Review Tenda Eiger Strom 1 Person.

18
98
views
Camping di Pantai Siung, Gunung Kidul

Tenda ini dari namanya mungkin sudah cukup jelas ditunjukkan untuk kondisi cuaca seperti apa. Memang bukan badai ekstrim hingga menerbangkan mobil maupun atap rumah seutuhnya, namun memberikan sedikit gambaran dari bentuk dan daya tahannya terhadap kondisi dan laju angin di alam bebas.

Tenda ini saya beli setelah saya menimbang antara harga dan fitur yang bisa saya dapatkan. Saya pinang dengan harga Rp. 500.000 pas di toko Eiger yang berada di Jalan Kaliurang, Yogyakarta. Sekedar informasi saja, bahwa seri eiger strom 1 person ini adalah seri lama yang dicirikan dengan logo eiger lama, warna utama orange, dan warna sekunder berupa krem. Sedangkan untuk seri eiger strom 1 person seri yang kedua memakai logo eiger baru, warna utama tetap orange, dan warna sekunder hitam. Harga yang dipatok setahu saya sekitar Rp. 650.000 keatas, saya agak lupa karena sudah lama tidak datang ke toko Eiger tersebut.

Teronggok sendirian di Jalur Sejati, Gunung Sumbing

Baiklah saja sedikit melakukan review saja setelah beberapa kondisi saya menggunakan tenda ini untuk memejamnkan mata.

  1. Dari segi kualitas bahan flysheet, tetap mencirikan khas eiger, yaitu orange dan akan tampak kusut. Namun jangan sekali-kali menyetrika flysheet ini agar tampak mulus, biarkan saja nampak kusut seperti itu, memang bahannya yang agak kaku namun tahan terhadap air. Ada satu buah ventilasi pada flysheet, sehingga dapat mengalirkan uap yang muncul akibat panas tubuh pengguna, serta mengurangi potensi munculnya tetes embun di dalam tenda. Memiliki vestibule di kanan dan kiri yang cukup untuk meletakkan tas dan peralatan lainnya, juga bisa untuk memasak ketika cuaca tidak bersahabat.
  2. Inner sebagian besar dari mesh /jaring yang tentu akan menghantarkan anda pada kedinginan yang akut ketika tidak memakai sleepingbag yang berkualitas. Maka karena itu saya melakukan mofidikasi tenda eiger strom 1 person agar nyaman ketika berada di ketinggian. Ada dua pintu, pada kanan dan kiri tenda, sehingga mempermudah pergerakan.
  3. Alas terbuat dari terpal tipis, namun cukup mumpuni untuk menahan air agar tidak masuk ke dalam tenda. Mungkin karena masih baru sehingga lapisan anti bocornya masih rapat. Sangat disarankan untuk menggunakan footprint atau lapisan alas tambahan untuk melindungi alas tenda anda ini.
  4. Resleting, bahan dari resletingnya cenderung biasa-biasa saja, bahkan beberapa kali bisa macet karena tersangkut mesh yang menjulai menutupi jalur resleting.
  5. Kualitas jahitan, sepertinya memang pihak eiger kurang rapi dalam melakukan finishing terhadap produknya. Pada saat pertama saya membelinya saya harus melakukan pemotongan manual terhadap helai-helai benang yang menjuntai. Pada beberapa bagian yang sering tertarik juga akan kendur jahitannya setelah beberapa kali pakai, sehingga perlu dijahit lagi sendiri.
  6. Frame, masih berbahan fiber namun ringan. Keringanan ini terkadang berimbas pada kekuatan frame apabila telah beberapa kali dipakai dengan beban tegangan yang bertumpu pada bagian bawah yang melengkung.
  7. Sistem framing sodok dan cantol, merupakan gabungan dimana hanya bagian atas saja yang menggunakan sistem sodok. Bagian samping dan bawah menggunakan sistem cantol, sehingga mempercepat waktu perakitan dan pembongkaran.
  8. Pasak, berjumlah 24 buah seingat saya dalam paket penjualannya. Berbahan besi, mungkin total ke 24 frame tersebut sekitar 1kg. Kenapa pasaknya banyak sekali? ya karena memang tenda ini berjenis non-free standing, jadi harus menggunakan pasak agar bagian antar ujung tenda dapat tegang, dan kemudian tenda dapat berdiri.
  9. Tali pancang /guyline, ada sekitar 5 buah, dengan 3 panjang, dan 2 agak panjang. Sangat berguna untuk menjaga bentuk dan kekuatan tenda saat terhempas angin.
Baca Juga :  [Video] pendakian Gunung Kemiri 3315 mdpl (Kawasan TN Gunung Leuser) 3/4

spesifikasi resmi dari eiger strom 1
spesifikasi resmi dari eiger strom 1

Total berat tenda ini dalam kemasan yang tertera adalah 2.75 kg, namun menurut saya kurang dari itu untuk berat total keseluruhannya. Bentuk paling nyaman ketika dimasukkan ke dalam tas adalah dengan digulung, karena tenda ini tidak berbentuk persegi, maka menurut saya ketika digulung maka dimensinya akan lebih efisien.

Tenda Rei yang kiri memang sudah saatnya saya pensiunkan.

Kelebihan tenda ini yang saya adalah sebagai berikut :

  • Harga bersahabat untuk fitur dan bentuk yang tahan angin.
  • Cukup ringan dengan berat yang tertera 2,75 kg.
  • 2 pintu di kanan dan kiri untuk mempermudah pergerakan.
  • Memiliki vestibule pada sebelah kanan dan kiri sehingga dapat digunakan untuk menyimpan barang dan memasak.
  • Bentuk aero dinamis, sehingga cukup efisien untuk melewatkan angin.
  • Flysheet memiliki ventilasi yang cukup baik.
  • Flysheet dapat menutup rapat hingga ke bawah, sehingga mengurangi angin dan cipratan hujan yang masuk ke tenda
  • Terdapat 3 saku di dalam tenda, 1 di kanan, 1 di kiri, dan 1 di gantung di atas.
  • Kualitas bahan alas dan flysheet cukup baik untuk harga seperti itu.
  • Walau tertera 1 person, namun bisa digunakan nyaman untuk 2 orang ukuran orang indonesia, dan 3 orang tanpa barang namun dengan tubuh yang bersentuhan.
  • Bisa didirikan hanya flysheet saja tanpa inner, jadi bisa untuk shelter dadakan.
Nyempil di pos 7, Gunung Cikurai

Kekurangan tenda ini menurut saya adalah :

  • Benang jahitan perlu dirapikan saat pertama kali membeli
  • Lapisan mesh pada inner terlalu besar, sehingga saya terpaksa memodifikasi lapisan tersebut.
  • Frame kurang kuat, sudah terlihat beberapa retakan kecil pada frame saya tanpa penggunaan ekstrim
  • Bahan baku resleting biasa-biasa saja, terkadang terasa macet.
  • Bersifat non-free standing, sehingga wajib menggunakan pasak untuk dapat mendirikan tenda ini.
  • Tidak cocok untuk daerah berbatu karena pasak tidak dapat tertancap baik, juga harus ekstra dalam menancapkan pasak pada daerah berpasir seperti pantai.
  • Harus berfikir matang sebelum menempatkan lokasi dimana tenda akan didirikan, karena sekali tenda telah berdiri dengan pasak-pasak yang tertancap, maka akan merepotkan ketika akan memindah tenda karena tenda tidak bisa diangkat seenaknya seperti pada tenda yang free standing.
Baca Juga :  Trekking Pole dan Perjalanan Anda
IMG_5095
Pos 4, Jalur Sejati, Gunung Sumbing

Sepertinya sementara hanya itu yang dapat ceritakan tentang tenda kesayangan saya ini yang saya beli dengan menabung :D. Dengan harga seperti itu, dan sedikit modifikasi maka dapat menjadi tenda yang handal dan mantab ketika anda berpetualang dalam berbagai kondisi cuaca di indonesia.

Salam lestari

18 COMMENTS

  1. udah pernah nenda pake eiger storm 1 di pasir pantai belum mas?
    rencana saya mau pake tenda ini di pulau tidung.. aman ga ya? takut roboh pasaknya ga nancep.. hehe

    • pernah mas,,,sering malah
      kendala cuman saat pasak nancep harus dalam atau nyari pasir padat, kalau terpaksa ya ditindih batu.
      tenda ini gak cocok buat ngecamp di tanah berbatu…pasak gak bisa masuk, tenda gak berdiri sempurna

    • cukup, tapi gak bisa buat masak besar, paling cuman isi kompor sama nesting satu saja,,panjang maksimal vestibule sekitar 30-40 cm kira-kira asal…
      lebih baik pancang dipasang, jadi vestibule bagian atasnya agak lebih lebar.

Leave a Reply