[Ebook] Perjalanan ke Nglimut (bekas) mahasiswa geo06rafi UNNES

Mentari pagi 15 november 2008 menjadi penghangat semangat kami menuju lokasi yang sudah beberapa kali saya kunjungi dengan rekan-rekan kos. namun kali ini berbeda, kali ini saya melakukan perjalanan dengan teman-teman satu angkatan, satu kelas, dan satu tujuan (tujuan main). saya lupa ada berapa jumlah kami saat itu. kalau tidak salah sekitar 24 orang dari berbagai jenis kelamin.

tempat kumpul di bawah gedung C7 FIS, UNNES, atau yang lebih dikenal dengan gedung dekanat FIS

pagi hari ada yang sudah berkumpul dan ada pula yang masih santai di kos (termasuk saya)

yakinlah karena dalam setiap perjalanan dengan jumlah rombongan yang banyak pasti akan ada yang namanya “ngaret”.

ind3

Read more

[Ebook] perjalanan ke nglimut bersama BroNgkos

Dulu belum begitu tertarik untuk membuka Adobe InDesign, karena belum tau fungsinya. lama kelamaan tertarik juga untuk membuka, akhirnya tahu kalau aplikasi ini digunakan untuk membuat layout semacam majalah, pamflet atau sejenisnya. setelah mencoba beberapa layout, lalu saya tutup saja karena belum memiliki ide mau membuat apa menggunakan aplikasi tersebut.

tetapi semenjak meninggalkan dunia game dan perfilman (sebagai konsumen), saya mulai mencoba kembali aplikasi ini. iseng – iseng mencoba membuat semacam komik dengan tema beberapa perjalanan dengan teman – teman. lama kelamaan cukup ketagihan untuk  mengorek ide agar cerita tidak menyimpang namun dapat menghibur teman ketika membacanya.

Read more

Kanebo Sebagai Handuk Alternatif

 

Mungkin agak terdengar lucu ya, atau mungkin bisa terdengar aneh. apalagi jika anda melakukannya sendiri. tapi saya justru sering melakukannya akhir-akhir ini jika pergi lama dari rumah selama beberapa hari. saya juga mengikuti tingkah teman saya pada saat tengah tahun 2012, dan hingga saat ini saya masih meniru kelakuan anehnya itu…hahaha.

semua berawal ketika kami berniat melakukan perjalanan di takengon, aceh tengah. karena sekitar 6 bulan saya tidak bertemu dengan sahabat saya yang satu ini, obrolan pun dilakukan tanpa mengenal lelah selama perjalanan. tak terasa sinar sang surya murah merona di ufuk barat, berarti itu pertanda kepada kami untuk segera membersihkan diri sembari mengakrabkan tubuh dengan dinginya air di daerah berketinggian 1200 mdpl tersebut. teman saya yang mendapat jatah mandi duluan, secara singkat saya  hanya melihat dia membawa kantong jaring bekas sandal outdor tanpa handuk terlihat melingkar di pundaknya. dalam hati saya biarkan saya,biar tahu rasa nanti selesai mandi…hahahahah (tertawa jahat).

tapi setelah selesai mandi dengan santainya di masuk ke dalam kamar, saya pun penasaran “jangan-jangan badannya digosokkan ke tembok hingga kering semua”. saya pun menanyakan kepadanya, ternyata dia memakai kanebo yang biasa kita gunakan untuk mengelap kendaraan atau perabotan lainnya.

Read more