Arsip Kategori: Gunung

perjalanan di gunung

Hijaunya Jalur Sigedang menuju Puncak Gunung Sindoro (3153 mdpl) 3 of 3

21_ghozaliq_pagi
Semburat fajar dari tempat tenda kami, Subhanallah…

Pada HIJAUNYA JALUR SIGEDANG MENUJU PUNCAK GUNUNG SINDORO (3153 MDPL) 2 OF 3 kami terbangun untuk memutuskan akan summit attack atau merem attack :D

Hasrat untuk summit attack terbuyarkan ketika angin yang bertiup pada sekitaran pukul 4 pagi itu sangatlah kencang dan dingin. “Keselamatan lebih penting” hatiku bergumam, maka lanjut meliuk lagi ke dalam sleepingbag. Sekitar pukul 5.30 saya melongok ke arah timur dan mendapati segaris cahaya fajar yang sayang untuk dilewatkan. Segera saya memberikan pengumuman ke dalam tenda untuk segera keluar dan menikmatinya. Segera semua sleepingbag tersibak, secara tidak langsung gas buang yang terakumulasi semalam di dalam sleepingbag keluar semua, maka jadilah pagi itu pagi berisik :D.

22_ghozaliq_anginkencang
Buka tenda langsung dapat pemandangan kayak gini

Yogo terpaksa kami tinggal di tenda karena kondisi fisiknya yang mungkin lebih baik untuk recovery persiapan turun. Saya, Heru dan Agung mulai menuju puncak dengan membawa sebotol air putih dan sebungkus biskuit.

23_ghozaliq_sebatangkara
Suka sekali saya dengan pemandangan seperti ini

Langkah pagi dengan kondisi angin kencang dan tubuh kurang pemanasan membuat saya selalu tertinggal dari Heru dan Agung yang melesat ke atas sana (selalu nyari alasan :P). Continue reading Hijaunya Jalur Sigedang menuju Puncak Gunung Sindoro (3153 mdpl) 3 of 3

Hijaunya Jalur Sigedang menuju Puncak Gunung Sindoro (3153 mdpl) 2 of 3

15_ghozaliq_semak
Hamparan terbuka, tidak rekomendasi untuk musim hujan :)

sebelumnya pada HIJAUNYA JALUR SIGEDANG MENUJU PUNCAK GUNUNG SINDORO (3153 MDPL) 1 OF 3 kami telah sampai pada batas perkebunan teh dengan semak, selanjutnya kami mulai merasakan betapa pentingnya pohon teduhan :D

16_ghozaliq_ituwatususu
Kami terlihat kecil sekali, hanyalah sebercak dalam gundukan mungil milik-Mu

Mulai dari daerah bersemak belukar inilah puncak terlihat jelas di depan mata, yang sangat pelan sekali terlihat mendekat :D. Memang ada beberapa anggapan bahwa naik gunung enaknya malam hari agar kita tidak melihat seberapa jauh lagi langkah kita, tapi ada juga anggapan lain yang berpendapat bahwa dengan melihat jarak yang tersesisa maka kita akan lebih semangat melangkah. Semangat bisa berkompromi dengan stamina, namun stamina tidak bisa berkompromi dengan kata lapar :D. Continue reading Hijaunya Jalur Sigedang menuju Puncak Gunung Sindoro (3153 mdpl) 2 of 3

Hijaunya Jalur Sigedang menuju Puncak Gunung Sindoro (3153 mdpl) 1 of 3

01_ghozaliq_basecamp
Basecamp pendakian jalur Sigedang yang berada di selatan jalan aspal

4 agustus 2014, saya sampai di rumah Heru untuk bersilaturahim dan melakukan persiapan pendakian Gunung Sindoro via jalur Sigedang esok hari. Dalam beberapa hari tersebut memang cuaca sedang tidak menentu untuk mendukung pendakian. Peserta yang akan berangkat esok hari rencananya adalah saya, Heru dari Kendal, Agung dari Bantul, Yogo dari Cilacap, dan Harno dari Boyolali. Dari rumah Heru memang mudah untuk memantau kondisi cuaca di daerah yang akan kami daki esok hari. Memang sempat bimbang untuk memutuskan apakah esok akan mendaki atau tidak, karena kondisi jalur Sigedang yang tidaklah akrab untuk pendaki ketika cuaca hujan.

Akhirnya dengan diiringi bismillah, saya kirimkan kabar bahwa pendakian esok hari akan dilaksanakan dengan titik kumpul di pertigaan pasar Ngadirejo, Temanggung. Titik kumpul tersebut memudahkan dari segi jarak terhadap pos pendakian, tidak ada tumpang tindih rute, dan mengisi logistik yang akan kami bawa esok.
Cuaca cerah menyambut dinginya udara di rumah Heru pagi itu, mandi pagi sepertinya masih menjadi pilihan kala itu. Packing semalam membuat kesibukan pagi itu cukup longgar untuk menikmati sarapan sembari menanti udara cukup hangat untuk membilas tubuh. Waktu kumpul yang saya tetapkan adalah pukul 9 pagi di pertigaan Ngadirejo, sehingga pukul 8 pagi saya harus sudah berangkat dari rumah Heru untuk menemui 3 rekan lainnya yang akan menanti kami nanti. Continue reading Hijaunya Jalur Sigedang menuju Puncak Gunung Sindoro (3153 mdpl) 1 of 3

Tegal, dari hujan hingga kepanasan

DSC09357
di depan gerbang masuk Guci

jumat, 22 oktober 2010
kondisi kontrakan yang mulai sepi saat itu, hanya ada saya, Heru, Cengek, Prapto; membuat kami merencanakan sebuah kegiatan jalan-jalan dadakan. Tegal kami pilih sebaagai destinasi perjalanan saat itu, selain akses menuju ke Tegal bisa dikatakan mudah dan murah, beberapa rekan kami ada yang tinggal juga di Tegal. Kereta api adallah salah satu alat transportasi yang dapat kami gunakan untuk menuju Tegal dari Kota Semarang. Salah satu hal yang mengasyikkan ketika menaiki kereta api adalah pemandangan yang kita dapatkan akan berbeda apabila kita berangkat melalui jalur aspal yang sudah terlalu mainstream. Niatnya kami berempat dari semarang akan menggunakan kereta api, untuk urusan mobilitas di Tegal kami sudah meminta tolong kepada Ganden dan Irfan untuk membantu urusan mobilitas kami di sana.

Alhasil packing dadakan membuat kami terburu untuk mengejar jam keberangkatan kereta kaligung dari stasiun poncol ke stasiun tegal kota. akhirnya terpaksa saya mengantarkan prapto dan cengek untuk naik kereta kaligung, sedangkan saya dan heru akan naik motor menuju ke Tegal untuk mempermudah mobilitas ketika di Tegal. Jam keberangkatan kereta kaligung tidak seirama dengan kedatangan kami di stasiun poncol, maka ceritanya cengek dan prapto harus menunggu jam keberangkatan selanjutnya. Saya dan heru kembali lagi ke kontrakan untuk packing ulang sebelum berangkat ke Tegal pada sore harinya, sehingga kami akan tiba di Tegal dengan selisih waktu yang sedikit dengan kedatangan kereta yang dinaiki oleh prapto dan cengek. sekitar pukul 7 malam kami sampai di alun-alun kota Tegal, di sana sudah ada Ganden yang telah menunggu saya dan heru di salah satu sudut alun-alun. Sembari menunggu cengek dan prato dari stasiun yang berlokasi tidak jauh dari alun- alun kota Tegal, kami menikmati semangkuk sekoteng khas tegal untuk menghangatkan badan kami yang terkena angin dingin perjalanan. Selang tak berapa lama cengek dan prapto datang ke arah kami, seingat saya saat itu cengek mengambil motor dari adiknya yang bekerja tidak jauh dari alun-alun. 3 motor telah siap untuk mengantarkan kami ke rumah ganden untuk bermalam saat itu yang memakan waktu tempuh sekitar 45 menit dengan alunan raung mesin yangn lembut. setalah bersih-bersih dan beres-beras, segera malam kami percepat dengan cara memejamkan mata dengan harapan pagi kan cerah untuk menyambut kedatangan kami di Tegal :D. Continue reading Tegal, dari hujan hingga kepanasan

Kunjungan ke Kudus dan Jepara

IMG_7256
berlarian lepas di pantai bandengan

Perjalanan ini saya lakukan pada penghujung akhir tahun 2012 silam dimana saya baru pulang dari Rembang untuk sekedar bersua dengan teman kos dulu semasa kuliah. Saya mampir ke rumah rekan yang berada tepat di Kota Kudus namun agak mendekat ke daerah persawahan, sehingga tidak terlalu bising dari lalu lalang arus pantura. Suatman, atau lebih sering dipanggil dengan nama Suat, dahulu kami pernah tinggal satu rumah ketika berada di pulau sebelah. Ketika saya sudah meluncur dari Rembang menuju Kudus, Suat masih berada di rumah rekannya yang baru saja memiliki momongan baru. Singkat cerita, saya dan Suat janjian di alun-alun Kudus untuk bertemu hingga kemudia bersama menuju rumah Suat. Sore harinya, saya sms beberapa teman yang berada di daerah Kudus untuk sekedar kumpul dan reuni di Pantai Bandengan. Bermodal ajakan dadakan dan sms ngawur, akhirnya kumpulah beberapa teman saat kuliah di Semarang. Hasil tunggu menunggu menghasilkan sorakan dan sindiran ketika saya selaku pembuat acara malah datang paling belakang di tempat janjian, hehehehe maaf ya teman :D.

Continue reading Kunjungan ke Kudus dan Jepara

Bromo, Bukan Sunrise Tujuanku

IMG_6963
bromo dan batok dari tanjakan aspal

Sebenarnya ini kisah 2 tahun yang lalu, tepatnya bulan november 2012. Berawal dari sebuah ajakan untuk menghadiri acara nikahan sepupu di Kota Malang yang telah diberitahukan ketika saya masih berada di pulau sebelah :D. Beberapa rencana untuk sekedar melipir ke destinasi wisata yang ada di Kota Malang sempat tertata rapi, namun goyah juga ketika mengingat kembali bahwa tujuan saya ke Kota Malang adalah untuk menghadiri pernikahan sepupu, tentu saja saya di sana ikut wara wiri dalam acara pernikahan tersebut.

Pukul 15.00 wib saya berangkat dari Banjarnegara menggunakan bus Handoyo menuju Kota Malang, duduk bersama Pak Lek (=om) di barisan depan cukup membuat saya susah tertidur karena sorot lampu dari kendaraan yang berlawanan arah membuat mata saya sesekali terbuka. Pukul 5.00 wib keesokan harinya adalah waktu pertama kali saya menginjakkan kaki di Kota Malang, sebuah kota yang sebenarnya ingin saya datangi semenjak 2010 lalu. Jemputan telah menunggu di mulut jalan kecil sebuah perumahan sederhana di sudut Kota Malang. Continue reading Bromo, Bukan Sunrise Tujuanku

Kumpulan Tips Mountaneering dari Eiger

Eiger yang kini telah berganti logo terasa semakin dewasa dalam setiap status-status yang dibagikan di fanpage facebook Eiger. Saat main-main di sepanjang timelinenya Eiger, terhenti ke sebuah gambar vector yang menunjukkan salah satu tips merawat tenda. saya download kemudian saya baca dengan teliti. setelah selesai membaca satu gambar tersebut, saya berfikir pasti masih ada beberapa lagi tips lain yang dikemas dalam poster vector seperti ini. lalu saya kembali main-main di timeline eiger. dan…..ternyata benar apa yang saya duga, ada 5 tips yang lainnya, dan dikemas dalam tampilan yang unik serta mudah dipahami. jadi total ada 6 buah tips yang berhasil saya dapatkan dari timeline eiger tersebut.

berikut sudah saya download dan saya bagikan kepada rekan-rekan yang ingin menambah wawasan atau mungkin membandingkan pengalaman dengan tips dari eiger yang dikemas menarik ini.

selamat menikmati… :D

1. Tips merawat tenda

Eiger_Tenda

 

—————————————————————————–

2. Tips packing dalam rucksack

Eiger_packing

Continue reading Kumpulan Tips Mountaneering dari Eiger