Tak Ada yang Lebih Setia Dari Kabut dan Pagi

Menikmati langit pagi sebenarnya bukanlah hal yang sulit asalkan kita bisa bangun LEBIH pagi dari biasanya, sehingga kita bisa punya banyak waktu untuk mereseapi udara pagi lebih lama sebelum memulai rutinitas. Suasana pagi adalah hal gratis yang wajib kita syukuri setiap menemuinya, salah satu hal kecil dari Anugrah Tuhan untuk manusia yang kadang selalu punya cara untuk lupa bersyukur.

 

Saat saya masih bertugas di Gayo Lues, tepatnya di Kecamatan Pantan Cuaca, saya tinggal di sebuah rumah kontrakan dengan jendela yang menghadap ke timur. Lokasi astromonis Kabupaten Gayo Lues yang berada di bagian barat Indonesia, membuat matahari terbit baru menujukkan semburat paginya sekitar pukul 06.30 WIB.

Setiap kali saya bangun dan membuka jendela di pagi hari, saya selalu sejenak termangu untuk menatap jauh di ujung ruang pandang. Melihat guratan alam yang meliuk dan menggoda di setiap jengkalnya. Sesekali saat hari libur saya menaiki sebuah bukit kecil di depan kontrakan, mencoba merubah sudut pandang agar lebih tinggi.

 

Dari bukit tersebut yang berketinggian sekitar 1300 mdpl, saya sering disuguhi oleh pemandangan dengan awan tipis yang berada di bawah saya. Saat itu kemampuan fotografi saya masih hanya sekedar menekan tombol rana dalam mode otomatis. Jujur, pemandangannya akan jauh lebih indah aslinya daripada di dalam bingkai digital.

Sebenarnya jika saya lebih berani untuk keluar sebelum matahari terbit, semburat pagi akan membius saya di tempat tersebut. Namun, keluar sebelum matahari terbit bukanlah hal yang mudah di tempat ini. Selain suhu udara yang menusuk raga, juga rawannya serangan dari babi hutan yang sering berlalu lalang di lokasi tersebut. Jadilah saya hanya berani keluar setelah sinar matahari mulai menembus embun di daerah tersebut.

Baca Juga :  Panorama Candi Ngawen, Magelang, Jawa Tengah

 

Saya suka udara pagi di tempat ini, selain jauh dari polusi, kicau burung juga kerap menghiasi ruang dengar saya. Benar-benar hal yang sangat saya dapatkan ketika tinggal di kampung halaman saya. Satu hal lagi yang harus saya syukuri ketika berada di tempat ini.

Menikmati pagi itu sederhana, kembali ke bagaimana cara kita untuk memulai untuk menikmatinya. Pagi adalah hal yang setiap hari bisa kita temui secara gratis ketika kita masih diberi kesempatan oleh-Nya ketika tinggal di dunia yang fana ini.

 

Jadi, bagaimana cara Anda menikmati pagi dengan sederhana menurut Anda?

 

Salam Jepret

10 COMMENTS

  1. Ketika blue hours tepat sebekum matahari muncul, lebih magis lagi mas. Apa ya, kalo liat langit pas itu rasanya beda. Ditambah dingin udara pagi, momen itu yg skrg hampir tiap pagi aku lewati dg merenung.

  2. saya termasuk orang yang percaya kalau kita memulai pagi dengan hal-hal indah macam ini 90% hari kita akan berlangsung menyenangkan. melihat pagi berkabut itu syahdu dan menenteramkan.

    • iya, pagi itu seakan penuh dengan limpahan semangat,,,
      kata orang tua “udara pagi jauh lebih segar, karena belum tercemar oleh nafas orang-orang munafik”, kawkakw
      mari menikmati pagi lebih pagi ๐Ÿ˜€

Ambil hanya informasi, tinggalkan hanya komentar. Silahkan berbijak hati untuk mengisi kolom komentar. Salam