Obyek Studi Geografi

Obyek Ilmu Geografi secara luas terbagi atas dua bagian, yakni:

Objek Material

Objek material geografi adalah sasaran atau isi kajian geografi. Objek material yang umum dan luas adalah geosfer (lapisan bumi), yang meliputi:

  • Litosfer (lapisan keras),
    Merupakan lapisan luar dari bumi kita. Lapisan ini disebut kerak bumi dalam ilmu geologi.
  • Atmosfer (lapisan udara),
    Terutama adalah lapisan atmosfer bawah yang
  • Hidrosfer (lapisan air),
    Berupa lautan, danau, sungai dan air tanah.
  • Biosfer (lapisan tempat hidup),
    Terdiri atas hewan, tumbuhan.
  • Pedosfer (lapisan tanah),
    Merupakan lapisan batuan yang telah mengalami pelapukan, baik pelapukan fisik, organik, maupun kimia.

Objek Formal

Metode atau pendekatan objek formal geografi meliputi beberapa aspek,

  • Aspek Keruangan, (spatial approach)

    Pendekatan keruangan adalah upaya dalam mengkaji masalah atau fenomena geosfer dengan mengidentifikasi dan menganalisis seluruh fenomena geosfer yang terjadi pada suatu daerah atau ruang tertentu.

                Sebagai contoh penerapan pendekatan keruangan adalah masalah kekurangan air bersih di Desa Ngara. Sumber masalah tersebut dapat diketahui dengan mengkaji fenomena geosfer di Desa Ngara, misalnya: curah hujan rendah, jenis tanahnya kapur, vegetasinya jarang atau gundul, air daerah tersebut mengandung kadar garam tinggi dan lain-lain. Jika sumber masalah dapat diketahui, maka dapat dicari solusi yang tepat, misalnya: untuk mengurang kadar garam dapat diterapkan permurnian air (osmosis terbalik atau penyulingan).

  • Aspek Kelingkungan, (ecological approach)

    Pendekatan kelingkungan adalah upaya dalam mengkaji masalah atau fenomena geosfer dengan menganalisis interaksi antara komponen-komponen lingkungan yang terdiri atas: abiotik, biotik dan kultur atau manusia.

    Sebagai contoh penerapan pendekatan kelingkungan adalah masalah rendahnya kualitas udara (banyak asap) di Kota Jogja. Penyebab rendahnya kualitas udara Kota Jogja dapat diketahui dengan menganalisis interaksi manusia dengan lingkungan sekitar, misalnya: Masyarakat Kota Jogja banyak menggunaan kendaraan bermotor, membakar sampah sembarangan, merokok, dan lain-lain. Sebagai salah satu solusi untuk mengatasi rendahnya kualitas udara Kota Jogja akibat banyaknya kendaraan bermotor dapat dilakukan dengan menambah angkutan umum yang lebih ramah lingkungan (menggunakan BBG) dan penghijauan.

  • Aspek Kewilayahan, (region approach)

    Fenomena geosfer yang terjadi di setiap wilayah berbeda-beda, sehingga perbedaan ini membentuk karakteristik wilayah. Perbedaan ini dapat menyebabkan interaksi antar wilayah. Terkadang interaksi tersebut dapat menimbulkan masalah yang tidak bisa dicari solusi yang tepat dengan mengkaji hanya satu daerah saja tanpa melibatkan daerah sekitarnya (daerah lain yang turut mempengaruhi daerah tersebut). Oleh karena itu, pendekatan kewilayahan lebih tepat untuk diterapkan mengatasi masalah tersebut.

     Pendekatan kewilayahan adalah  upaya dalam mengkaji masalah atau fenomena geosfer yang terjadi di suatu daerah dengan menggabungkan pendekatan keruangan dan pendekatan kelingkungan dengan melibatkan daerah  di sekitarnya.

    Contoh: Rendahnya kualitas Air Sungai Sanga (kandungan logam berat melebihi standar kesehatan, misalnya: merkuri) di Desa Ria. Penerapan Pendekatan Kewilayahan dapat diterapkan untuk kasus ini. Karena Desa Ria Terletak pada bagian hilir sungai serta tidak ada fenomena geosfer atau aktivitas manusia yang mengarah terhadap peningkatan kadar Merkuri dalam air sungai maka sumber masalah berasal dari dari daerah lain, misalnya di bagian Hulu Sungai Sanga (Desa Ngala). Maka di Desa Ngala dikaji fenomena geosfer dan aktivitas manusia. Hasilnya diketahui, bahwa: di Desa Ngala terdapat aktivitas penambangan emas tradisional yang tidak ramah lingkungan dengan menggunakan raksa sebagai upaya pemurnian emas. Limbah dari hasil permurnian langsung dibuang ke sungai tanpa pengolahan lebih lanjut. Akibatnya air sungai yang tercemar limbah raksa (merkuri) mengalir melewati Desa Ria.

  • Aspek Waktu
    Geografi mempelajari perkembangan wilayah berdasarkan periodeperiode waktu atau perkembangan dan perubahan dari waktu ke waktu.
About these ads

6 gagasan untuk “Obyek Studi Geografi”

    1. tenaga endogen merupakan tenaga dari dalam bumi yang bersifat (kebanyakan) membangun, seperti gempa bumi, patahan, lipatan, erupsi gunung yang membuat tanah disekitar gunung menjadi subur dll…
      sedangkan tenaga eksogen merupakan tenaga dari luar bumi yang bersifat (kebanyakan) merusak, seperti meteor yang jatuh ke bumi, erosi, abarasi, serta berbagai aktivitas manusia.
      .
      semoga bisa membantu…^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s