Flash Blogging Kominfo : Asyik Ngeblog dan Tetap Pancasilais

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan 17.504 pulau, namun baru sekitar 13.000-an pulau yang telah didaftarkan namanya secara internasional. Beruntung semenjak 2015 sudah ada tim khusus untuk penamaan pulau di NKRI, sehingga kita lebih berdaulat sebagai negara kepulauan, terutama di pulau-pulau terluar yang rawan terampas oleh negara tetangga.

Indonesia adalah negara dengan tingkat keberagaman yang sangat unik. Mulai dari Suku, Bahasa, hingga Agama. Mari kita simak video pendek dari Indonesia Baik berikut ini :

Sebagai bangsa yang bernegara, kita mengakui bahwa Pancasila adalah dasar negara. Saya pernah mengikuti Upacara  Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2012 di Gunung Sibayak, Sumatera Utara. Upacara yang berlangsung sederhana tersebut masih membekas ketika Pemimpin Upacara membacakan Pancasila yang tersurat dalam Pembukaan UUD 1945. 

 

Pemimpin Upacara sedang membacakan Naskah Pembukaan Undang – undang Dasar 1945 di Gunung Sibayak, Sumatera Utara.

 

Hari Kamis, 13 Juli 2017 di Hotel Santika Premiere Semarang, kembali saya mencoba menelaah kembali posisi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegiatan ini dikemas dalam acara Flash Blogging yang membawakan tema :Menuju 72 Tahun RI, Kerja Bersama – Bersama Kerja”

Namun saya datang terlalu pagi, bisa dilihat foto panorama 360 di bawah ini kalau segelintir orang yang tidak terjebak macetnya Kota Semarang di pagi hari. Silahkan diputar-putar dengan tetikus untuk melihat sekeliling ruangan.

Ada dua narasumber yang hadir dalam acara yang diadakan oleh KOMINFO pagi ini. Yaitu (1) Heri Santoso (Kepala Pusat Kajian Studi Pancasila UGM) dan (2) Wicaksono “Ndorokakung” (Blogger Senior).

Saya akui, bahwa tema yang dibawakan oleh Pak Heri Santoso cukup berat bagi saya. Karena menelaah Pancasila secara mendalam bukanlah kapasitas saya sebagai seorang blogger biasa seperti saya. Negara kita sedang berada dalam kondisi ketika salah ucap atau salah membuat pernyataan bisa berujung ke ranah hukum.

Pak Heri Santoso sebenarnya membawakan materi dengan cukup santai, beberapa kali melibatkan peserta untuk berinteraksi dengan beliau. Mulai dari membacakan Pancasila dalam Bahasa Jawa, hingga menggoda peserta untuk menyebutkan bahwa uang kertas adalah uang koin.

Interaksi pak Heri bersama salah seorang peserta.

Pak heri menyampakian, bahwa Indonesia harus tetap berpegang teguh pada Pancasila dan butir-butirnya, banyak sekali serangan dari pihak asing yang ingin membuat Indonesia terpecah. Serangan tersebut bukanlah seperti pelepasan bom nuklir atau rentetan timah panas. Namun secara mental, mulai dari Narkoba, Demoralisasi, Degradasi mental bangsa, Terorisme, Korupsi, Perang dan Persepsi media.

Bila kita lihat kembali pada UU REPUBLIK INDONESIA No 40 Tahun 1999 Tentang PERS, maka kita tidak akan menemukan kata Pancasila di dalamnya. Media Nasional kini cenderung menjadi media yang membawa kepentingan, bukanlah media yang mencerahkan masyarakat.

Masih ada tantangan besar daam mewujudkan kemerdekaan, persatuan, kedaulatan, keadilan dan kemakmuran.

Masih ada tantangan besar dalam mengimplementaiskan pancasila sebagai dasar negara.

Masalah-masalah tersebut tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah dan aparatnya. Namun kita sebagai warga negara yang pancasilais dan memiliki rasa cinta tanah air harus bisa Kerja Bersama – Bersama Kerja dengan segenap aparat pemerintah.

 

Lalu pembicara kedua adalah Pak Wicaksono “Ndorokakung” (Blogger Senior). Tema yang diangkat oleh Pak Wicaksono sangat mudah bagi saya untuk dipahami karena memiliki tema berupa blogging.

Semangatnya memudakan yang tua, dan mendewasakan yang muda.

Blogger kini memiliki tugas yang cukup signifikan untuk memangkas jalur penyebaran berita negatif. Ketika media nasional tidak bisa mencerahkan sesuai dengan pancasila karena sarat dengan kepentingan, maka blogger memiliki peluang besar untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat dengan menyajikan konten yang berkualitas dan jauh dari “kepentingan”.

Seorang blogger memilki kemampuan persuasif secara personal, terlebih melalui diskusi dua arah dengan pembaca, salah satunya menggunakan kolom komentar. Interaksi unik inilah yang bisa menumbuhkan rasa percaya dan perhatian antar kedua belah pihak.

Bagi anda yang sudah menonton film Manusia Laba-laba : Mudik, maka ada adegan seperti meme berikut ini.

Sumber foto dari www.tenordad.com dengan penambahan teks oleh saya.

Blogger disebutkan dalam adegan tersebut, disandingkan dengan wartawan. Bagi sebagian blogger adegan ini terasa menyayat, karena seakan menganggap blogger bukanlah penyaji berita yang resmi. Namun di sisi lain, saya menganggap bahwa Marvell mengangkat blogger sebagai sebuah profesi yang bisa menghasilkan daya persuasif atas opininya terhadap sebuah hal.

Kebenaran yang diangkat oleh blogger memiliki kualitas yang memiliki citarasa tersendiri dibandingkan media mainstream yang hanya menyentuh permukaan. Analisis seorang blogger yang sesungguhnya bisa sangat mendalam dan mampu mengajak pembaca untuk melihat dari sudut pandang yang lebih unik.

Membuat konten bagi seorang blogger adalah tentang strategi. Konten digital kini telah memiliki beragam penikmatnya tersendiri, mulai dari foto, video, infografis hingga bentuk interaktif lainnya.

Strategi seorang blogger harus memiliki sebuah komitmen dengan dirinya sendiri. Mulai dari rutin membuat konten, tema yang menarik pembaca, gaya penyampaian yang unik. Semua ketika sudah dipadukan dengan baik, maka pembaca setia akan memberikan respon positif kepada blogger tersebut.

Banyak sekali blogger yang dahulu rutin dalam pembuatan konten kreatif kini telah berpindah profesi atau hobi, dengan kata lain berhenti memproduksi. Hal semacam ini akan membuat pengunjung yang terbiasa menikmati konten tersebut menurun perlahan, karena pembaca yang setia lebih peka daripada gebetan kamu. #eh

Rutin memproduksi konten akan membuat anda semakin terbiasa untuk berfikir kreatif dan membunuh rasa malas. Ketika sudah sekali bersikap malas, biasanya perlu waktu untuk bisa memproduksi konten yang berkualitas seperti biasanya. Tetap berkarya dengan membuat tenggat waktu tersendiri adalah salah satu resep sukses bagi seorang blogger.

Sebagai blogger bukanlah sekedar hobi untuk memuaskan renjana akan menulis, namun mari kita jadikan sebagai kegiatan atau cara untuk menyebarkan berita yang mencerahkan masyarakat. Mengajak para pembaca untuk menjadi lebih cerdas dan haus akan informasi yang bermanfaat dan berguna.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
― Pramoedya Ananta Toer ―

Mari kita bersama-sama berkontribusi untuk NKRI, salah satunya adalah dengan menyajikan konten yang bermanfaat, menarik, kreatif dan juga dapat dipertanggungjawabkan fakta yang tertulis. Mari menulis dan mari berkarya untuk mensyukuri anugrah akal kita dari Tuhan.

Akhir kata, bila anda bingung mana konten yang baik dan mana yang buruk? Coba kembali tanyakan kepada nurani anda.

Tabik.

Blogger di bawah garis amatir asal Banjarnegara yang ingin jadi macan tapi belum kesampaian. Belajar menulis semenjak belajar fotografi khususnya bidang Landscape. Menyukai aktivitas luar ruangan dan warung sederhana di pinggir jalan. Mari menghitung bintang daripada menghitung denyut nadi.
SHARE