Siapa pun pasti akan memilih pilihan yang terbaik untuk keluarga mereka, termasuk ketika hendak menentukan diffuser terbaik untuk keluarga. Ketika kita mencari produk diffuser di marketplace, kita sering menemukan sebuah produk yang menggunakan nama Diffuser dan Humidifier secara bersamaan. Padahal kedua benda tersebut memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda. Agar lebih memudahkan membedakannya, mari simak artikel ini hingga selesai.

diffuser terbaik

Bisa kita lihat dari gambar di atas, ketika kita menggunakan kata kunci Diffuser untuk melakukan pencarian, maka kita sering mendapatkan tampilan yang menunjukkan bahwa Diffuser dan Humidifier seolah adalah barang yang sama.

Apa itu Humidifier?

Mari kita bahas apa itu Humidifier terlebih dahulu. Dalam Bahasa Indonesia, Humidifier memiliki arti Pelembab. Kegunaan utamanya adalah menambahkan kelembapan udara pada suatu ruangan, sehingga udara pada ruangan tersebut lebih baik untuk kesehatan. Cara kerja Humidifier adalah dengan mengubah air menjadi uap air, dan menyemprotkannya ke udara. Humidifier bisa bekerja hanya dengan mengisi air saja pada tabung penampungan air.

Sebelum menggunakan humidifier, alangkah baiknya kita mengetahui tingkat kelembapan udara pada suatu ruangan. Hindari menggunakan humidifier pada ruangan yang telah memiliki kelembapan yang baik, hal ini bisa memicu pertumbuhan jamur pada ruangan tersebut dikarenakan humidifier malah akan menambah tingkat kelembapan pada ruangan tersebut.

Apa itu Diffuser?

Dalam Bahasa Indonesia, Diffuser memiliki arti penyebar. Cara kerjanya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Humidifier, namun pada Diffuser perlu ditambahkan minyak esensial pada air yang digunakan agar dapat menghasilkan uap minyak esensial. Anda dapat menggunakan minyak esensial apa pun sesuai selera Anda ataupun sesuai kebutuhan. Pada beberapa tipe Diffuser, ada yang tidak menggunakan air sama sekali, hanya menggunakan minyak esensial saja.

Baca Juga :  Keuntungan Payroll Software Dibandingkan Penggajian Manual
diffuser terbaik
Photo by doTERRA International, LLC: https://www.pexels.com/photo/person-putting-essential-oils-into-a-diffuser-5380001/

Volume tabung penampungan air pada Diffuser lebih kecil dibandingkan Humidifier dikarenakan cara kerjanya yang harus mencampurkan minyak esensial. Minyak esensial yang beredar di pasaran juga beragam, ada yang hanya sekedar untuk membuat ruangan lebih harum, ada yang berfungsi sebagai aroma terapi, ada juga yang berfungsi untuk kesehatan.

Penggunaan Diffuser sangat disarankan pada ruangan yang kecil, agar uap minyak esensial lebih cepat menyebar di ruangan tersebut, juga agar lebih terasa aromanya. Peletakan Diffuser juga disarankan di tengah ruangan, di dekat pintu, atau juga di dekat area di mana orang sering berlalu lalang. Tujuannya adalah agar uap minyak esensial bisa menyebar dengan baik di ruangan tersebut. Pada beberapa penggunaan, Diffuser kerap digunakan dengan meletakkannya di dalam kamar pribadi untuk meningkatkan kualitas istirahat dan mengurangi stres.


diffuser terbaik
Photo by doTERRA International, LLC: https://www.pexels.com/photo/a-potted-plant-near-a-diffuser-and-essential-oil-11401966/

Bagaimana Memilih Diffuser yang Baik?

Ada beberapa faktor yang bisa Anda pertimbangkan sebelum menentukan Diffuser mana yang akan Anda masukkan ke dalam keranjang belanja. Mari kita simak satu persatu poin di bawah ini.

1. Sumber tenaga yang Digunakan

Sejauh ini yang sering saya temukan di pasaran ada dua jenis sumber tenaga Diffuser yang digunakan, yaitu menggunakan listrik dan menggunakan lilin.

Penggunaan listrik sebagai sumber tenaga untuk menghasilkan uap minyak esensial lebih relevan dengan zaman sekarang ini. Ada banyak kelebihan sebagai berikut :

  • Bisa diletakkan di mana saja, asalkan ada sumber tenaga . Beberapa seri sudah menggunakan USB sehingga bisa menggunakan power bank untuk sumber tenaga yang digunakan
  • Lebih praktis, karena begitu dinyalakan, dalam hitungan detik sudah bisa mengeluarkan uap minyak esensial.
  • Bobot kosongnya lebih ringan karena biasanya material terbuat dari plastik.
  • Tidak menimbulkan panas yang berlebihan, biasanya hanya terasa hangat pada bagian perangkat yang bekerja mengubah campuran air minyak esensial menjadi uap minyak esensial.
Baca Juga :  5 Tempat Kuliner Andalan di Jember, Sajikan Gudeg Pecel sampai Olahan Seafood

Walaupun kita jarang melihat Diffuser yang menggunakan lilin karena faktor keamanan dari bahaya api, namun ada beberapa alasan mengapa Diffuser ini masih digunakan di beberapa tempat.

  • Desain yang lebih tradisional sehingga memberikan nilai estetika di beberapa desain ruangan.
  • Bisa digunakan di luar ruangan tanpa harus dipusingkan dengan ketersediaan sumber tenaga, cukup dengan menyalakan lilin, maka diffuser sudah siap digunakan.
  • Memiliki fitur timer, dikarenakan lilin yang digunakan akan habis dengan sendirinya.
  • Bisa dijadikan sebagai alat penerang sekaligus dikarenakan lilin yang digunakan bisa memancarkan cahaya yang menenangkan.

2. Desain Diffuser

Jika berbicara tentang desain, maka semua akan kembali ke selera masing-masing. Secara umum kita akan menemukan 3 jenis desain Diffuser yang ada di pasaran.

  • Natural, desain ini secara tampilan terlihat lebih mengedepankan nuansa alam. Bisa dari material utama dari kayu ataupun hanya berupa stiker dengan motif kayu. Diffuser dengan desain natural cocok digunakan pada interior yang bernuansa alam.
  • Stylish, secara umum desain jenis ini kerap dipilih dengan pertimbangan desain yang menarik dan tersedia dalam beragam variasi warna.
  • Minimalis, sederhana serta warna yang kalem membuat diffuser jenis ini sering dijadikan pilihan oleh mereka yang tidak ingin ada perubahan pada desain ruangan mereka.

3. Fitur yang ditawarkan

Sebenarnya ada banyak fitur pada diffuser yang ada dari tiap pabrikan, namun saya akan membahas 3 jenis fitur yang sekiranya bisa jadi pertimbangan bagi Anda.

  • Timer, atau pengatur waktu otomatis bisa membuat Anda lebih tenang meninggalkan diffuser Anda tanpa takut kehabisan air minyak esensial.
  • Lampu LED, keberadaan fitur lampu pada diffuser ada banyak varian, hanya satu warna hingga RGB yang bisa menyala secara bergantian dengan transisi yang halus. Penggunaan lampu LED pada diffuser di ruangan yang gelap bisa memberikan atmosfer ruangan yang menenangkan.
  • Speaker, sangat ideal bagi Anda yang gemar menenangkan pikiran dan rileks di ruangan dengan suara-suara yang menenangkan. Bisa juga sebagai pendukung kegiatan senam yoga Anda.
Baca Juga :  4 Manfaat Kaldu Jamur

diffuser terbaik
Photo by Chris F: https://www.pexels.com/photo/person-putting-finger-on-mist-1582457/

Perawatan Diffuser

Salah satu hal yang harus Anda cermati ketika membeli diffuser adalah cara perawatannya. Sebagian diffuser memiliki cara perawatan yang mudah, baik yang menggunakan listrik maupun lilin, semua bisa dirawat dengan mudah oleh siapa pun.

Pada diffuser yang menggunakan listrik, Anda bisa membuka tabung penampungan dan menguras airnya, lalu mengeringkannya dengan kain bersih. Kemudian isilah dengan air bersih dan nyalakan beberapa saat untuk membersihkan sisa-sisa minyak esensial yang kemungkinan masih menempel pada lubang pengeluaran uap. Setelah itu kuras kembali dan keringkan sebelum digunakan.

Pada diffuser yang menggunakan lilin, Anda bisa membersihkan menggunakan kain bersih yang dicampurkan ethanol untuk menghilangkan bekas api lilin yang menempel. Lakukan juga hal tersebut pada bagian atas di mana Anda menuangkan minyak esensial, hal ini bertujuan untuk menetralkan atau menghilangkan sisa minyak esensial yang Anda gunakan sebelumnya.


Kesimpulan

Memilih Diffuser sebenarnya adalah hal yang mudah, namun Anda memerlukan sedikit waktu untuk bisa mempertimbangkan diffuser mana yang cocok untuk dengan kebutuhan Anda. Untuk harga, saya rasa Anda lebih paham dengan kondisi dompet Anda saat ini.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang memilih diffuser untuk Anda sendiri atau sebagai hadiah kepada orang yang Anda sayangi. Bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat. Salam.

0 Shares:

Ambil hanya informasi, tinggalkan hanya komentar. Silahkan berbijak hati untuk mengisi kolom komentar. Salam

You May Also Like