Memotret Waduk Sermo Dengan Smartphone

60
views

Sore itu tidak berbeda dengan sore yang lainnya, hanyalah langit yang tak secerah kemarin pada hari itu. Saya bergerak menuju Waduk Sermo dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari asrama saya.

Saat itu saya malas membawa DSLR, sehingga hanya menggunakan kamera ponsel saja. Samsung Galaxy Gio saya gunakan semenjak 2011 hingga pada saat itu adalah 2013 saat pengambilan foto ini. Hingga akhirnya pada tahun 2015, saya menjual Samsung Galaxy Gio tersebut karena keterbatasan RAM yang sudah hampir tidak bisa digunakan untuk aplikasi android yang semakin hari semakin meminta kapasitas RAM yang kelewatan. Walau masih bisa mengakali untuk memperbesar memori internal hingga kapasitas 2 gb dari semula yang hanya sekitar 256 mb. Untuk RAM yang hanya 188 mb rasanya memang sulit sekali untuk diperbesar walaupun memakai script dengan memanfaatkan memori eksternal.

Waduk sermo foto smartphone
Memotret seperti ini akan lebih terasa mudah ketika menggunakan smartphone

Waduk sermo foto smartphone
Semakin sore, maka semakin syahdulah suasananya

Walau kamera ponsel memiliki keterbatasan, setidaknya layar ponsel lebih memudahkan untuk mengambil komposisi objek yang akan kita ambil. Untuk masalah kualitas sensor dan warna memang sudah menjadi karakter tersendiri bagi ponsel tersebut.

Waduk sermo foto smartphone
Ada beberapa keramba kecil yang berada di tempat yang cukup dalam.

Bagaimanapun juga memotret dengan ponsel itu menyenangkan untuk sekedar belajar maupun di tingkat yang lebih lanjut. Kemudahan mengatur komposisi merupakan salah satu alasan utama saya selain tingkat kepraktisan yang benar-benar praktis untuk sekedar mendokumentasikan beberapa hal sederhana.

Waduk sermo foto smartphone
Sore itu terasa tenang dan kelabu, entah kenapa saya menyukainya

Mengunjungi waduk sermo memang paling nyaman adalah saat pagi dan sore hari, alasannya ya hanya karena kalau siang hari itu panasnya membuat kepala terasa pusing, hehehe. Ketika mengujungi waduk sermo hal yang sering saya lakukan adalah memutarinya, walaupun memakan waktu lebih dari 30 menit walaupun menggunakan motor, namun dengan irama laju motor yang pelan akan membuat kita senantiasa berhenti untuk sekedar melihat sekeliling atau memotret.

Baca Juga :  Foto Panorama dari Gunung Sumbing Menggunakan D5100 Kit

Saya ketika sedang memang berada di waktu luang, sesekali melakukan editing sederhana lewat aplikasi android. Walaupun tidaklah kaya akan fitur seperti di Adobe Lightroom, namun karena kesederhanaan aplikasi di android itulah jadi saya hanya fokus ke beberapa hal saja. Seperti mengatur kelurusan cakrawala, mengatur kecerahan, mengubah white balance dan kalau dibutuhkan saya menggunakan fitur penajaman piksel.

Waduk sermo foto smartphone
Pada lain waktu saya menemui semburat jingga yang menawan

Pastinya Anda sering memotret menggunakan ponsel bukan? Baik hanya untuk iseng, dokumentasi atau bahkan memang senang dengan Fotografi ponsel? Semua tergantung selera dan pasar tentunya.

Salam.

18 COMMENTS

    • Pagi atau sore mas kalau mau ke sana, kalau siang ampun panasnya….haghaghag…
      Jangan mancing ya, rekomen… Ini tempat kursus ikan biar gak bisa ketipu umpan.

  1. Gak kalah tangguh walau ngefotonya pake Ponsel ya mas.

    Itu foto yang terakhir viewnya pas banget, cantik jadinya.

    Kayaknya kalau mau ke Sermo baiknya pas pagi sekali ya, atau sore menjelang matahari tenggelam.

    Dulu saya hanya lewat saja siang-siang. Kok rasanya aneh siang-siang ke waduk ,

    • Ponsel galaxy yang seri awal-awal itu termasuk bagus di kelasnya,

      Iya, biar lebih ada drama kalau di tepian hari.
      Kalo di tengah hari rasanya ya gitu, panas-panas aneh…ahahhaa

  2. Saya motretnya juga menggunakan kamera ponsel Samsung jadul *masih berharap ada yg lempar kamera 😀
    Walau sama2 motert dgn ponsel,Tapi hasilnya, yg biasa motret dengan emak2 motret suka2, hasilnya sangat beda. Foto dibawah setelah di edit sedikit, sangat keren.

    • Terima kasih.

      Bukan, dibangun tahun 1994-1996.
      Kata dosen saya, ada kekurangakuratan terhadap lokasi dengan area tangkapan airnya, sehingga satu musim hujan saja belum cukup untuk memenuhi volume waduk.

      Salam.

Ambil hanya informasi, tinggalkan hanya komentar. Silahkan berbijak hati untuk mengisi kolom komentar. Salam