Survey Event IMAJI bersama forum National Geographic Regional Yogyakarta

0
2
views
Galeri Komunitas yang biasa disebut Galeri UNESCO

Pada postingan sebelumnya dimana kami telah berkumpul untuk kegiatan teknisnya, maka tiba saatnya untuk melakukan survey di lokasi yang akan kami jadikan inti kegiatan lusa.

Kamis pagi hari saya menjemput Mas Widhi di stasiun Lampuyangan, sarapan soto kemudian bergerak ke kos saya untuk meletakkan beberapa barang yang dirasa memang tidak perlu dibawa untuk kegiatan survey nanti. Meluncur ke terminal Jombor untuk bertemu dengan rekan yang lain yang seperti biasa belum berada di lokasi. Total ada 12 orang panitia yang berangkat saat itu, jadi ada 6 motor yang keluar secara beringingan dari terminal Jombor menuju arah utara.

Sesampainya di lokasi, kami rehat sejenak di sebuah pondok kecil sembari memesan kopi dan gorengan. Tak berapa lama, datanglah Bapak pengelola desa wisata tersebut (saya lupa namanya) yang tempo hari telah diberitahu bahwa akan ada kegiatan EVENT JELAJAH IMAJI INDONESIA. Sejenak melakukan obrolan selamat datang, kami melanjutkan kegiatan dengan mengujungi titik-titik yang akan dijadikan lokasi kegiatan esok.

Cuaca terasa terik namun tenang

Ada dua jenis titik yang kami kunjungi, yaitu titik pembuatan gerabah dan titik pembakaran gerabah. Total ada 15 titik yang kami kunjungi untuk melihat kondisi dan sedikit merancang skenario untuk kegiatan esok. Kami cukup bingung dengan lokasi yang berdekatan dan orientasi medan yang belum kami kuasai. Tenang saja, kegiatan esok akan ada pemandu lapangan lainnya yang akan mengantarkan masing-masing kelompok ke titik lokasi kegiatan. Kondisi lapangan yang kering membuat abu dan debu beterbangan di sekitaran kami, dan cuaca terik saat itu cukup membuat kami merasa keringetan :D.

Baca Juga :  Tips & Trick Memotret Galaksi Bima Sakti Atau Milky Way
Mencari pencerahan

Terlihat beberapa turis baik domestik maupun mancanegara sesekali melintas dalam ruang pandang kami ketika berada di dsa wisata ini. Ada yang berjalan kaki, ada yang bersepeda, ada juga yang membawa kendaraan sendiri. Suasana desa yang damai memang terasa tenang dan sejuk, jauh dari hingar bingar kota. Kami berjalan bersama menuju ke sebuah bangunan galeri yang berbentuk pendopo di tepian sawah, benar-benar terasa damai dan sejuk sepoi angin membelai kami.

Terlihat tumpukan gerabah yang telah dibakar

Rupanya kami telah disuguhi makanan hasil olahan hasil bumi dari desa tersebut, makanan tradisional yang menambah kesan asri suasaan saat itu. Lahap demi lahap kami lewati sembari mendiskusikan hasil survey pada hari tersebut, hingga akhirnya semua solusi telah bisa diatasi. Akhirnya kami pamit pada semua orang yang ada di galeri tersebut, kami melangkahkan kaki kami bersama kembali menuju lokasi tempat kami menitipkan motor. Setelah memulai perjalanan pulang, entah kenapa perut terasa lapar lagi, padahal tadi ketika di galeri kami sudah cukup banyak ngemil. Lalu kami ber-12 berbelok ke sebuah warung sederhana dengan menu seperti lele goreng, ayam goreng dan sejenisnya. Warung tersebut langsung terasa penuh oleh kedatangan kami, sembari menanti semua hidangan siap, kami mulai ramai sendiri karena kelaparan. Begitu semua makanan datang, hening seketika menikmati makanan masing-masing. Setelah selesai makan, lalu entah kenapa mata terasa begitu berat sehingga kami leyah-leyeh sebentar dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.

Baca Juga :  Tulisan Aksara Jawa "Yogyakarta" di Bundaran Jombor

Persiapan H-1 dilakukan di Legend Cafe untuk pemantapan skenario untuk kegiatan esok hari. Brieffing ringan seputaran esok hari dilakukan demi kelancaran acara esok. Seperti biasa, brieffing juga disisipi candaan dan bully-an sesama panitia :D. Sekitar 2 jam briefing ringan tersebut, saatnya kembali ke tempat tinggal masing-masing untuk mempersiapkan fisik untuk kegiatan EVENT JELAJAH IMAJI INDONESIA.

Berikut foto-foto saat kegiatan survei tersebut :

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Sapalah mereka yang berada di sekitarmu
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Terjun ke kebun orang juga sudah biasa rasanya πŸ˜€
Topinya gratisan ini bagi para panitia, Original lho πŸ˜€
Siapa tau keluar jin botolnya
Model beraksi, fotograferpun ikutan
Dikeroyok lensa
Gerabah sebelum di bakar
Ngadem dulu di cuaca yang panas
Tempat pembakaran gerabah
Gerabah yang ditata terselip diantara tumpukan jerami
Dikeringkan terlebih dahulu sebelum dibakar
Halaman rumah dijadikan sebagai workshop
Berjalan menuju lokasi yang lain
Spot pembakaran yang lainnya
Suguhan sederhana namun nikmat
Terlebih dengan saling bercanda
Sisi barat dari Galeri

Leave a Reply