Mencoba mengabadikan Camping Area Mawar dalam Panorama 360, Pos Pendakian Gunung Ungaran

Pada artikel kali ini saya akan menunjukkan foto panorama 360 yang diambil dengan menggunakan panohead dan kamera DSLR standar. diperlukan teknik sederhana namun teliti di tiap prosesnya. Semoga browser Anda mendukung untuk memutar-mutar foto panorama 360 secara penuh. Saya baru mengetahui bahwa ternyata sebuah gambar bisa dinikmati secara 360 x 180 derajat pada awal tahun … Read more

Galeri Foto Macro Serangga dengan Macro Extention Tube Manual

Memotret macro merupakan hal yang menyenangkan ketika anda tidak bisa kemana-mana. Foto-foto serangga ini saya ambil di dekat asrama yang saat itu memang tidak memungkinkan untuk pergi jauh dari asrama.

Dengan menggunakan kamera Nikon d5100, lensa AF-S 18-70, dan macro extention tube tanpa chip. Ketiadaan chip pada macro extention tube (MET) ini membuat anda hanya bisa melakukan fokus dengan cara maju mundur.

DSC_0712

DSC_0715

Read more

Infra Merah dengan Olympus E-PL2 di Demak

Saat siang terik melintas di daerah Demak, sangatlah membosankan melewati aspal di sana. Kemudian keluarlah kamera olympus e-pl2 saya bersama filter infra merah yang siap berdiri di atas tripod.  Hasilnya tentu saja masih dalam format RAW untuk kemudian saya olah kembali di komputer untuk di sesuaikan white balancenya dan pengaturan swap colournya.

Pohonnya sendirian
sungainya juga jadi warnanya ungu

Read more

Hasil Canon Powershoot SX150 IS

Jangan minder bila hanya memakai kamera pocket, anda memang kalah dari segi teknis alat yang digunakan untuk memotret, namun anda masih bisa unggul dari segi artistik atas foto yang anda hasilkan. Foto-foto berikut saya dapatkan dengan menggunakan kamera canon powershoot sx150 is tanpa edit, sehingga hasil ini adalah hasil *jpg asli dari kamera tersebut. Ada lokasi yang saya ambil di gunung, ada yang di depan kos, ada juga yang di depan jalan raya.

kompensasi highlightnya lumayan
birunya keren walau tanpa filter CPL

Read more

Memahami Shutter Speed

Secara definisi, shutter speed adalah rentang waktu saat shutter di kamera anda terbuka. Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto. Gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.

Supaya mudah, kita terjemahkan konsep ini dalam beberapa penggunaannya di kamera:

Setting shutter speed sebesar 500 dalam kamera anda berarti rentang waktu sebanyak 1/500 (seperlimaratus) detik. Ya, sesingkat dan sekilat itu. Sementara untuk waktu eksposur sebanyak 30 detik, anda akan melihat tulisan seperti ini: 30’’
Setting shutter speed di kamera anda biasanya dalam kelipatan 2, jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 … dst.

Untuk menghasilkan foto yang tajam, gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image Stabilization (dibahas dalam posting mendatang)

Batas shutter speed yang aman lainnya adalah: shutter speed kita harus lebih besar dari panjang lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det.

Read more

Memahami Aperture

Apetrure adalah bukaan lensa secara mekanis, sehingga akan ada benda fisik yang bergerak mengatur banyaknya cahaya yang melewati pisau-pisau diafragma pada lensa terebut.
Angka pada aperture / bukaan akan dibaca secara terbalik, seperti ketika ada bukaan f/1.8 maka akan dibaca “bukaan besar”, sedangkan angka f/11 akan dibaca “bukaan kecil”.

ketika kita mengabaikan shutter speed dan ISO, maka pengaruh banyak atau sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam sensor adalah akan adanya ruang fokus atau deep of field.
perhatikan gambar di bawah ini,
semakin besar bukaan lensa (angka kecil) maka akan semakin menipiskan ruang fokusnya, namun sekalin kecil bukaan lensa (angka besar) maka akan membuat ruang fokus akan semakin lebar.

f/3.5

Read more