8 Tips Singkat Agar Foto Lebih Tajam

IMG_2007

Menghasilkan foto yang tajam setajam mungkin adalah impian banyak fotografer, dan sederetan fitur kamera juga aksesoris tambahan sudah dipersiapkan guna membantu kita dapat menghasilkan foto yang tajam. Dari tripod beragam bahan, sistem stabiliser (lensa ataupun kamera), flash keren,  hingga software editor foto yang dilengkapi tool untuk meningkatkan hasil akhir foto biar semakin tajam.

Tajam, sebuah kata yang terkadang menuntut harus, namun apa daya terkadang hasil tak selalu harus. Disitu kadang saya merasa kurang tajam.

Beberapa cara ini bisa anda coba, akan lebih mudah ketimbang anda harus mengupdrade body dan lensa anda, selamat menikmati :

Cara memegang kamera

Cara memegang kamera sangat berpengaruh pada stabilitas kamera dan lensa. Peganglah dengan kedua tangan dan kaki yang terbuka. Jika ada dinding, maka templekanlah tubuh anda pada dinding terebut. Kalau bisa, tahan nafas sesaat sebelum hingga setelah anda menekan shutter, cara ini bisa mengurangi goyangan kecil pada tubuh anda.

Shutter Speed.

Anda dapat mempercepat shutter speed, maka foto anda akan semakin tajam, sesuaikanlah pengaturan yang lain agar gambar anda tidak under exposure. Gunakanlah shutter speed yang lebih cepat daripada panjang fokal lensa yang anda gunakan, begini contohnya :

  • Jika panjang lensa anda 50mm, potretlah dengan shutter speed 1/60 detik atau lebih cepat
  • Jika panjang lensa anda 150mm, gunakan shutter speed 1/250 detik atau lebih cepat
  • Jika panjang lensa anda 300mm, gunakan shutter speed 1/320 detik atau lebih cepat.
Baca Juga :  cara meluruskan horison menggunakan software adobe lightroom

Aperture

Aperture atau bukaan lensa sangat berpengaruh pada ruang fokus atau deep of field. memperkecil aperture (memperbesar angkanya, misal anda memilih f/11) akan menambah ruang fokus atau depth of field, artinya area tajam pada foto akan semakin besar meliputi obyek yang dekat maupun jauh, sehingga ketajaman foto secara keseluruhan justru berkurang.
Lakukanlah sebaliknya, pilih aperture yang besar (angkanya kecil, misal f/2.8), sehingga anda akan memusatkan area tajam hanya didekat titik fokus. Memilih aperture yang lebih besar akan mempermudah anda untuk mendapatkan shutter speed yang lebih cepat.

ISO

ISO atau yang jaman dulu dikenal dengan ASA, berfungsi untuk menambah sensivitas sensor terhadap cahaya. Menambah ISO dapat meingkatkan kecepatan shutter speed serta anda bisa memilih aperture yang lebih besar. Jika anda memotret di dalam ruangan, gunakanlah ISO tinggi, namun jangan terlalu tinggi (misal: pilih ISO 800 untuk memotret didalam rumah). Bila anda menggunakan ISO yang terlalu tinggi (diatas 1600), bisa menyebabkan noise (bintik hitam kecil) dalam foto tersebut. Kamera sekarang yang terbaru, mungkin ISO 6400 masih terlihat normal, namun harganya menurut saya tidak normal untuk kantong saya.

Lensa

Alat yang tidak kalah penting lainnya adalah lensa, memang ada harga ada kualitas. Lensa kit sebenarnya sudah cukup bisa dihandalkan bagi anda yang berdana tipis seperti saya, bisa ditajamkan kembali menggunakan software di komputer. Bila dana anda berlebih, pilihlah lensa dengan bukaan yang besar seperti f/2.8 atau lebih besar, juga kualitas optik yang digunakan pada lensa terebut. Buanglah rasa heran anda apabila anda akan menemukan harga lensa yang bekali-kali lipat harga sebuah body kamera, karena memang lensa salah satu faktor penting untuk mendapatkan foto tajam.

Baca Juga :  Memahami Konsep ISO dalam kamera digital

Sweet Spot Lensa

Lensa memiliki titik tajamnya sendiri atau sweet spot-nya masing-masing. Sweet spot adalah aperture tertentu dimana lensa akan menghasilkan foto yang paling tajam daripada aperture atau panjang fokal lensa maksimal. Sweet spot lensa biasanya berada dua stop diatas batas maksimal kemampuan aperture lensa. Misal, untuk lensa f/2.8 maka sweet spot-nya ada di f/5.6. Maka gunakan aperture f/5.6 jika anda memotret dengan lensa itu, foto anda lebih tajam daripada menggunakan f/2.8

Tripod

Tripod memang cenderung repot dan kurang praktis untuk bergerak secara cepat, namun jika anda ikhlas membawanya, maka anda akan memperoleh foto yang lebih tajam daripada anda tidak menggunakan tripod. Anda bisa mengurangi goncangan pada kamera dan lensa anda ketika anda menggunakan tripod. Anda bisa menghasilkan foto HDR atau panorama yang baik jika anda menggunakan tripod.

IMG_20140102_100434
Fokus

Bila semua cara di atas telah anda coba namun hasil foto anda tetap kurang tajam, periksalah titik fokus kamera anda. Jika anda sudah terbiasa, maka gunakanlah pemilihan titik fokus secara manual agar kamera tidak memilih titik fokus secara acak. Namun dalam kondisi darurat tentu saja pemilihan acak titik fokus ini bisa menjadi alternatif. Pastikan saja agar titik fokus lensa tidak jatuh di samping objek utama anda.

Salam jepret.

Leave a Reply