Pengalaman Mencetak Ebook buatan sendiri

ghozaliq-ephotobook-2

Draft postingan ini ternyata sudah saya unggah semenjak bulan februari tahun 2015, tak terasa menganggurkan sebuah ide itu bukanlah hal yang baik, terutama untuk ide-ide selanjutnya. 😀

Kali ini saya akan mencoba berbagi sebuah pengalaman ketika saya mencetak ephotobook saya sehingga menjadi photobook. Tujuan awal saya membuat ephotobook sebenarnya hanyalah untuk mendokumentasikan kegiatan travelling saya sehingga lebih menarik untuk dinikmati, namun lama-kelamaan saya menjadi kecanduan membuatnya hingga akhirnya saya cetak dalam bentuk buku bersampul yang nyaman untuk dinimkati.

saya mencoba membaginya menjadi beberapa tahap proses belajar saya mencetak ephotobook saya tersebut.

Read more

Mengikuti Lomba Fotografi Bonjour 2015 HIMA Biologi UNY

 

salah satu sudut ruang pameran foto saat lomba (foto oleh Bonjour UNY)

Setelah mendapat keberuntungan menjadi juara di kategori Landscape pada lomba foto Bonjour HIMA Biologi Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2014. Saya mendapatkan undangan via inbox facebook oleh panitia kegiatan ini di tahun 2015, mereka mengundang saya untuk unjuk karya kembali. Tentu saja karya yang saya berikan masih berbau landscape, saya mengirimkan 2 jenis karya berupa landscape pantai dan landscape gunung. Berikut foto yang saya ikutkan dalam kompetisi tersebut :

Read more

Review Sony alpha 230

Sony a230 (bekas) in my hand

Kamera sony alpha 230 memang kamera lama, tapi mau bagaimana lagi lha uang saya baru cukup untuk meminang kondisi bekasnya :D. Kondisi kamera ini ketika saya dapatkan terlihat si pemilik sebelumnya tidak merawatnya dengan baik dan benar, terlihat dari jamur pada sensor dan debu di kameranya. Kondisi ini memaksa saya untuk nekat membersihkan jamur pada sensor sendiri dengan peralatan seadanya. Flash internal juga mati, namun bagi seorang penyuka foto landscape, ketersediaan flash internal tidaklah begitu diperlukan. Charger bawaan juga entah kenapa kabelnya, namun bisa ditemukan di toko listrik dengan harga sekitar 5.000 hingga 10.000 rupiah.

Beberapa bagian yang saya perhatikan dari kamera ini adalah sebagai berikut :
1. Body
terbuat dari plastik dan disertai beberapa karet di sekitaranya. Ketersediaan por I/O berupa SD card, stick duo pro, swith sd to stick duo pro, HDMI dan USB tertutup rapi oleh sliding dor di sebelah kiri kamera. Sebelah kanan ada port kecil untuk suplai langsung dari listrik ketika anda memilih untuk tidak menggunakan baterai. Nyaman dipegang oleh tangan ukuran sedang seperti saya, bobot tidaklah terlalu berat untuk ukuran kamera entry level. Ada juga tombol swith untuk memilih mode Autofokus atau mode Manual ketika anda menggunakan lensa yang tidak bermotor seperti lensa minolta.

Read more

Review Prosumer BenQ Gh-600

BenQ GH600 dalam genggaman

Kamera BenQ Gh600 ini saya dapatkan dalam kondisi bekas namun masih terawat. Pemilihan kamera ini karena memang saya sedang mencoba ke tahap prosumer saat itu dikala DSLR masih terlalu mahal untuk kantong saya. Kamera ini pernah beberapa kali menemani perjalanan saya kala itu walau tidaklah terlalu sering saya pakai karena ukurannya yang cukup besar untuk dimasukkan ke tas pinggang saya.

Perlengkapan BengQ GH600

Garis besar menurut saya ketika menggunakan kamera ini adalah sebagai berikut :

1. Body
Ergonomis memang menjadi salah satu hal yang menonjol dari tipe kamera prosumer, grip yang lebih mantap memang menjadikan lebih nyaman digenggam. Bagi anda yang bertangan besar mungkin akan kerepotan karena kelingking anda tidak mendapat tempat pegangan pada grip kamera ini. Bahan dari plastik yang menurut lebih dari cukup kualitasnya untuk kegiatan anda di luar ruangan walau harus tetap berhati-hati.

Read more

Review The North Face – Big Shot : Nyaman untuk Harian dan Weekend

Logo The North Face berwarna putih dan bordiran

The North Face atau lebih enak disingkat menjadi TNF merupakan merek dagang yang sudah banyak dikenal penggiat kegiatan di alam bebas. Kali ini saya akan mereview secara sederhana tas The North Face Big Shot yang saya dapatkan dari lomba menulis bulan kemarin 😀 .

Kita lihat dari spesifikai yang saya dapatkan dari thenorthface.com

  1. Bahan dan spesifikasi dari thenorthface.com210D Cordura® nylon mini-ripstop (TNF Black, Asphalt Grey/Krypton Green, Dune Beige/Forest Night Green), 420D nylon, 300D heather polyester, 600D polyester print, 1680D Ballistic s nylon. Berat : sekitar 1.3 kg. VOLUME: 33 liter. DIMENSIONS: 50 cm x 35 cm x 19 cm)
  1. Warna

Warna hitam legam yang ngedoff ini cocok dipakai ketika anda mengenakan pakaian warna apa saja. Tentu saja dengan logo The North Face yang jelas terlihat dan terang dengan warna putihnya yang dibordir.

Read more

Review Kamera Canon Powershoot SX150 IS

IMG_20150604_123418
Canon Powershoot sx150 is dengan lensa terbuka

Alasan pertama yang paling kuat ketika saya akan membeli kamera Canon Poweshoot SX150 IS ini adalah jenis dan ukurannya yang masuk ke dalam kategori kamera saku. Selain keterbatasan dana dalam mencari kamera agar tetap bisa menjalankan hobi fotografi saya, juga saya telah merasa kerepotan ketika harus membawa kamera seukuran DSLR dalam kegiatan jalan-jalan saya yang lebih sering ke tempat dengan medan yang membutuhkan tangan sebagai pembantu dalam pergerakan saya. Satu hal lagi yang saya suka adalah ketersediaan mode PASM dalam kamera ini walau masih masuk ke jajaran kamera saku. Baterai sebagai sumber utama tenaga kamera ini berjenis AA, sehingga mempermudah ketika anda kehabisan baterai di tengah perjalanan anda. Cukup mampir ke warung terdekat dan tinggal membeli 2 buah baterai AA, namun saya lebih merekomendasikan menggunakan baterai isi ulang saja karena menurut saya cukup boros ketika anda menggunakan baterai alkaline biasa. Saya memakai baterai Sanyo Eneloop berkapasitas 2250 mAh perbaterainya, sepengalaman saya ketika membawa 4 buah baterai untuk perjalanan naik gunung bisa mendapatkan lebih dari 600 jepretan.

IMG_20150604_123451
Sumber tenaga dan media penyimpanan Canon Powershoot sx150 is




Beberapa poin yang saya amati dari kamera ini adalah sebagai berikut :
1. Body
Menurut saya bahan utamanya dari plastik yang berkualitas, solid dan nyaman digenggam. Grip kecil berada di sebelah kanan kamera, sehingga genggaman dengan satu tangan sudah cukup untuk mendapatkan hasil yang aman dari blur.

2. Tombol dan navigasi
Peletakkan tombol yang berada di sebelah kanan semua membuat kemudahan tersendiri ketika tangan kiri anda sedang sibuk. Saya lebih menyarankan tangan kiri tetap digunakan untuk tetap menjaga kamera ini berada pada genggaman tangan anda. Terdapat roda dial yang disematkan pada tombol 4 arah navigasi, mempermudah ketika akan bergerak ke pilihan selanjutnya. Tombol yang menonjol pada bagian tengahnya juga nyaman untuk dioperasikan. Roda dial untuk memilih mode kamrea juga bisa berputar 360 derajat baik ke kanan maupun kiri, sehingga anda tidak perlu berputar jauh ketika akan masuk dari mode Manual ke mode Movie.

IMG_20150604_123427
Layar Canon Powershoot sx150 is

3. Lensa
Walau kamera saku, namun zoom optiknya mampu sebanuak 12 x dari 5 mm ke 60 mm, bila dilakukan crop factor pada sensor 35 mm maka bisa mencapai sekitar 330 mm menurut saya. Fitur IS pada kamera ini sangat membantuk ketika anda harus mengambil gambar dengan tingkat pembesaran yang tinggi.

Read more

Review Singkat Kamera Olympus EPL-2

IMG_20140618_164209

Kamera Olympus EPL-2 ini saya dapatkan dalam kondisi bekas beserta lensa kit 14-42mm. Kesan pertama pada kamera ini adalah mungil dan terasa cukup berbobot untuk sekedar ditenteng seperti kamera pocket pada umummnya. Dalam kelas mirrorless memang kamera ini cukup tertinggal teknologinya saat saya gunakan. Teknologi memang membantu menghasilkan gambar yang berkualitas, namun penggunanya tetaplah menjadi sutradaranya.

Kebiasaan membawa DSLR pada beberapa waktu lalu cukup membuat saya merasa praktis dengan kamera ini, ukurannya tidak terlalu kecil memang, namun tetaplah jauh lebih kecil dari kamera DSLR pada umumnya. Ukuran sensor micro four-thirds inilah yang membuat saya lebih memilihnya daripada kamera prosumer selain dari fitur gonta-ganti lensanya. Sekedar informasi saja bahwa ketika menggunakan lensa dari pabrikan olympus cukuplah diluar jangkauan kantong saya :D, walau belum pernah memakai lensa selain lensa kit, saya mencoba menyarankan lebih baik gunakanlah lensa manual dengan adapter agar mounting lensa dan body kamera bisa cocok. Pengaturan autofokus memang menjadi tiada, namun salah satu keunggulan dari kamera ini adalah live view pada layar lebarnya yang sangat membantu dalam pencarian fokus, sehingga menurut saya penggunaan lensa manual fokus selama kita tidak terlalu mengejar moment maka lebih dari cukuplah untuk mendapatkan lensa pilihan dengan harga terjangkau.

Read more

Review Tenda Eiger Strom 1 Person.

Camping di Pantai Siung, Gunung Kidul

Tenda ini dari namanya mungkin sudah cukup jelas ditunjukkan untuk kondisi cuaca seperti apa. Memang bukan badai ekstrim hingga menerbangkan mobil maupun atap rumah seutuhnya, namun memberikan sedikit gambaran dari bentuk dan daya tahannya terhadap kondisi dan laju angin di alam bebas.

Tenda ini saya beli setelah saya menimbang antara harga dan fitur yang bisa saya dapatkan. Saya pinang dengan harga Rp. 500.000 pas di toko Eiger yang berada di Jalan Kaliurang, Yogyakarta. Sekedar informasi saja, bahwa seri eiger strom 1 person ini adalah seri lama yang dicirikan dengan logo eiger lama, warna utama orange, dan warna sekunder berupa krem. Sedangkan untuk seri eiger strom 1 person seri yang kedua memakai logo eiger baru, warna utama tetap orange, dan warna sekunder hitam. Harga yang dipatok setahu saya sekitar Rp. 650.000 keatas, saya agak lupa karena sudah lama tidak datang ke toko Eiger tersebut.

Read more

Lomba Bonjour Hima Biologi UNY 2014

10371171_1615226738701660_5986397571117646406_o (Copy)
Sticker lomba, nyesel gak beli 🙁 (Foto oleh : Hima Biologi UNY 2014)

Walaupun setelah sekian waktu saya bermain dengan kamera dan menghasilkan banyak foto dalam format digital, belum ada niat dalam benak saya untuk mengikuti sebuah lomba foto. Bidang minat saya dalam dunia fotografi adalah fotografi landscape dan fotografi perjalanan. Dua bidang ini dalam dunia perlombaan foto sangat jarang ditemui, bilapun ada biasanya saya sudah kalah mental duluan dengan para pesaing yang foto-fotonya bikin saya ngiler :D.

Berawal dari sebuah kiriman pamflet tentang sebuah lomba fotografi dari teman di sebuah aplikasi chatting, saya kemudian tertarik karena ada bidang landscape pada lomba tersebut. Lomba tersebut diadakan oleh HIMA Biologi Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam lomba tersebut ada tiga kategori yang dilombakan, yaitu Flora, Fauna dan Landscape.  Saya mengikuti kategori Fauna dan Landscape dengan masing-masing saya melampirkan satu buah foto yang menurut saya bagus :D.

Read more