Cleaning Sensor Sony Alpha 230

PERHATIAN

Berikut ini saya tidak betanggung jawab atas kerusakan peralatan anda karena mengikuti langkah saya. Resiko anda tanggung sendiri dan anda sudah paham mengenai hal-hal yang berhubungan dengan hal tersebut.

Pernahkah anda memotret dan kemudian melihat gambar anda selalu ada noda atau bercak dengan ukuran dan posisi yang sama secara terus menerus pada frame digital anda?
Bisa jadi itu adalah jamur atau debu yang menempel baik di lensa atau di sensor kamera anda. Kali ini saya merasakan hal yang serupa, yaitu ketika saya membeli sony alpha 230 dalam kondisi bekas yang saya lupa tidak mengecek kondisi sensor dan lensanya, padahal itu siang hari dan entah kenapa saya bisa lupa. Tergiur harga murahnya mungkin sehingga saya lupa jika barang dalam kondisi bekas harus diperiksa secara lebih ekstra.

Singkat cerita saja sebegitunya saya bawa pulang ke kos, kemudian saya jepret-jepret saja karena memang sudah lama tidak punya kamera, hahhaa.
Saya tersadar saat saya melihat hasil jepretannya di layar laptop. Ada beberapa titik berpola yang terlihat seperti debu dan jamur. Lekas saya lepas lensanya untuk melihat kondisinya secara lebih detail. Terlihat pada sensor kamera ada beberapa guratan yang terlihat seperti jaring tipis, itulah jamur yang sangat terlihat ketika kita menggunakan bukaan kecil. Pada lensa saya menemukan debu mikro dan memang saya kekurangan alat untuk membongkar lensa tersebut.

Read more

Review Sony alpha 230

Sony a230 (bekas) in my hand

Kamera sony alpha 230 memang kamera lama, tapi mau bagaimana lagi lha uang saya baru cukup untuk meminang kondisi bekasnya :D. Kondisi kamera ini ketika saya dapatkan terlihat si pemilik sebelumnya tidak merawatnya dengan baik dan benar, terlihat dari jamur pada sensor dan debu di kameranya. Kondisi ini memaksa saya untuk nekat membersihkan jamur pada sensor sendiri dengan peralatan seadanya. Flash internal juga mati, namun bagi seorang penyuka foto landscape, ketersediaan flash internal tidaklah begitu diperlukan. Charger bawaan juga entah kenapa kabelnya, namun bisa ditemukan di toko listrik dengan harga sekitar 5.000 hingga 10.000 rupiah.

Beberapa bagian yang saya perhatikan dari kamera ini adalah sebagai berikut :
1. Body
terbuat dari plastik dan disertai beberapa karet di sekitaranya. Ketersediaan por I/O berupa SD card, stick duo pro, swith sd to stick duo pro, HDMI dan USB tertutup rapi oleh sliding dor di sebelah kiri kamera. Sebelah kanan ada port kecil untuk suplai langsung dari listrik ketika anda memilih untuk tidak menggunakan baterai. Nyaman dipegang oleh tangan ukuran sedang seperti saya, bobot tidaklah terlalu berat untuk ukuran kamera entry level. Ada juga tombol swith untuk memilih mode Autofokus atau mode Manual ketika anda menggunakan lensa yang tidak bermotor seperti lensa minolta.

Read more