dan teman saya yang bernama gudel sampai di gerbang SMA dengan diantarkan oleh kakak dan salah seorang temannya. sesampainya di sana masih terasa sepi karena semua belum berkumpul dan bus yang kami sewa juga belum datang juga. ada beberapa adegan saat menunggu pemberangkatan bus, tapi ada satu hal yang sangat saya ingat. yaitu saat di dalam bus ternyata jumlah kursi tidak mencukupi untuk jumlah kami sekelas, akhirnya kami memutuskan untuk mengambil beberapa bangku di kelas sebagai kursi tambahan di dalam bus tersebut. beberapa orang teman melompati pagar bagian dalam sekolah yang tidak setinggi leher orang dewasa, setelah beberapa teman melompat dengan susah payah untuk dapat ke balik pagar tersebut. tiba-tiba ada salah seorang kawan mendorong dengan santai pagar tersebut, ternyata pagar terebut tidak dikunci sama sekali, hanya dikaitkan satu sama lain. otomatis hal tersebut menjadi bahan tertawa bagi mereka yang tidak ikut mengambil kursi tambahan.

Read More »Tentang kita, Pangandaran 2005

Menyisir Sisi Lain Universitas Negeri Semarang

Kali ini perjalanan yang saya lakukan bersama teman-teman tidak memerlukan banyak dana, serta tidak membuang gas emisi yang hanya akan mengotori udara di sekitar kawasan Universitas Negeri Semarang yang kian hari kian ramai oleh emisi. Walau Rektor UNNES sangat giat dalam program konservasi, namun semua individu harus ikut mendukung program tersebut agar tercipta kawasan asri yang menciptakan generasi masa depan Indonesia.

kembali kepada inti cerita saya kali ini, saya sudah beberapa kali melakukan perjalanan ni bersama teman-teman. mungkin untuk sekedar melemaskan otot dan mencari hal yang lain dari pada yang biasa kami lakukan. seperti biasanya juga, rencana perjalanan ini juga tidak direncanakan sebelumnya, hanya modal dadakan yang membuat kami bisa langsung berangkat menuju lokasi. Maklum, sudah terlalu sering segala rencana yang direncakan jauh-jauh hari pasti biasanya gagal atau berubah. Mungkin karena lokasi ini dekat dan mudah dijangkau jadi tidak perlu persiapan yang repot, cukup air minum dan beberapa cemilan sebagai pasangan di perjalanan.

koodinasi di depan kos

persiapan sebelum berangkat

rumah pak kos ini

sebelum berangkat berpose dulu di depan rumah pak kos

sore itu cuaca cukup bersahabat untuk menapaki gang-gang kecil di kawasan UNNES, beranjak dari sebuah ajakan dadakan seorang kawan untuk menuju ke sebuah lokasi di belakang Fakultas Teknik UNNES. Segera persiapan berupa mengisi botol air minum dan mengumpulkan uang recehan untuk membeli  seperangkat roti dan keripik.

Read More »Menyisir Sisi Lain Universitas Negeri Semarang

Postingan Pertama

dalam postingan pertama ini saya bingung mau mengisi apa, jadi jika anda sebagai pembaca memiliki ide untuk mengisi, tidak ada salahnya,,,,,