Daftar 4 Filter Lensa Wajib Para Fotografer Landscape

5
268
views
ND, IR 720 nm, FLD (sudah tak terpakai)

Filter lensa adalah senjata rahasia para fotografer, terlebih para fotografer landscape untuk mendapatkan foto yang memang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang maupun mata keranjang. Baik di fotografi film maupun fotografi dgital. Ketika kita berbicara tentang fotografi digital, sebagian orang telah melakukan editing di komputer atau lebih biasa kita sebut dengan post processing. Hampir semua efek bisa didapatkan ketika proses post precessing ini, seperti noise reduction, re-white balance, hingga sekarang yang unik adalah GND instant versi digital buatan Lightroom yang cukup membantu untuk menyelamatkan warna langit ketika kebablasan terang. Baiklah, hal tersebut bisa kita terima karena memang kita bekerja dengan peralatan digital dimana memiliki keterbatasan baik dari segi hardware maupun teknik kita.

Tahukah kalau ada beberapa efek yang memang tidak bisa didapatkan oleh aktivitas post processing ini? Baiklah, saya coba jelaskan sejauh yang saya tahu saja, filter apa saja yang biasa saya gunakan untuk semakin mendapatkan foto landscape yang menarik selain kompoisi yang memang sudah kuat.

Langitnya biru dan airnya jernih

1. Filter CPL (circular polarizer)

Filter ini berfungsi untuk mengurangi refleksi pada permukaan air, kaca, layar, atau sesuatu yang memilki pantulan dari sinar matahari atau sinar buatan. Cara menggunakannya sebenarnya tinggal diputar saja pada bagian depan ujungnya, karena memang terdiri dari dua bagian dimana yang satunya diam dan satunya bisa bergerak.

hampir 100% tanpa refleksi bukan?

Ketika kita telah mendapatkan efek yang diharapkan ketika memutar filter CPL ini dalam posisi landsape, maka kita perlu memutarnya lagi ketika berpindah ke posisi portrait. Ada yang bilang repot, tapi demi foto yang menawan, tentu menggeser dengan sentuhan jari ringan saja bukanlah menjadi masalah besar.

Baca Juga :  Galaksi Bima Sakti dalam heningnya pematang sawah

Sepemahaman saya, filter CPL ini bekerja dengan cara menambahkan spectrum warna kuning ke dalam sensor, sehingga hamburan pada spectrum warna biru bisa dikurangi.

tanpa CPL, perhatikan refleksi di kolam airnya
dengan CPL, perhatikan refleksi di kolam airnya
langitnya biru gelap, menambah tekstur awan menjadi lebih kuat




dasar sungaipun hampir bisa terlihat semuanya



2. Filter GND (Gradual Natural Destiny)

Filter ini terdiri dari dua bagian, setengah gelap dan setengah transparan. Gunanya untuk menyamakan kondisi cahaya ketika ada dua bagian cahaya yang terlalu berbeda signifikan intensitasnya. Ada dua jenis, (1) yang bergradasi atau GND Soft, (2) dan yang terbagi jelas tanpa gradasi atau GND hard. Penggunaan GND soft (1) biasanya untuk daerah seperti pegunungan dimana daerahnya tidak memiliki garis lurus. Pada GND hard (2) biasanya digunakan pada daerah seperti pantai karena air laut itu lurus ketika di cakrawala.

matahari tetap terjaga cahayanya, dan pasir masih terlihat
filter GND wajib jika ingin menghasilkan kamera seperti ini

Contoh saja ketika anda memotret sunset, maka anda harus mengorbankan lautnya demi mendapatkan langit sore tersebut, atau anda mengincar lautnya namun akan mendapati langit yang terlalu terang. Di kondisi seperti itulah filter GND digunakan.

terlihat sekali bedanya antara memakai atau tidak memakai

Memang bisa diolah secara digital untuk menyeimbangkannya di komputer, namun ada beberapa efek yang hilang ketika menggunakan GND digital instan tersebut.

tanpa CPL, perhatikan langit, awan dan dedaunannya
dengan CPL, perhatikan langit, awan dan dedaunannya

3. Filter ND (Natural Density)

Fungsinya adalah seperti ketika mata anda menggunakan kacamata hitam, mengurangi cahaya yang masuk ke dalam mata anda. Dalam fotografi landscape biasanya untuk mendapatkan waktu yang lebih lama dari kecepatan rana yang normal. Dengan kecepatan lambat, namun cahaya yang masuk kita kurangi sedemikian rupa sehingga gambar yang didapatkan tidak akan berlebihan dengan pengaturan yang tepat.

Baca Juga :  12 Tips Memotret Macro dengan Ponsel Atau Smartphone
semakin gelap biasanya akan semakin lama juga komprensasi shutter speednya
kalau debitnya sedang melimpah, hanya 2-4 detik saya sudah menghasilkan gerakan air yang halus

Biasanya digunakan untuk memotret kecepatan lambat, seperti air terjun untuk gerakan air yang lebih halus, atau bisa juga untuk pantai dengan gerakan airnya yang lebih dramatis. Biasanya Filter ND ini dipadukan dengan ISO rendah serta bukaan lensa yang kecil.

4. Filter Infra Merah (Infra Red)

Mungkin sampai saat ini ada 3 filter tersebut yang memang biasa saya bawa ketika mengambil foto landscape. Sebenarnya masih ada filter IR atau Infra Merah untuk mendapatkan pancaran dari gelombang infra merah, namun hanya bisa dipakai di siang hari. Anda Perlu mengetahui teknik pengolahan terhadap foto hasil filter Infra Merah ini menggunakan photoshop.

hasil infra merah di UGM

Bagaimanapun saya lebih menyukai teknik yang baik dalam pengambilan gambar di lapangan, baru kemudian melakukan perbaikan seperlunya di komputer. Perbaikilah teknik fotografimu, sehingga akan meningkatkan hasil di software olah foto.

Salam landscaper.

5 COMMENTS

Leave a Reply