Home cerita

cerita

Mengikuti Lomba Fotografi Bonjour 2015 HIMA Biologi UNY

 

salah satu sudut ruang pameran foto saat lomba (foto oleh Bonjour UNY)

Setelah mendapat keberuntungan menjadi juara di kategori Landscape pada lomba foto Bonjour HIMA Biologi Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2014. Saya mendapatkan undangan via inbox facebook oleh panitia kegiatan ini di tahun 2015, mereka mengundang saya untuk unjuk karya kembali. Tentu saja karya yang saya berikan masih berbau landscape, saya mengirimkan 2 jenis karya berupa landscape pantai dan landscape gunung. Berikut foto yang saya ikutkan dalam kompetisi tersebut :Read More »Mengikuti Lomba Fotografi Bonjour 2015 HIMA Biologi UNY

Sabang, Titik awal dimana keindahan Indonesia dimulai (part 2 of 2)

pantai keunekai

Hari kedua berada di Pulau Weh (Sabang) tidak serta merta membuat hasrat kami untuk bangun pagi terukir dalam cerita pagi itu. Waktu masih menunjukkan pukul 6.30 WIBB (waktu indonesia barat banget), walau kami tak menengok ke luar jendela tetapi kami yakin kalau matahari belum terbit. Alhasil tidur kucing (terlelap tak bisa, bangun pun malesss…) membawa kami pada pukul 8.00 WIBB, antrian satu kamar mandi untuk 6 orang mengingatkan akan masa-masa kos. Sekitar pukul 9.00 WIBB kami meluncur mencari sarapan. Setelah mampu melahap semua koloni nasi dan sekitarnya, kami kembali ke penginapan untuk mulai merancang skenario petualangan hari ini.

danau aneuk laot

Setelah melihat jarak dan daftar aktivitas yang bisa dilakukan di masing-masing obyek, maka segera kami meluncur ke lokasi yang dinamakan danau aneuk laot. Hanya berjarak 5 menit dari penginapan kami, ternyata obyek wisata ini belum sepenuhnya siap untuk dikunjungi, dimulai dari ketiadaan plang untuk menuju bibir danau secara akurat. Serta tidak adanya dermaga kecil untuk sekedar merasakan tawarnya air danai tersebut.Read More »Sabang, Titik awal dimana keindahan Indonesia dimulai (part 2 of 2)

Sabtu Pagi bersama Mas Pengamen Spesialis Galau

Dedaunan hasil infra merah dari kamera tepat di depan kamar kos

Sinar mentari pagi tadi dengan lembut menyapa punggung komputer pangku saya. Saya berhadapan dengan layar laptop sekaligus dengan pintu yang menghadap ke halaman di depan pintu kamar saya persis. Sayup sayup terdengar dari kejauhan suara lantang dan yakin ketika menyanyikan lagu “Rama – Bertahan”. Walau terdengar lirih, namun saya sudah paham kalau itu adalah pengamen di ujung gang sana, yang sebentar lagi paling akan mampir di depan pintu kamar kos saya. Setelah suara yang menyanyikan lagu “Rama – Bertahan” tersebut hilang, dalam hitungan aba-aba air maka saya sudah bisa melihat pengamen yang berdandan cukup rapi untuk ukuran seorang pengamen dengan tas ransel yang sewarna dengan kaos gelapnya. Terlihat pula tas pinggang yang memeluknya dari sebelah kiri. Dengan topi bermodel seperti topinya “chappy chaplin” (saya tidak tahu apa namanya) disertai kacamata gelap yang menyembunyikan kemana arah lirik matanya, yang jelas bukan untuk menyembunyikan mata “sharingan” miliknya.Read More »Sabtu Pagi bersama Mas Pengamen Spesialis Galau

[eBOOK] Gua Pindul n Friends

Ghozaliq_GuaPindulSS

Bisa dikatakan ini adalah salah satu pelampiasan saya karena bosan membuat postingan tentang sebuah perjalanan dimana saya berusaha menceritakan secara tepat bagaimana menuju suatu lokasi, bagaimana kondisi di perjalanan, hingga akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Entah mengapa juga hasrat untuk menulis sebuah cerita perjalanan kini agak berubah orientasinya, karena bila anda cari kisah perjalanan menuju suatu tempat melalui cara googling, maka akan banyak sekali link yang muncul.

Saya mencoba mengemas beberapa kisah perjalanan saya dengan cara yang sedikit berbeda, walau waktu pengerjaanya juga lebih lama dibandingkan postingan biasa. Itu pilihan saya, dan saya entah mengapa juga mau-mau saja kerepotan melakukannya di sela-sela kesibukan ini. Mungkin sebagai release stress akibat kejenuhan sehari-hari.Read More »[eBOOK] Gua Pindul n Friends

Perjalanan dengan Kereta, selalu ada “Cerita”

IMG_4337 (Copy)

tiket adalah bukti 😀 bukti jalan-jalan

Sebuah perjalanan sederhana terkadang memunculkan hal yang luar biasa ketika kita sanggup berfikir lebih ke dalam dari masing-masing kejadian yang terjadi di depan kita. Hal ini terkadang sering saya alami ketika berpergian seorang diri,  pergi ke tempat asing yang baru pertama kali saya kunjungi, atau melakukan kegiatan yang baru dalam aktivitas weekend.

25 januari 2015, 7:05 pagi kukeluarkan ponsel berkeypad saya untuk sekedar melirik waktu saat itu. Saya berjalan keluar dari tempat penitipan motor untuk menuju pintu masuk stasiun Lempuyangan, Yogyakarta. Hari ini saya berniat pergi ke Solo, namun tulisan dalam blog ini tidak akan membahas apa yang saya lakukan di Solo, namun apa yang saya rasakan ketika menggunakan kereta Prambanan Ekpres atau yang lebih dikenal dengan Prameks.

Suasana stasiun yang cukup ramai, namun loket pembelian tiket menyisakan ruang untuk saya bersapa dengan penjual tiket kereta lokal. Setelah saya verifikasi kepada petugas pintu peron untuk mendapatkan ijin masuk ke peron penumpang, kusimpan lembaran tiket tersebut di saku kecil di tas kecil yang selalu saya bawa didepan saya. Melangkah ke arah barat, rasa lapar membuat mata saya hanya terfokus kepada deretan penjual makanan yang ada di samping bangku tunggu penumpang. Mie instan cup membuat saya berdamai dengan lilitan imajiner di sekitaran lambung saya.Read More »Perjalanan dengan Kereta, selalu ada “Cerita”