“Mau dibantu?” kata Bapak itu

4
3
views

sebenarnya kisah menggelikan ini saya alami berkali-kali, namun belum ada niatan untuk mempostingnya di dalam blog. Namun setelah kejadian minggu kemarin, saya jadi lebih berniat untuk mempostingnya. Mungkin anda juga pernah atau bahkan sering mengalaminya, hehe
ketika kejadian ini terjadi saya sedang terkena diare, sehingga mungkin sedang dalam masa-masa gak nyaman untuk melakukan perjalanan jauh. Begini kejadiannya, sepulang perjalanan dari Kudus (habis kondangan di acara pernikahan teman), saya dan pacar saya naik motor secara santai melewati pantura yang panas kala itu. ketika melintas di perbatasan Deman dan Semarang, ada warna hijau pupus yang biasa dipakai tukang parkir di tepian jalan. Lalu peluit yang sudah tidak asing di telinga saya berbunyi, “priiiiiittt”. Lalu dengan rasa sebagai pengendara kendaraan yang bijak (namun yang nyetop gak bijak), saya berhenti secara perlahan di hadapan bapak berkostum mirip “tukang parkir” itu. Karena saya merasa motor yang saya naiki sesuai dengan syariat dunia perlalu-lintasan, serta surat-surat saya lengkap, maka dengan percaya diri yang 6 kali lebih besar dari biasanya, saya mengulurkan STNK dan SIM C kepada bapak berkostum “tukang parkir” tersebut. Dengan cekatan matanya melihat ke titik-titik yang sekiranya mampu dipermasalah dan segera mempermasalahkannya. “Ini pajaknya telat..!!!”, saya menjawab “aah masa ??”
dan ternyata iya, pajak kendaraan yang saya naiki ini terlambat, tanpa lama langsung STNK beserta SIM C tersebut dihantarkan ke sebuah mobil yang lebih membahayakan pengguna jalan umum seperti saya ini, kenapa berbahaya? karena menguras dompet anda, ahahah :D.
setelah tiba giliran saya, kemudian bapak berkostum “tukang parkir” tersebut bertanya, “ini apa kesalahannya ya?” saya langsung saja berkata, “Pajaknya telat pak ..!!”, kemudian disahut kembali “ini terus mau bagaimana, mau saya bantu?”.
waah kata-katanya sekarang sudah diperhalus kembali, walaupun sudah diperhalus saya sudah mampu membaca apa yang diinginkan bapak berkostum “tukang parkir” tersebut.
Saya mengelak lagi dengan alasan bukan wewenang anda untuk menilang yang telat bayar pajak, eh malah dilempar lagi ke bapak berkostum “tukang parkir” yang berada di kap mobil dengan sok corat-coret kertas warna-warni yang biasa digunakan anak TK untuk seni melipat kertas. Terus saya ditawari untuk sidang di akhir bulan (what?? kejadian ini lagi di awal bulan), lagian sidang untuk pelanggaran lalu lintas itu sidang paling tidak bermutu dalam negara api.
karena sudah malas untuk melihat bapak yang berkostum “tukang parkir” tersebut, maka saya minta saya untuk “DIBANTU”. Dengan tanpa basa-basi dan basa-busa, segera saya dimintai uang 30.000 untuk biaya “MEMBANTU” agar STNK mampu kembali berada di tangan. Segera dengan berdoa dalam hati saya membuka tas untuk mengambil uang tersebut (uang pacar saya itu yang dititipin ke tas saya, hehehe). waduhh 30.000 itu bisa buat makan saya selama seminggu itu T_T aaaaaaaakkkk.
setelah memberikan uang 30.000 tersebut, STNK dan SIM C kembali ke tangan, tanpa kwitansi lho yang jelas. Jangan harap anda menemukan tulisan “BELANJA ANDA GRATIS BILA ANDA TIDAK MENDAPATKAN STRUCK” di area ini.
setelah saya memberikan uang tersebut, segera saja bapak berkostum “tukang parkir” tersebut menjadi sangat ramah dan menurunkan nada bicaranya (serius ini lho, gak bercanda :D).
sebenarnya saya juga salah, memberikan uang kepada bapak berkostum “tukang parkir” tersebut, namun banyak hal yang membuat saya memilih untuk membayar saya di jalan. Cukuplah bertemu dengan mereka-mereka itu dalam waktu sesingkat-singkatnya dan dalam tempo yang secepat-cepatnya :D.
mulai dari motor hingga mobil saya pernah mengalaminya, semua tetap saja, satu tujuan, dan anda tahu apa tujuan tersebut.
semoga ada sebuah pencerahan atau mungkin kesadaran yang lebih bagi kita untuk lebih menaati peraturan lalu lintas dan juga bagi mereka untuk menertibkan pribadi dan tanggung jawab mereka kepada masyarakat agar tercipta kedamian antara negara air, negara api, negara bumi dan negara angin. 😀

Baca Juga :  Awal Mula Terbentuknya Komunitas "BROngkos 13"

4 COMMENTS

Leave a Reply