Modifikasi Tenda Eiger Strom 1 Person

IMG_5093
Tenda seru, asyik, dan fashionable, ahaha

Pada postingan saya tentang review Tenda Eiger Storm 1 person sudah saya ceritakan beberapa kekurangan yang memang harus kita terima dengan tenda yang harganya masih masuk akal untuk anak sekolahan :D. Saya akan menceritakan modifikasi yang telah saya lakukan pada Tenda Eiger Storm 1 person yang menurut saya bisa menjadi tenda yang mantap dan handal ketika anda berpetualang.

Hal yang telah saya lakukan untuk memodifikasi Tenda Eiger Storm 1 person adalah sebagai berikut :
1. Lapisan inner yang sebagian besar berupa mesh cukup merepotkan ketika berada pada lokasi yang memiliki suhu rendah dan tanpa pelindung dingin yang handal. Maka dari itu saya membeli kain polyester biasa yang tipis pada toko bahan, kemudian saya meminta tolong pada kakak saya untuk menutupi lapisan mesh tersebut dengan kain polyester yang sebelumnya telah saya buat polanya. Saya masih menyisakan satu bagian mesh yang berada di belakang, bertujuan sebagai ventilasi udara.

IMG_4178
Polyester biru melapisi lapisane mesh yang sebanyak itu

Ada beda yang cukup signifikan ketika lapisan mesh tersebut saya tutup dengan lapisan polyester, antara lain :

  • volume ketika inner digulung bertambah sedikit (tidak masalah).
  • Bagian tengah tenda akan lebih melengkung karena beban dari kain polyester tersebut. Tidak masalah karena dapat dikaitkan pada flysheer.
  • Ketika pada flysheet terjadi kondensasi, maka tetesan air dari sisi dalam flyshet akan mengenai lapisan polyester, jadi tidur kita aman.
  • Suhu dalam tenda akan lebih hangat, karena udara dari luar tidak masuk, dan suhu di dalam tenda tidak mudah keluar, karena terhalang lapisan polyester tersebut.
Baca Juga :  Kumpulan Tips Mountaneering dari Eiger

2. Frame yang masih berbahan fiber ringan tersebut memang rentan retak, dan parahnya bisa patah. Saya melapisi frame tersebut dengan isolasi / selotip transparan biasa agar cukup bisa mengurangi pengaruh mulai dari lengkungan, benturan, hingga paparan cuaca. Bukan solusi lama, namun cukup bisa dihandalkan untuk memperpanjang umur frame.

Jpeg
Saya selotip agar tidak gampang meliuk, dulu iya dulu

Kemudian saya memiliki beberapa rencana sebagai berikut untuk modifikasi kedepannya :

  • Mengganti semua pasak besi dengan pasak aluminium, tentu akan mengurangi berat secara signifikan.
  • Mengganti beberapa bagian frame dengan bahan aluminium, pada bagian yang pinggir yang memang sering sekali mendapat tekanan. Kenapa hanya sebagian? (1) pertama masalah biaya. (2) sebenarnya frame aslinya sudah ringan, dan saya akan mempertahankan frame bagian atas dengan fiber saja, saya taku tersambat petir bila terbuat dari aluminium, hahaha (masuk akal kah?).
  • Merubah sebagian sistem frame yang berupa sodok menjadi sistem cantol semua, sehingga akan lebih mempercepat waktu perakitan tenda.
  • Merubah sistem resleting tenda dengan sistem rekat. Sehingga tinggal tabok langsung menempel dan tak perlu repot saat resleting macet, hahaha.

Mungkin hanya itu sementara pandagan saya terhadapa modifikasi yang telah maupun yang saya lakukan untuk Tenda Eiger Storm 1 person saya.

Terima kasih, salam lestari


4 COMMENTS

  1. Hallo kak, penambahan kain polyster menambah berat total tenda berapa banyak ya? Beli nya dmn kak kain polyster yg tipis? Satu lagi… boleh liat pict yg lebih jelas kak tentang kain nya, dan jahitan baru nya …. terimakasih

    • paling sekitar 200-400 gram, gak berat-berat banget kok,
      beli saja di toko kain, kalau bisa cari yang toko besar, agar pilihan jenis polyesternya lengkap

  2. intresting review, strom eiger ini sistem bongkar pasang atau quick setup….kalau dibanding dengan Tenda Quechua Forclaz 3 yang sejenis (walau segi ukuran ini sedikit lebih kecil)….tolong pencerahannya

    • bongkar pasang om, sudah saya sebutkan ini menggunakan dual layer, sehingga pemasangan inner terlebih dahulu, baru memasang flysheet.
      sistem pemasangan frame juga gabungan, bagian atas harus sodok, kemudian sampingnya bisa cantol.
      untuk ukuran ini sepertinya memang untuk ukuran orang asia, kalah tinggi sama Quechua Forclaz, namun sepengalaman saya dengan tinggi 177 cm, masih ada sisa ketika saya tidur dengan posisi lurus.

Leave a Reply