Melewati Senja bersama peserta Workshop PIONER

Lambaikan tangan ke kamera ya kalo udah gak tahan :P
Lambaikan tangan ke kamera ya kalo udah gak tahan 😛

setelah pada postingan sebelumnya mengenai workshop jurnalistik bersama Buletin PIONER, kali ini saya akan bercerita tentang praktek di lapangan mengenai materi fotografi jurnalistik yang sebelumnya saya sharing-kan kepada rekan-rekan di asrama.

sekitar sore pukul 4 saat sinar surya mulai berdamai dengan kulit kami, segera kami melaju beriringan menuju pantai Glagah yang berlokasi tidak jauh dari tempat bernaung kami selama setahun ini. dengan berbekal bahan bakar bersubsidi dan helm SNI kami bergerak perlahan namun pasti ke lokasi penuh uap asin tersebut.

Sinar senja menyambut kedatangan kami
Sinar senja menyambut kedatangan kami

sebegitunya meletakkan motor pada lahan parkir yang bertarif dua ribu rupiah. kami berjalan kaki (masa ngesot) menuju bibir pantai yang telah ramai oleh para pengujung dan juga para penjual yang ingin dikunjungi.

para peserta workshop yang berbekal alat dokumentasi sederhana mulai dari kamera ponsel, kamera pocket, hingga kamera pinjaman segera melipir di antara deburan ombak Pantai Glagah. mereka berpencar untuk mencoba mengekspresikan apa yang telah didapatkan ketika workshop sederhana saat pagi hari.

berkumpul saat senja ditemani deburan ombak
berkumpul saat senja ditemani deburan ombak

sesekali saya dari jauh mencoba mengabadikan tingkah unik mereka sembari memuaskan hasrat landscape saya saat itu. matahari tertutup awan saat itu, sehingga rona jingganya tidak menyapa keceriaan kami saat itu. tak apalah, biar kami ciptakan rona hangat dalam canda tawa tulus dari tingkah sesama kami.

anda tidak cocok kerja di air, hhehehe
anda tidak cocok kerja di air, hhehehe
ambil, review, delete, ambil lagi :D
ambil, review, delete, ambil lagi 😀

 

bertingkah yang kami lakukan tanpa menganggap orang lain ada selain kami kerap kami lakukan. selama yang kami lakukan tidak melanggar norma hukum dan agama, kami tetap percaya diri melakukannya di atas hamparan pasir gelap yang terselip di antara jemari mungil kaki saya (kaki yang lain gak mungil) 😛

Baca Juga :  Evaluasi dan Pembubaran Panitia IMAJI - National Geographic Indonesia
jangan ditiru di rumah, tirulah di pantai aja, :P
jangan ditiru di rumah, tirulah di pantai aja, 😛
no komen aaaaaahhh :P
no komen aaaaaahhh 😛

tentu bukan acara bersama jika tidak foto bersama, maka sempatlah kami (saya tidak ikut) berfoto keluarga di bibir pantai yang seakan ingin membelai kami dengan bulir asin dan deras tirai ombaknya saat itu.

senja sudah menua saat kami memutuskan untuk kembali pulang ke asrama dengan aroma badan yang telah tercampur garam ini.

ayo kapan kawan, berkumpul berbagi bercerita seperti ini lagi?
semoga tetap sukses dan dalam keadaan limpahan berkah-Nya ya kawan 😀

keceriaan sesaat setelah senja berlalu
keceriaan sesaat setelah senja berlalu

untuk hasil foto-foto saya saat mengabadikan landscape Pantai Glagah pada moment akan saya bagikan pada postingan saya berikutnya ketika ada waktu ya 😀

SALAM JEPRET !!! 😀

Leave a Reply